Risale-i NurAl-Maktubat

Surat Keenam (Altıncı Mektup)

Al-Maktubat · hlm. 20

بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪ سَلاَمُ اللّٰهِ وَ رَحْمَتُهُ وَ بَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمَا وَ عَلٰٓى اِخْوَانِكُمَا مَادَامَ الْمَلَوَانِ وَ تَعَاقَبَ الْعَصْرَانِ وَ مَادَارَ الْقَمَرَانِ وَ اسْتَقْبَلَ الْفَرْقَدَانِ

Wahai saudara-saudaraku yang gigih, sahabat-sahabatku yang penuh hamiyah, dan sumber-sumber penghiburanku di negeri keterasingan yang disebut dunia ini! Karena Allah telah menjadikan kalian turut mengambil bagian dalam makna-makna yang Dia anugerahkan kepada pikiranku; sudah pasti menjadi hak kalian pula untuk turut mengambil bagian dalam perasaan-perasaanku. Agar tidak terlampau menyedihkan hati kalian, akan kusingkirkan bagian yang paling pedih dari kepiluan perpisahan dalam keterasinganku, dan hanya kukisahkan sebagiannya kepada kalian. Yaitu demikian:

Sudah dua-tiga bulan ini aku benar-benar tinggal dalam kesendirian. Kadang-kadang, dalam lima belas hingga dua puluh hari, sekali barulah ada seorang tamu di sisiku. Pada waktu-waktu selebihnya, aku seorang diri. Lagi pula, sudah hampir dua puluh hari, para penghuni gunung tiada lagi di dekatku; mereka telah berpencar...

Maka pada waktu malam, di pegunungan yang terasing sunyi ini; dalam keheningan tanpa suara, tanpa bunyi, hanya di tengah gemersik pepohonan yang mendayu pilu, aku mendapati diriku berada di dalam lima keterasingan yang berlainan warna, yang satu terkandung di dalam yang lain: