Risalah Nur — Bahasa Indonesia

KALIMAT KEDUA PULUH DUA

Kalimat-Kalimat · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

KALIMAT KEDUA PULUH DUA

Terdiri atas dua maqam

Maqam Pertama

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ ﻭَﻳَﻀْﺮِﺏُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ الْاَمْثَالَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُﻭﻥَ ٭ ﻭَ ﺗِﻠْﻚَ الْاَمْثَالُ ﻧَﻀْﺮِﺑُﻬَﺎ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺘَﻔَﻜَّﺮُﻭﻥَ Pada suatu waktu, dua orang mandi dalam kolam. Di bawah suatu pengaruh yang luar biasa, mereka kehilangan kesadaran. Ketika membuka mata, mereka melihat bahwa mereka telah dibawa ke alam yang menakjubkan; alam yang, karena keteraturannya yang sempurna, seperti suatu negeri, bahkan seperti kota, bahkan seperti istana. Dengan ketakjuban yang sangat besar, mereka memandang sekeliling. Mereka melihat bahwa, dari suatu segi, alam itu tampak sebagai alam yang besar; dari segi lain, negeri yang teratur; dari segi lain, kota yang sempurna; dan dari segi lain, istana yang memuat alam yang sangat megah. Mereka berjalan serta berkeliling memandang alam menakjubkan ini. Mereka melihat sebagian makhluk berbicara dengan suatu cara, tetapi keduanya tidak mengetahui bahasa mereka. Hanya dari isyarat mereka dapat dipahami bahwa mereka melakukan pekerjaan penting serta menjalankan tugas penting. Salah satu dari kedua orang itu mengatakan kepada sahabatnya, "Tentu alam menakjubkan ini memiliki seorang pengatur, negeri yang teratur ini memiliki seorang pemilik, kota yang sempurna ini memiliki seorang pemilik, dan istana yang dibuat dengan terampil ini memiliki seorang pembuat. Kita harus berusaha dan mengenalnya. Sebab, dapat dipahami bahwa dialah yang membawa kita ke sini. Jika tidak mengenalnya, siapa yang akan menolong kita? Apa yang dapat kita harapkan dari makhluk-makhluk tak berdaya ini, yang bahasanya tidak kita ketahui dan yang tidak mendengarkan kita? Seseorang yang menjadikan alam besar seperti negeri, seperti kota, serta seperti istana, lalu memenuhinya seluruhnya dengan hal-hal luar biasa, menghiasinya dengan berbagai hiasan, serta melengkapinya dengan mukjizat-mukjizat yang memberi pelajaran, tentu menginginkan sesuatu dari kita serta dari mereka yang datang ke sini. Kita harus mengenalnya; kita juga perlu mengetahui apa yang diinginkannya." Orang yang lain mengatakan, "Saya tidak percaya bahwa ada seseorang seperti yang engkau ceritakan, yang seorang diri mengatur seluruh alam ini." Sahabatnya menjawab, "Jika tidak mengenalnya dan tidak peduli, sama sekali tidak ada manfaatnya; jika ada bahaya, bahaya itu sangat besar. Jika berusaha mengenalnya, kesulitannya sangat ringan; jika ada manfaat, manfaatnya sangat besar. Karena itu, sama sekali tidak masuk akal bersikap tidak peduli kepadanya." Orang yang sembrono itu mengatakan, "Saya menemukan seluruh kenyamanan serta kesenangan saya dengan tidak memikirkannya. Saya juga tidak akan mengurusi hal-hal yang tidak dapat diterima akal saya seperti ini. Seluruh pekerjaan ini terjadi secara kebetulan, bercampur kacau, dan berjalan sendiri; apa urusan saya?"Sahabatnya yang berakal mengatakan kepadanya, "Sikapmu yang membangkang ini akan membawa saya, bahkan mungkin banyak orang, ke dalam bencana. Kadang, karena satu orang yang tidak beradab, suatu negeri hancur." Orang yang sembrono itu kembali mengatakan, "Buktikanlah dengan pasti kepada saya bahwa negeri besar ini memiliki satu pemilik serta satu pembuat, atau jangan ganggu saya." Sahabatnya menjawab, "Karena sikap keras kepalamu telah mencapai tingkat gila, dan dengan sikapmu itu engkau akan menjerumuskan kita, bahkan mungkin negeri ini, ke dalam hukuman yang menghancurkan, saya akan menunjukkan kepadamu melalui dua belas bukti bahwa alam seperti istana ini dan negeri seperti kota ini memiliki satu pembuat. Pembuat itu seorang diri mengatur segala sesuatu. Ia tidak memiliki kekurangan dari segi mana pun. Pembuat yang tidak terlihat oleh kita itu melihat kita serta segala sesuatu dan mendengar perkataannya. Seluruh pekerjaannya adalah mukjizat dan keajaiban. Seluruh makhluk yang kita lihat ini, yang bahasanya tidak kita ketahui, adalah petugas-petugasnya."

