Yang Pertama
Al-Maktubat · hlm. 14
Beberapa hari yang lampau, seorang tamuku mengajukan pertanyaan kepadaku. Adapun inti pertanyaan yang mengandung syubhat itu ialah demikian: Surga dan Neraka teramat jauh letaknya. Baiklah, ahli Surga — dengan karunia Ilahi — terbang laksana kilat dan buraq, melintasi hasyr, lalu menuju Surga. Akan tetapi ahli Neraka — dengan tubuh-tubuh mereka yang berat, dan di bawah timbunan beban dosa-dosa yang besar lagi berat — bagaimanakah mereka akan sampai? Dengan wasilah apakah?
Maka inilah yang terlintas dalam benak: Sebagaimana, umpamanya, andai di Amerika segenap bangsa diundang ke suatu kongres umum, niscaya setiap bangsa akan menaiki kapal besarnya, lalu berangkat ke sana. Demikian pula: bola bumi — yang telah terbiasa menempuh perjalanan panjang sepanjang dua puluh lima ribu tahun dalam satu tahun di tengah samudra alam semesta — mengangkut penduduknya, berangkat, lalu menumpahkan mereka di padang mahsyar. Lagi pula — dengan petunjuk bahwa pada setiap tiga puluh tiga meter suhu bertambah satu derajat — bumi itu menuangkan ke dalam Neraka apinya, yang mengandung dua ratus ribu derajat panas, selaras dengan derajat panas api Neraka yang berada di pusat bumi sebagaimana diterangkan oleh hadis, dan yang menurut riwayat hadis menjalankan sebagian tugas Neraka Besar di dunia dan di alam barzakh; kemudian, dengan perintah Ilahi, ia berubah menjadi suatu wujud yang lebih elok lagi kekal, dan menjadi sebuah manzilah dari alam akhirat.