Nuktah Ketiga
Al-Maktubat · hlm. 462
Puasa, dari segi memandang kehidupan sosial manusia, salah satu dari banyak hikmahnya adalah ini: manusia diciptakan berbeda-beda dalam hal penghidupan. Berdasarkan perbedaan itu, Allah menyeru orang kaya kepada pertolongan bagi fakir. Padahal orang kaya dapat merasakan sepenuhnya keadaan pahit dan kelaparan fakir yang menyedihkan dengan lapar dalam puasa. Jika tak ada puasa, dapat ada banyak orang kaya pemuja nafsu yang tak dapat memahami betapa pedihnya lapar dan kefakiran, dan betapa fakir membutuhkan belas kasih. Dari segi ini, belas kasih kepada sesama dalam kemanusiaan adalah salah satu asas syukur hakiki. Individu mana pun, ia dapat menemukan seseorang yang dari satu segi lebih fakir darinya. Ia diwajibkan berbelas kasih kepadanya. Jika tak ada keterpaksaan membuat nafsunya merasakan lapar, ia tak dapat menunaikan ihsan dan pertolongan yang diwajibkan atasnya melalui belas kasih; sekalipun ia lakukan, itu tak sempurna. Karena ia tak merasakan keadaan hakiki itu pada nafsunya sendiri.