BUKTI PERTAMA

Mari, pandanglah setiap sisi dan perhatikan segala sesuatu! Di dalam seluruh pekerjaan ini, suatu tangan tersembunyi bekerja. Sebab, lihatlah, sesuatu sebesar biji yang tidak memiliki kekuatan sebesar satu dirham {(Catatan kaki): Mengisyaratkan biji-biji yang membawa pohon di atas kepalanya.} mengangkat beban ribuan batman. Sesuatu yang tidak memiliki kesadaran sebesar zarah {(Catatan kaki): Mengisyaratkan tumbuhan-tumbuhan lembut, seperti batang anggur yang tidak dapat naik sendiri dan tidak dapat menahan berat buah, yang mengulurkan tangan-tangan lembut ke pohon lain, membelit, serta bertumpu padanya.} melakukan pekerjaan yang sangat penuh hikmah. Jadi, mereka tidak bekerja sendiri. Ada pemilik kekuatan tersembunyi yang membuat mereka bekerja. Jika bekerja sendiri, setiap pekerjaan di seluruh negeri yang kita lihat ini harus merupakan mukjizat, dan setiap benda harus merupakan keajaiban yang menghasilkan mukjizat. Ini adalah penalaran yang menyesatkan.

BUKTI KEDUA

Mari, perhatikan hal-hal yang menghiasi seluruh dataran, lapangan, serta kediaman ini! Pada setiap hal terdapat pekerjaan yang memberitakan pribadi tersembunyi itu. Seolah setiap hal memberitakannya seperti tanda tangan serta cap. Lihatlah di depan matamu, apa yang ia lakukan dari satu dirham kapas {(Catatan kaki): Mengisyaratkan benih. Misalnya, benih opium sebesar zarah, biji aprikot sebesar dirham, dan biji melon membawa dari khazanah Rahmat serta menyajikan kepada kita daun yang ditenun lebih indah daripada kain wol; bunga yang lebih putih dan kuning daripada kain katun; serta buah yang lebih manis daripada manisan, lebih lembut, lebih lezat, dan lebih manis daripada bola-bola daging serta makanan kaleng.}. Lihatlah, berapa gulung kain wol, kain katun, serta kain berbunga keluar! Lihatlah, betapa banyak manisan serta bola-bola manis yang dibuat darinya, cukup bila ribuan orang seperti kita mengenakan dan memakannya. Lihatlah pula, ia mengambil besi, tanah, air, batu bara, tembaga, perak, serta emas ini dalam telapak tangannya yang tak terlihat, lalu membuat sepotong daging {(Catatan kaki): Mengisyaratkan penciptaan tubuh hewan dari unsur-unsur serta penciptaan makhluk hidup dari nutfah.}; pandanglah dan lihatlah. Wahai orang yang tidak berakal! Pekerjaan ini hanya milik pribadi yang membuat seluruh negeri ini, dengan seluruh bagiannya, berada di bawah mukjizat kekuatannya dan tunduk kepada setiap keinginannya.

BUKTI KETIGA

Mari, pandanglah karya-karya seni langka yang bergerak ini! {(Catatan kaki): Mengisyaratkan hewan serta manusia. Sebab, hewan adalah daftar kecil alam ini, dan hakikat manusia adalah contoh kecil seluruh alam ini; seolah segala sesuatu dalam alam memiliki contoh pada manusia.} Masing-masing dibuat dengan cara yang hampir merupakan salinan kecil istana besar ini. Segala yang terdapat dalam seluruh istana ini terdapat pada mesin-mesin bergerak yang sangat kecil itu. Mungkinkah seseorang selain pembuat istana ini datang dan memuat istana menakjubkan ini dalam mesin kecil? Mungkinkah suatu mesin sebesar kotak, yang memuat seluruh alam, merupakan pekerjaan yang kebetulan atau sia-sia? Jadi, seluruh mesin langka yang terlihat oleh mata merupakan cap pribadi tersembunyi itu. Bahkan, mereka merupakan penyeru serta lembar pengumuman. Melalui bahasa keadaan, mereka mengatakan, "Kami adalah karya seni pribadi yang dapat membuat seluruh alam kami dengan mudah, sebagaimana ia membuat serta menciptakan kami dengan mudah."

