Pertanyaan
Al-Maktubat · hlm. 385
Ulama mutakalimin membungkus alam dalam gelar ringkas kemungkinan dan kebaharuan (hudûts), lalu secara pikiran naik ke atasnya, kemudian membuktikan keesaan. Sebagian ahli tasawuf, untuk meraih kehadiran penuh di dalam tauhid, berkata "Lâ masyhûda illâ Hû", melupakan alam semesta, menarik tabir pelupaan ke atasnya, lalu menemukan kehadiran penuh. Dan sebagian lain, untuk menemukan tauhid hakiki dan kehadiran penuh, berkata "Lâ maujûda illâ Hû", membungkus alam semesta ke dalam khayal, melemparkannya ke ketiadaan, lalu menemukan kehadiran penuh. Padahal engkau menunjukkan dalam Al-Qur'an suatu jalan raya besar yang di luar tiga jalan ini. Dan sebagai syiarnya engkau berkata "Lâ ma'bûda illâ Hû" dan "Lâ maqshûda illâ Hû". Tunjukkanlah secara ringkas satu bukti dan satu jalan singkat tentang tauhid dari jalan raya ini.