Risale-i NurAl-Maktubat

Peristiwa Ketiga

Al-Maktubat · hlm. 178

Yaitu peristiwa unta yang diriwayatkan melalui lima-enam jalur dari para sahabat penting: di antaranya Abu Hurairah, Tsa'labah bin Malik, Jabir bin Abdullah, Abdullah bin Ja'far, dan Abdullah bin Abi Aufa — melalui banyak jalur, dan para sahabat di pangkal jalur-jalur itu secara sepakat mengabarkan bahwa: seekor unta datang, lalu bersujud dan berbicara kepada Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم sebagai bentuk penghormatan. Dan pada beberapa jalur dikabarkan bahwa: unta itu mengamuk di sebuah kebun, menjadi liar; tak membiarkan siapa pun mendekat, dan menyerang. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم masuk; unta itu datang, bersujud sebagai penghormatan, dan menderum di samping beliau. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم memasangkan tali kekang. Unta itu berkata kepada Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم: "Mereka memperkerjakanku pada hal-hal yang teramat berat, dan kini mereka hendak menyembelihku. Karena itu aku mengamuk." Beliau berkata kepada pemilik unta: "Benarkah demikian?" Mereka berkata: "Ya."

Dan unta Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم yang bernama 'Adhbâ, setelah wafatnya Nabi, karena dukanya tak makan dan tak minum hingga mati. Dan bahwa unta itu berbicara dengan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم tentang suatu kisah penting, telah dikabarkan oleh sebagian imam penting seperti Abu Ishaq al-Isfarayini. Dan dengan riwayat sahih: unta Jabir bin Abdullah dalam suatu perjalanan sangat lelah, tak dapat lagi berjalan. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم menyentuh unta itu dengan sentuhan kecil. Unta itu, dari sentuhan kasih Ahmadi tersebut, memperoleh kegesitan dan kegembiraan sedemikian rupa, sehingga karena kecepatannya, tali kekangnya tak dapat ditahan dan di jalan tak dapat disusul. Jabir mengabarkannya.