Segi Ketiga:
Susunan dan butir-butir hikmah kalimat:
ﻭَﻋَﻠَّﻢَ ﺍٰﺩَﻡَ الْاَسْمَٓاءَ ﻛُﻠَّﻬَﺎ
Yakni Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq Membentuk Adam (as) dengan fitrah luhur yang memuat dasar-dasar segala kesempurnaan, Menciptakannya dengan kesiapan tinggi sebagai ladang bagi benih-benih segala keagungan, serta Melengkapinya dengan nurani luhur yang meliputi segala yang ada dan sepuluh daya rasa yang mencakup semuanya. Melalui ketiga keunggulan ini, Dia Menyiapkannya untuk mempelajari seluruh hakikat segala sesuatu, kemudian Mengajarkan semua nama kepadanya. Jadi, ﻭ pada awal kalimat ini menunjuk ketiga kalimat yang diperkirakan tidak disebut itu.
ﻋَﻠَّﻢَ: Dipilihnya kata ini menunjuk tingginya nilai ilmu, tingkatan nilainya yang tinggi, dan kedudukannya sebagai poros kekhalifahan. Ia juga mengisyaratkan bahwa nama-nama bersifat tauqifi, yakni diberitahukan oleh Pemberi Syariat. Hubungan penetapan yang diikuti antara nama dan yang dinamai memang meneguhkan hal ini. Ia juga mengisyaratkan bahwa mukjizat merupakan Tindakan Allah سُبْحَانَهُ tanpa perantara. Namun, menurut para filsuf, hal-hal luar biasa merupakan perbuatan ruh-ruh yang luar biasa.
ﺍٰﺩَﻡَ: Pribadi yang telah dikenal, pemilik bola bumi yang kekhalifahannya dikehendaki dan diberi nama Adam. Disebutnya namanya secara terang dimaksudkan untuk memuliakan dan memperkenalkannya.
الْاَسْمَٓاءَ: Tanda-tanda yang membedakan dan menentukan segala sesuatu, seperti nama, sifat, dan ciri; atau bahasa-bahasa yang terbagi di antara manusia.
ﻋَﺮَﺿَﻬُﻢْ: Walaupun yang diperlihatkan ialah benda-benda, kembalinya kata ganti kepada nama-nama menunjuk pendirian Ahlus Sunnah yang menyatakan bahwa nama adalah yang dinamai itu sendiri.
ﻛُﻠَّﻬَﺎ: Menunjuk bahwa keistimewaan Adam atas malaikat serta sebab dan dasar malaikat tidak mampu menandinginya ialah keseluruhan nama-nama. Adapun sebagian nama, bahkan sebagian besarnya, juga diketahui malaikat.
ﺛُﻢَّ ﻋَﺮَﺿَﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﻠٰٓﺌِﻜَﺔِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍَﻧْﺒِﺌُﻮﻧ۪ﻰ ﺑِﺎَﺳْﻤَٓﺎﺀِ هٰٓؤُلَٓاءِ ﺍِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺻَﺎﺩِﻗ۪ﻴﻦَ ﺛُﻢَّ:
Karena menyatakan jeda dan jarak jauh, menunjuk perkiraan berikut:
ﻫُﻮَ ﺍَﻛْﺮَﻡُ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﺍَﺣَﻖُّ بِالْخِلَافَةِ.
Yakni, “Adam lebih mulia daripada kalian serta lebih berhak dan layak bagi kekhalifahan.”
ﻋَﺮَﺿَﻬُﻢْ: Sebagaimana gulungan kain dibuka dan diperlihatkan kepada pembeli, jenis-jenis benda pun dibentangkan dan diperlihatkan kepada pandangan malaikat. Dari ungkapan ini muncul isyarat bahwa segala yang ada merupakan milik orang yang memahami dan mengetahui. Ia mengambilnya dengan ilmu, meraihnya dengan nama, dan memilikinya melalui gambaran bentuk-bentuknya.
ﻫُﻢْ merupakan kiasan bagi kelompok maskulin dan berakal. Di sini, melalui pengutamaan serta pencakupan maskulin atas feminin dan yang berakal atas yang tidak berakal, ia dikembalikan secara majas kepada jenis-jenis benda. Dari segi ini, dalam kata ﻫُﻢْ terdapat satu majas dan dua taghlib. Sebab yang mengharuskan majas dan kedua taghlib itu ialah gaya yang ditunjukkan kata ﻋَﺮَﺽَ. Sebab, diperlihatkannya jenis-jenis benda kepada malaikat menyerupai pemandangan parade maknawi. Diketahui bahwa yang melakukan parade adalah manusia maskulin dan berakal. Karena itu, di sini diperlukan dua taghlib dan, sebagai akibatnya, satu majas.
ﻋَﻠٰﻰ: Menunjuk bahwa yang diperlihatkan adalah bentuk-bentuk yang terukir pada lauh yang luhur.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ لَا ﻋِﻠْﻢَ ﻟَﻨَٓﺎ اِلَّا ﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﺘَﻨَٓﺎ ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻌَﻠ۪ﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ ﻭَﺍٰﺧِﺮُ ﺩَﻋْﻮٰﻳﻬُﻢْ ﺍَﻥِ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤ۪ﻴﻦَ
Catatan: Tanpa pilihanku, dengan cara di luar kehendakku, seakan pada akhir seluruh Kalimat dan Surat aku dibuat mengucapkan ayat
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ لَا ﻋِﻠْﻢَ ﻟَﻨَٓﺎ اِلَّا ﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﺘَﻨَٓﺎ ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻌَﻠ۪ﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ
ini. Sekarang aku memahami bahwa tafsirku pun berakhir dengan ayat ini. Jadi, insyaallah semua Kalimat merupakan tafsir hakiki dan saluran-saluran dari lautan ayat ini. Pada akhirnya semuanya kembali bermuara ke lautan itu. Pada penutup tafsir ini, seakan setiap Kalimat secara maknawi bermula dari ayat ini. Jadi, sejak waktu itu selama dua puluh tahun aku masih menafsirkan ayat ini; belum dapat kuselesaikan sehingga aku dapat menulis jilid kedua tafsir.
Said Nursî
Dengan Bantuan dan Pertolongan Allah سُبْحَانَهُ, aku menyelesaikan terjemahan ini, baik ataupun kurang baik, melampaui harapan dan kemampuanku. Kekurangannya banyak dan perlu diperbaiki oleh penulis. Memang hanya dengan bantuannya aku dapat mencapai sebanyak ini. Jika tidak, menerjemahkan tafsir yang menjelaskan secara singkat dan padat kemukjizatan dalam ungkapan ringkas pada susunan Al-Qur'an ini dengan pikiran redup dan buta bukanlah kemampuan Abdülmecid. Sekali lagi, bantuan dari kasih sayangnya yang sangat besar tiba, dan aku berhasil menyelesaikannya.
Adik penulis dan murid Nur
Abdülmecid