Nuktah Keempat
Al-Maktubat · hlm. 85
Seandainya dunia ini kekal, dan manusia tinggal kekal di dalamnya, serta perpisahan pun bersifat kekal; niscaya kepiluan yang menyakitkan dan penderitaan yang penuh keputusasaan itu ada maknanya. Akan tetapi, oleh karena dunia ini hanyalah sebuah rumah persinggahan; ke mana pun anak yang wafat itu pergi, engkau dan kami pun akan pergi ke sana. Lagi pula, kematian ini bukanlah khusus baginya, melainkan sebuah jalan raya yang umum bagi semua. Dan lagi, oleh karena perpisahan itu pun tidaklah kekal; kelak akan ada pertemuan kembali, baik di alam barzakh maupun di dalam surga. Hendaklah diucapkan: اَلْحُكْمُ لِلّٰهِ. Dia yang memberi, Dia pula yang mengambil. "Alhamdulillâhi alâ kulli hâl" — hendaklah bersyukur dengan penuh kesabaran.