BUKTI KEEMPAT

Wahai sahabat yang keras kepala! Mari, saya akan memperlihatkan yang lebih menakjubkan kepadamu. Lihatlah, seluruh pekerjaan serta benda di negeri ini telah berubah dan terus berubah; mereka tidak tetap dalam satu keadaan. Perhatikanlah bahwa benda-benda tak bernyawa serta kotak-kotak tanpa perasaan yang kita lihat ini mengambil rupa penguasa mutlak. Seolah setiap benda menguasai segala benda. Pandanglah mesin di sisi kita ini {(Catatan kaki): Mesin mengisyaratkan pohon-pohon berbuah. Sebab, seolah membawa ratusan alat tenun serta pabrik pada cabang-cabangnya yang tipis, mereka menenun, menghias, mematangkan, serta mengulurkan kepada kita daun, bunga, serta buah yang menakjubkan. Padahal, pohon-pohon megah seperti pinus dan cedar memasang alat tenunnya pada batu kering dan terus bekerja.}: ia seolah memerintah. Keperluan serta bahan yang dibutuhkan untuk hiasan dan pekerjaannya berlari datang dari tempat-tempat jauh. Pandanglah di sana, benda tanpa kesadaran itu {(Catatan kaki): Mengisyaratkan biji-bijian, benih, serta benih kecil lalat. Misalnya, seekor lalat meninggalkan telurnya pada daun pohon elm. Seketika pohon elm yang besar itu mengubah daunnya menjadi rahim ibu, ayunan, serta gudang penuh makanan seperti madu bagi telur-telur tersebut. Seolah pohon yang tidak berbuah itu menghasilkan buah-buah berjiwa dengan cara ini.} seakan memberi suatu isyarat dan membuat benda paling besar menjadi pelayannya serta bekerja untuk urusannya. Bandingkan hal-hal lain dengan semuanya ini. Seolah setiap benda menundukkan makhluk-makhluk di seluruh alam ini. Jika tidak menerima pribadi tersembunyi itu, engkau harus memberikan seluruh keahlian, seni, serta kesempurnaannya satu per satu kepada setiap batu, tanah, hewan, serta makhluk yang menyerupai manusia dalam negeri ini. Sebagai ganti satu pribadi yang menghasilkan mukjizat, yang dipandang jauh oleh akalmu, harus ada miliaran pribadi seperti itu yang menghasilkan mukjizat, saling berlawanan, saling menyerupai, serta berada satu di dalam yang lain, tanpa merusak keteraturan ini dan tanpa mengacaukan keadaan. Padahal, bila dua jari ikut campur dalam negeri besar ini, mereka mengacaukannya. Sebab, bila ada dua kepala dalam suatu desa, dua gubernur dalam suatu kota, atau dua raja dalam suatu negeri, mereka mengacaukannya. Bagaimana mungkin penguasa mutlak yang tak terhitung berada bersama!

BUKTI KELIMA

Wahai sahabat yang waswas! Mari, perhatikan ukiran istana besar ini, pandanglah hiasan seluruh kota ini, lihatlah pengaturan seluruh negeri ini, dan renungkan seni seluruh alam ini! Lihatlah, jika pena pribadi tersembunyi yang memiliki mukjizat serta keahlian tanpa batas tidak bekerja, dan ukiran-ukiran ini diserahkan kepada sebab-sebab lain yang tanpa kesadaran, kebetulan yang buta, serta alam yang tuli, saat itu setiap batu dan setiap tumbuhan negeri ini harus menjadi pengukir yang menghasilkan mukjizat serta penulis yang luar biasa, yang dapat menulis seribu kitab dalam satu huruf dan memuat jutaan karya seni dalam satu ukiran. Sebab, pandanglah ukiran pada batu-batu ini {(Catatan kaki): Mengisyaratkan manusia, buah pohon penciptaan, serta buah yang membawa rancangan dan daftar pohonnya sendiri. Sebab, apa pun yang ditulis Pena Kudrat dalam kitab besar alam, ringkasannya telah ditulis dalam hakikat manusia. Apa pun yang ditulis Pena Takdir pada pohon sebesar gunung, telah dimuatnya juga dalam buah sebesar kuku.}. Dalam setiap batu terdapat ukiran seluruh istana, hukum-hukum pengaturan seluruh kota, serta rancangan susunan seluruh negeri. Jadi, membuat ukiran-ukiran ini sama luar biasanya dengan membuat seluruh negeri. Maka, setiap ukiran serta setiap karya seni merupakan lembar pengumuman serta segel pribadi tersembunyi itu. Karena satu huruf tidak mungkin tidak menunjukkan penulisnya, dan ukiran yang terampil tidak mungkin tidak memberitahukan pengukirnya, bagaimana pengukir yang menulis kitab besar dalam satu huruf dan mengukir seribu ukiran dalam satu ukiran tidak dikenal melalui kitab serta ukirannya sendiri?

