Petikan Kelima
Al-Maktubat · hlm. 274
قُدْرَتُهُ ف۪ى ذَاكَ...الخ Maknanya ialah: Kudrat Ilahi menampakkan keagungan rububiyah-Nya di alam terbesar. Adapun rahmat rabbâni menata nikmat-nikmat pada manusia yang merupakan alam terkecil. Yakni kudrat Sang Pembuat, dari sisi kebesaran dan kemuliaan, mengadakan alam raya dalam bentuk istana megah sedemikian rupa sehingga; menyepuh matahari sebagai lampu listrik besar, bulan sebagai pelita, dan bintang-bintang sebagai lilin dengan buah-buahnya. Dan menjadikan wajah bumi sebuah meja, ladang, kebun, permadani; gunung-gunung sebagai gudang, tiang, benteng; dan demikianlah, menjadikan segala sesuatu dalam skala besar sebagai perlengkapan istana besar itu, lalu menampakkan keagungan rububiyah-Nya secara gemilang; demikian pula dari sisi keindahan, rahmat-Nya memberikan beragam nikmat kepada setiap makhluk berruh hingga makhluk hidup terkecil, menatanya dengan nikmat itu.. menghiasnya dari ujung ke ujung dengan nikmat, memperindahnya dengan kelembutan dan kedermawanan, lalu menampilkan keindahan rahmat-Nya dengan lisan-lisan kecil itu di hadapan keagungan kemuliaan itu. Yakni: tatkala benda-benda besar seperti matahari dan Arasy berkata dengan lisan keagungan "Yâ Jalîl, yâ Kabîr, yâ 'Azhîm"; makhluk-makhluk hidup kecil seperti lalat dan ikan pun, dengan lisan rahmat, berkata "Yâ Jamîl, yâ Rahîm, yâ Kerim", lalu menambahkan alunan lembut mereka ke musika besar itu, memaniskannya. Mungkinkah ada sesuatu selain Sang Jalîl Dzul-Jamâl dan Sang Jamîl Dzul-Jalâl yang dapat ikut campur dengan sendirinya dalam penciptaan alam terbesar dan terkecil ini? Mahasuci Allah!..