Risale-i NurAl-Maktubat

Yang Keenam dan Terpenting

Al-Maktubat · hlm. 405

Mimpi yang benar telah mencapai derajat haqqul-yaqin bagiku, dan dengan amat banyak pengalamanku telah menjadi suatu hujah pasti bahwa takdir Ilahi meliputi segala sesuatu. Ya, mimpi-mimpi ini bagiku — terutama dalam beberapa tahun ini — telah mencapai derajat sedemikian sehingga: misalnya peristiwa terkecil yang akan menimpaku esok, muamalah yang paling tak penting, bahkan percakapan yang paling biasa, telah pasti bagiku bahwa ia tertulis dan telah ditentukan sebelum datang, dan dengan melihatnya pada malam hari, aku membacanya bukan dengan lidahku, melainkan dengan mataku. Bukan sekali, bukan seratus, melainkan mungkin seribu kali; pada malam hari, sementara aku sama sekali tak memikirkannya, sebagian orang yang kulihat atau persoalan yang kubicarakan keluar persis dengan sedikit tabir pada siang hari malam itu. Artinya, peristiwa yang paling parsial pun, sebelum terjadi, telah terikat dan tertulis. Artinya, tak ada kebetulan, peristiwa tak datang tanpa aturan, mereka tak tanpa keteraturan.