BUKTI KEENAM

Mari, kita akan pergi ke dataran luas ini {(Catatan kaki): Mengisyaratkan muka bumi pada musim semi dan musim panas. Sebab, ratusan ribu golongan makhluk yang berbeda diciptakan bersama, satu di dalam yang lain, serta ditulis di muka bumi. Mereka diganti tanpa salah dan tanpa kekurangan, dengan keteraturan yang sempurna. Ribuan hidangan Ar-Rahmân dibuka, diangkat, dan datang kembali dengan segar. Setiap pohon menjadi pembawa nampan, dan setiap kebun menjadi panci besar.}. Di dataran itu ada gunung tinggi. Kita akan naik ke atasnya agar seluruh sekeliling terlihat. Kita juga akan membawa teropong-teropong bagus yang mendekatkan segala sesuatu. Sebab, pekerjaan menakjubkan terjadi dalam negeri menakjubkan ini. Pada setiap jam terjadi pekerjaan yang sama sekali tidak terlintas dalam pikiran kita. Lihatlah, gunung-gunung, dataran-dataran, serta kota-kota ini berubah seketika. Betapa mereka berubah: jutaan pekerjaan yang berada satu di dalam yang lain berubah dengan sangat teratur. Pergantian yang amat menakjubkan terjadi, seolah jutaan kain berbeda ditenun bersama, satu di dalam yang lain. Lihatlah, benda-benda berbunga yang begitu akrab dan kita kenal itu telah hilang. Secara teratur, benda lain yang serupa hakikatnya tetapi berbeda rupanya datang ke tempat mereka. Seolah dataran serta gunung-gunung ini adalah halaman-halaman, dan ratusan ribu kitab berbeda ditulis di dalamnya, tanpa salah serta tanpa kekurangan. Pekerjaan ini mustahil seratus tingkat terjadi sendiri. Ya, pekerjaan yang sangat terampil serta teliti ini mustahil seribu tingkat terjadi sendiri; mereka memperlihatkan senimannya lebih daripada diri mereka sendiri. Pribadi yang melakukan semuanya juga menghasilkan mukjizat sedemikian rupa, sehingga tidak ada pekerjaan yang berat baginya. Menulis seribu kitab semudah satu huruf baginya. Selain itu, pandanglah setiap sisi: dengan hikmah sedemikian rupa ia menempatkan setiap benda pada tempatnya, dan dengan begitu memuliakan ia memberi setiap orang kebaikan yang layak baginya; dengan begitu gemar memberi karunia ia membuka tabir-tabir serta pintu-pintu umum yang memenuhi keinginan setiap orang; dan dengan begitu gemar memberi dengan murah hati ia menyediakan hidangan, sehingga bagi penduduk, hewan, serta setiap golongan negeri ini diberikan nampan nikmat yang khusus dan layak baginya, bahkan khusus bagi setiap pribadi dengan nama serta rupanya. Adakah sesuatu di dunia yang lebih mustahil daripada adanya pekerjaan kebetulan di dalam pekerjaan-pekerjaan yang kita lihat ini, atau semuanya sia-sia serta tak berguna, atau banyak tangan ikut campur, atau pembuatnya tidak berdaya atas segala sesuatu, atau segala sesuatu tidak tunduk kepadanya! Wahai sahabat! Jika berani, temukan alasan untuk membantahnya!

BUKTI KETUJUH

Wahai sahabat! Mari, kini kita tinggalkan hal-hal juz'i ini dan perhatikan keadaan bagian-bagian alam menakjubkan berbentuk istana ini terhadap satu sama lain. Lihatlah, pekerjaan-pekerjaan menyeluruh dilakukan dan perubahan-perubahan umum terjadi dalam alam ini dengan keteraturan sedemikian rupa, sehingga seolah semua batu, tanah, pohon, serta setiap benda dalam seluruh istana memperhatikan seluruh tata aturan alam ini seperti pelaku yang memiliki pilihan, lalu bertindak sesuai dengannya. Hal-hal yang paling jauh satu sama lain berlari saling menolong. Lihatlah, suatu kafilah menakjubkan {(Catatan kaki): Kafilah tumbuhan serta pohon yang mengangkut bekal seluruh hewan.} datang dari tempat tak terlihat. Keledai-keledainya menyerupai pohon, tumbuhan, serta gunung. Mereka mengangkut nampan-nampan bekal di atas kepala. Lihatlah, mereka membawa bekal hewan-hewan berbeda yang menanti di sisi ini. Lihatlah pula, lampu listrik besar pada kubah ini {(Catatan kaki): Lampu listrik besar itu mengisyaratkan matahari.}, selain memberi mereka cahaya, juga memasak seluruh makanan mereka dengan sangat indah. Makanan yang akan dimasak hanya digantung pada tali-tali {(Catatan kaki): Tali serta makanan yang digantung padanya ialah cabang-cabang pohon yang tipis serta buahnya yang lezat.} oleh suatu tangan tak terlihat, lalu dihadapkan kepadanya. Pandanglah pula ke sisi ini: pada bagian depan kepala hewan-hewan kecil yang malang, lemah, kurus, serta tidak bertenaga ini terpasang dua pompa kecil penuh makanan yang lembut {(Catatan kaki): Dua pompa kecil mengisyaratkan payudara para ibu.}, seperti dua mata air; makhluk tak bertenaga itu hanya perlu menempelkannya pada mulut. Kesimpulannya,

