Risale-i NurAl-Maktubat

Sumber kedua, yaitu kemudahan kesatuan:

Al-Maktubat · hlm. 290

Yakni pekerjaan yang dengan asas kesatuan berlangsung dari satu pusat, satu tangan, satu hukum; memberikan kemudahan yang teramat tinggi. Jika ia tersebar ke banyak pusat, banyak hukum, dan banyak tangan, ia menimbulkan kesulitan. Misalnya: sebagaimana jika perlengkapan seluruh prajurit sebuah pasukan dibuat dari satu pusat, dengan satu hukum, dengan perintah satu panglima teragung; ia semudah satu prajurit. Jika perlengkapan mereka dibuat di pabrik dan pusat yang berbeda-beda; maka seluruh pabrik militer yang diperlukan untuk membekali satu pasukan, diperlukan untuk membekali satu prajurit saja. Berarti jika bersandar pada kesatuan; satu pasukan semudah satu prajurit. Jika tak ada kesatuan; satu prajurit menimbulkan kesulitan sebanyak satu pasukan dari sisi asas perbekalan. Dan jika kepada buah sebuah pohon — dari sisi kesatuan — diberikan zat kehidupan dengan bersandar pada satu pusat, satu hukum, satu akar; ribuan buah semudah satu buah. Jika setiap buah diikat ke pusat yang berbeda dan zat kehidupannya dikirim dari tempat yang berbeda; setiap buah menimbulkan kesulitan sebanyak seluruh pohon. Sebab zat kehidupan yang diperlukan seluruh pohon, diperlukan pula bagi setiap buah.

Nah, seperti kedua perumpamaan ini, وَلِلّٰهِ الْمَثَلُ اْلاَعْلٰى karena Sang Pembuat alam raya ini adalah Wâhid lagi Ahad, Ia bekerja dengan kesatuan; dan karena bekerja dengan kesatuan, segala sesuatu semudah satu benda. Dan Ia dapat menjadikan satu benda seberharga seluruh benda dari sisi seni. Dan dengan mengadakan individu tak terhingga dalam bentuk yang teramat berharga; dengan lisan keberlimpahan tak terhingga dan kemurahan tak berhingga yang tampak ini, Ia menunjukkan kedermawanan mutlak-Nya serta menampakkan kemurahan tak terhingga dan kreativitas tak terbatas-Nya.