segala benda dalam seluruh alam ini saling menolong seolah saling memandang; mereka bergandengan tangan seolah saling melihat. Mereka bahu-membahu untuk menyempurnakan pekerjaan satu sama lain. Mereka saling menopang dan bekerja bersama. Bandingkan segala sesuatu dengan hal ini; semuanya tidak habis dihitung. Seluruh keadaan ini memperlihatkan dengan kepastian setingkat dua kali dua adalah empat bahwa segala sesuatu tunduk kepada pembuat istana menakjubkan ini, yakni pemilik alam yang asing ini. Segala sesuatu bekerja untuknya. Segala sesuatu seperti prajurit yang menaati perintahnya. Segala sesuatu berputar dengan kekuatannya. Segala sesuatu bergerak dengan perintahnya. Segala sesuatu diatur dengan hikmahnya. Segala sesuatu saling membantu dengan kemurahannya. Segala sesuatu berlari menolong yang lain dengan belas kasihnya, yakni dibuat berlari. Wahai sahabat! Jika berani, ucapkan sesuatu untuk membantahnya!

BUKTI KEDELAPAN

Mari, wahai sahabat yang tidak berakal, yang seperti nafsuku menyangka dirinya berakal! Engkau tidak ingin mengenal pemilik istana megah ini! Padahal, segala sesuatu memperlihatkannya, menunjukkannya, serta bersaksi tentangnya. Bagaimana engkau mendustakan kesaksian seluruh benda ini? Maka, ingkari pula istana ini, katakan, "Tidak ada alam, tidak ada negeri," dan ingkari dirimu sendiri serta lenyaplah. Atau, sadarlah dan dengarkan saya! Lihatlah, ada unsur-unsur serta bahan yang seragam dalam istana ini, yang meliputi negeri {(Catatan kaki): Unsur-unsur serta bahan mengisyaratkan udara, air, cahaya, dan tanah, yang memiliki banyak tugas teratur; berlari menolong setiap yang membutuhkan dengan Izin Rabbani; masuk ke setiap tempat, memberi pertolongan, menyediakan kebutuhan kehidupan, dan menyusui makhluk hidup dengan Perintah Ilahi; serta menjadi asal, sumber lahirnya, dan ayunan bagi tenunan serta ukiran ciptaan-ciptaan Allah subhânahu.}. Seolah segala yang keluar dari negeri dibuat dari bahan-bahan itu. Jadi, milik siapa bahan-bahan tersebut, miliknya pula segala yang dibuat darinya. Milik siapa ladang, miliknya pula hasil tanaman. Milik siapa laut, miliknya pula segala yang berada di dalamnya. Pandanglah pula, benda-benda yang ditenun, kain-kain berukir yang dianyam ini, dibuat dari satu bahan. Tentu dan dengan jelas, yang mendatangkan, menyiapkan, serta menjadikan bahan itu benang ialah satu pribadi; sebab, pekerjaan itu tidak menerima persekutuan. Maka, seluruh benda yang ditenun dengan penuh seni hanya miliknya. Pandanglah pula, setiap jenis benda yang ditenun serta dibuat ini terdapat di seluruh penjuru negeri. Mereka tersebar bersama seluruh yang sejenisnya; mereka dibuat dan ditenun bersama, satu di dalam yang lain, dengan satu cara dan pada satu saat. Jadi, hal ini adalah pekerjaan satu pribadi dan bergerak dengan satu perintah. Jika tidak, mustahil ada kesepakatan serta kesesuaian seperti ini dalam satu saat, satu cara, satu keadaan, serta satu bentuk bersama. Maka, setiap benda yang dibuat dengan penuh seni ini memperlihatkan pribadi tersembunyi itu seperti lembar pengumumannya. Seolah setiap kain berbunga, setiap mesin yang dibuat dengan penuh seni, dan setiap suapan manis merupakan cap, segel, tanda, serta tanda tangan pribadi yang menampilkan mukjizat itu.Melalui bahasa keadaan, masing-masing mengatakan, "Karya seni siapa saya ini, miliknya pula peti serta toko tempat saya berada." Setiap ukiran mengatakan, "Siapa yang menenun saya, gulungan tempat saya berada juga tenunannya." Setiap suapan manis mengatakan, "Siapa yang membuat serta memasak saya, panci tempat saya berada juga miliknya." Setiap mesin mengatakan, "Siapa yang membuat saya, ia pula yang membuat seluruh benda seperti saya yang tersebar dalam negeri, dan dialah yang menghasilkan kami di seluruh penjuru negeri. Jadi, dialah pemilik negeri. Maka, siapa yang memiliki seluruh negeri serta istana ini, dapat memiliki kami pula." Misalnya, untuk menjadi pemilik sejati satu sabuk amunisi atau satu kancing milik negara, orang harus memiliki seluruh pabrik yang membuatnya. Jika tidak, benda itu akan diambil dari tangan prajurit tak teratur yang banyak bicara itu dengan mengatakan, "Ini milik negara," dan ia dihukum. Kesimpulannya,

sebagaimana unsur-unsur negeri ini merupakan bahan-bahan yang meliputi negeri, pemiliknya hanya dapat satu pribadi yang memiliki seluruh negeri. Demikian pula, karena karya-karya seni yang tersebar di seluruh negeri saling menyerupai serta memperlihatkan satu cap, ciptaan-ciptaan yang tersebar pada seluruh muka negeri menunjukkan bahwa semuanya adalah karya seni satu pribadi yang menguasai setiap benda. Wahai sahabat! Dalam negeri ini, yakni dalam istana megah ini, terdapat tanda kebersatuan serta cap kesatuan; sebab, sebagian benda hanya satu tetapi mencakup semuanya. Sebagian lainnya banyak, tetapi—karena saling menyerupai serta terdapat di setiap sisi—memperlihatkan kesatuan jenis. Kesatuan menunjukkan satu yang tunggal. Maka, pembuatnya, yang memilikinya, empunyanya, serta penciptanya juga harus satu. Selain itu, perhatikanlah bahwa seutas tali tebal keluar dari tabir gaib {(Catatan kaki): Tali tebal mengisyaratkan pohon berbuah; ribuan tali mengisyaratkan cabang-cabangnya; dan intan, tanda, karunia, serta hadiah pada ujung tali mengisyaratkan bagian-bagian bunga serta jenis-jenis buah.}. Lihatlah, kemudian ribuan tali memanjang darinya. Pandanglah ujung setiap tali: terpasang intan, tanda, karunia, serta hadiah. Ia memberikan hadiah sesuai dengan setiap orang. Tahukah engkau betapa gila sikap tidak mengenal serta tidak berterima kasih kepada pribadi yang mengulurkan karunia serta hadiah menakjubkan kepada makhluk-makhluk ini dari balik tabir gaib yang begitu asing? Sebab, jika tidak mengenalnya, engkau terpaksa mengatakan, "Tali-tali ini membuat serta memberikan sendiri intan dan hadiah lain pada ujungnya." Saat itu, engkau harus memberi setiap tali makna seorang raja. Padahal, di depan mata kita, suatu tangan tak terlihat juga membuat tali-tali itu dan memasang hadiah-hadiah padanya. Jadi, dalam seluruh istana ini, segala sesuatu memperlihatkan pribadi yang menampilkan mukjizat itu lebih daripada dirinya sendiri. Jika tidak mengenalnya, engkau akan jatuh seratus tingkat di bawah hewan dengan mengingkari seluruh benda ini.

BUKTI KESEMBILAN

Mari, wahai sahabat yang tidak mempertimbangkan dengan baik! Engkau tidak mengenal pemilik istana ini dan tidak ingin mengenalnya, karena engkau menganggapnya jauh dari kemungkinan. Engkau menyimpang menuju pengingkaran karena tidak dapat menerima seni serta keadaannya yang menakjubkan dengan akal. Padahal, yang benar-benar jauh dari kemungkinan, kesulitan yang sebenarnya, kesukaran yang nyata, serta beban yang mengerikan terletak pada tidak mengenalnya. Sebab, jika mengenalnya, seluruh istana dan alam ini menjadi mudah serta ringan seperti satu benda; hal itu menjadi dasar murahnya harga serta banyaknya persediaan di sini. Jika tidak mengenalnya dan ia tidak ada, saat itu setiap benda menjadi sesulit seluruh istana ini, karena setiap benda memiliki seni sebanyak istana ini. Saat itu, tidak tersisa harga murah ataupun persediaan yang banyak. Bahkan, satu benda yang kita lihat ini tidak akan sampai ke tangan kita, bahkan tidak ke tangan siapa pun. Pandanglah hanya kotak makanan awetan manis yang tergantung pada tali ini {(Catatan kaki): Kotak makanan awetan mengisyaratkan hadiah-hadiah Rahmat seperti melon, semangka, dan delima, yang merupakan makanan awetan Kudrat, serta kelapa, kotak susu.}. Jika tidak keluar dari dapurnya yang tersembunyi dan menampilkan mukjizat, sekalipun kini kita membelinya dengan empat puluh para, kita tidak dapat membelinya dengan seratus lira. Ya, seluruh sikap menganggapnya jauh dari kemungkinan, kesulitan, kesukaran, kebinasaan, bahkan keadaan mustahil, terletak pada tidak mengenalnya. Sebab, sebagaimana suatu pohon diberi kehidupan melalui satu akar, satu hukum, dan satu pusat, ribuan buah terbentuk semudah satu buah. Jika buah-buah pohon itu dihubungkan ke pusat serta akar yang terpisah, melalui hukum yang terpisah, setiap buah menjadi sesulit seluruh pohon. Sebagaimana pula, jika perlengkapan seluruh pasukan keluar dari satu pusat, dengan satu hukum, serta dari satu pabrik, dari segi jumlah hal itu menjadi semudah perlengkapan satu prajurit. Jika perlengkapan setiap prajurit dibuat serta diambil di tempat terpisah, bagi perlengkapan setiap prajurit harus terdapat seluruh pabrik yang dibutuhkan untuk perlengkapan seluruh pasukan. Seperti kedua contoh ini, ketika penciptaan seluruh benda dalam istana teratur, kota sempurna, negeri maju, serta alam megah ini diserahkan kepada satu pribadi, hal itu menjadi begitu mudah dan ringan, sehingga menjadi sebab harga murah, persediaan yang banyak, serta kemurahan tanpa batas yang kita lihat. Jika tidak, setiap benda menjadi begitu mahal serta sulit, sehingga sekalipun dunia diberikan, satu pun tidak dapat diperoleh.

BUKTI KESEPULUH

Mari, wahai sahabat yang mulai sedikit bersikap adil! Kita telah berada di sini selama lima belas hari {(Catatan kaki): Lima belas hari mengisyaratkan lima belas tahun, umur dimulainya tugas agama.}. Jika tidak mengetahui aturan-aturan alam ini dan tidak mengenal rajanya, kita layak dihukum. Kita tidak lagi memiliki alasan. Sebab, mereka tidak mengganggu kita selama lima belas hari, seolah kita diberi tenggang. Tentu kita tidak dibiarkan tanpa aturan. Kita tidak dapat berkeliaran seperti hewan dan merusak di antara ciptaan-ciptaan yang begitu halus, penuh seni, seimbang, indah, serta penuh pelajaran; mereka tidak membiarkan kita merusak. Tentu hukuman pemilik yang agung dari negeri ini juga mengerikan. Pahamilah betapa kuat serta megah pribadi itu melalui hal berikut: ia mengatur alam besar ini seperti istana dan memutarnya seperti roda. Ia mengurus negeri besar ini seperti rumah, tanpa membiarkan sesuatu pun kurang. Lihatlah, dari waktu ke waktu, seperti mengisi serta mengosongkan wadah, ia mengisi istana, negeri, serta kota ini dengan keteraturan yang sempurna, dan mengosongkannya dengan hikmah yang sempurna. Seperti mengangkat serta menurunkan hidangan, seluruh negeri ini dipenuhi berbagai hidangan {(Catatan kaki): Hidangan mengisyaratkan muka bumi pada musim panas; ratusan hidangan Ar-Rahmân yang segar dan berbeda, yang keluar dari dapur Rahmat, dihamparkan serta diganti. Setiap kebun adalah panci besar, dan setiap pohon adalah pembawa nampan.}. Seolah diangkat serta diturunkan oleh suatu tangan tak terlihat, beragam makanan dibawa secara bergiliran dan diberikan untuk dimakan; ia mengangkatnya dan membawa yang lain. Engkau juga melihat, dan jika berakal, memahami bahwa dalam kemegahan mengerikan itu terdapat kemurahan yang memberi tanpa batas. Pandanglah pula, sebagaimana seluruh benda ini bersaksi bahwa pribadi tak terlihat itu berkuasa dan hanya satu, perubahan serta pergantian yang datang dan pergi sebagai kafilah demi kafilah, yang terbuka serta tertutup di balik tabir demi tabir yang nyata itu, juga bersaksi bahwa pribadi itu terus ada dan kekal. Sebab, bersama benda-benda yang lenyap, sebab-sebabnya juga hilang. Padahal, di belakang mereka, hal-hal yang kita nisbatkan kepada mereka terulang. Jadi, hasil-hasil itu ternyata bukan milik mereka, melainkan hasil dari seseorang yang tidak lenyap. Sebagaimana gelembung-gelembung sungai pergi, dan karena gelembung yang datang setelahnya berkilau seperti yang telah pergi, dapat dipahami bahwa yang membuatnya berkilau ialah pemilik cahaya yang tetap serta tinggi. Demikian pula, cepatnya pekerjaan-pekerjaan ini berubah dan warna yang sama pada yang datang setelahnya menunjukkan bahwa semuanya merupakan tajalli, ukiran, cermin, serta seni satu pribadi yang terus ada dan tidak lenyap.

BUKTI KESEBELAS

Mari, wahai sahabat! Kini saya akan memperlihatkan satu lagi bukti pasti sekuat sepuluh bukti terdahulu. Mari, kita akan menaiki kapal {(Catatan kaki): Kapal mengisyaratkan sejarah, dan pulau mengisyaratkan masa kebahagiaan. Di pantai gelap zaman ini, dengan menanggalkan pakaian yang dikenakan peradaban medeniyet tanpa huruf mim, yakni deniyet (kehinaan), memasuki lautan waktu, menaiki kapal sejarah serta sirah, pergi ke pulau masa kebahagiaan dan lapangan Semenanjung Arab, serta mengunjungi Kebanggaan Alam ﷺ saat menjalankan tugas, kita mengetahui bahwa pribadi itu merupakan bukti tauhid yang begitu cemerlang. Beliau telah menerangi seluruh muka bumi serta kedua wajah waktu, masa lampau dan masa depan, dan mengusir gelap kekufuran serta kesesatan.}; ada suatu pulau di kejauhan, kita akan pergi ke sana. Sebab, kunci-kunci alam yang penuh rahasia ini ada di sana. Setiap orang juga memandang pulau itu, mengharapkan sesuatu darinya, serta menerima perintah dari sana. Lihatlah, kita sedang pergi. Kini kita telah tiba di pulau ini. Pandanglah, ada pertemuan yang sangat besar. Tampak suatu perayaan penting, seolah seluruh pemuka negeri ini berkumpul di sini. Perhatikanlah dengan baik. Pertemuan besar ini memiliki pemimpin. Mari, kita akan mendekat; kita harus mengenal pemimpin itu. Lihatlah, betapa cemerlangnya beliau, dan beliau memiliki lebih dari seribu tanda {(Catatan kaki): Seribu tanda ialah mukjizat-mukjizat Ahmad ﷺ, yang mencapai seribu di kalangan para peneliti.}. Betapa kuat perkataannya, betapa manis percakapannya. Selama lima belas hari ini, saya telah sedikit mempelajari apa yang mereka katakan. Engkau juga belajarlah dari saya. Pandanglah, pribadi itu membicarakan sultan negeri ini, yang menampilkan mukjizat. Beliau mengatakan, "Sultan yang agung itu mengirim saya kepada kalian." Lihatlah, beliau memperlihatkan keajaiban-keajaiban yang tidak menyisakan syubhat bahwa pribadi ini adalah petugas khusus raja itu. Perhatikanlah bahwa bukan hanya makhluk di pulau ini yang mendengarkan perkataannya, melainkan beliau membuat seluruh negeri mendengarnya dengan cara yang luar biasa. Sebab, dari tempat jauh, setiap orang berusaha mendengar pidatonya di sini. Bukan hanya manusia yang mendengarkan; hewan pun, bahkan lihatlah, gunung-gunung juga mendengarkan perintah yang dibawanya dan bergerak dari tempatnya. Pohon-pohon ini pergi ke tempat yang ditunjuknya. Di mana pun ia ingin, air keluar. Bahkan, ia menjadikan jarinya seperti puting air Kautsar dan membuat orang meminum air kehidupan darinya.Lihatlah, lampu penting pada kubah tinggi istana ini {(Catatan kaki): Lampu penting ialah bulan, yang terbelah menjadi dua bagian melalui isyaratnya. Yakni, seperti yang dikatakan Maulana Jami, "Pribadi ummi ﷺ yang tidak pernah menulis itu, menulis satu alif pada halaman langit dengan pena jarinya, dan menjadikan satu empat puluh menjadi dua lima puluh." Yakni, sebelum terbelah, bulan menyerupai mim, yang bernilai empat puluh; setelah terbelah, ia menjadi dua bulan sabit, menyerupai dua nun, yang bernilai lima puluh.}, melalui isyaratnya, dari satu menjadi dua. Jadi, negeri ini, dengan seluruh makhluknya, mengenal tugasnya. Seolah mereka mengetahui bahwa beliau adalah penerjemah paling khusus dan jujur dari pribadi tak terlihat yang menampilkan mukjizat, penyeru kekuasaannya, penyingkap rahasianya, serta utusan tepercaya untuk menyampaikan perintah-perintahnya, lalu mendengarkan dan menaati beliau. Setiap perkataan pribadi ini dibenarkan oleh seluruh orang berakal di sekelilingnya; mereka mengatakan, "Ya, ya, benar." Bahkan, dalam negeri ini, gunung, pohon, serta lampu cahaya besar yang menerangi seluruh negeri {(Catatan kaki): Lampu cahaya besar ialah matahari. Dengan bumi berbalik dari timur, matahari terlihat kembali; karena Nabi ﷺ berbaring dalam pangkuannya, Imam Ali (radhiyallahu 'anhu) belum menunaikan salat asar, lalu berdasarkan mukjizat itu beliau menunaikan salat asar pada waktunya.}, dengan menunduk pada isyarat serta perintah pribadi itu, mengatakan, "Ya, ya, setiap perkataanmu benar." Wahai sahabat yang linglung! Adakah sesuatu yang tidak benar atau tipu daya dari segi mana pun dalam pribadi yang menampilkan mukjizat, sifat-sifat yang disebutkan, serta perintah-perintah yang disampaikan oleh pribadi bercahaya, megah, dan sangat serius ini, yang membawa seribu tanda khusus dari khazanah pribadi raja, yang berbicara dengan seluruh kekuatan di bawah pembenaran seluruh pemuka negeri? Jika mungkin ada sesuatu yang bertentangan dengan hakikat di sini, istana, lampu-lampu, serta jamaah ini harus didustakan, baik keberadaan maupun hakikatnya. Jika berani, ulurkan jari keberatanmu terhadap hal ini. Lihatlah bagaimana jarimu dipatahkan oleh kekuatan bukti, lalu ditusukkan ke matamu.