Risalah Nur — Bahasa Indonesia

Peringatan

Kalimat-Kalimat · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

Peringatan

Jangan menganggap penjelasan panjang pada akhir Kalimat ini terlalu panjang; dibandingkan pentingnya, ia singkat dan membutuhkan yang lebih panjang.
Dalam seluruh Kalimat, bukan aku yang berbicara, melainkan hakikat atas nama isyarat-isyarat Al-Qur'an. Hakikat mengatakan haq dan berbicara dengan benar. Jika kalian melihat sesuatu yang keliru, ketahuilah dengan pasti bahwa tanpa aku sadari pikiranku ikut campur, mengacaukan dan membuat kesalahan.

--

MUNAJAT

Ya Rabb! Sebagaimana seorang manusia yang mengetuk pintu istana besar, ketika pintu tidak dibuka, mengetuknya dengan suara sosok lain yang diterima dan dikenal oleh istana agar dibukakan baginya; demikian pula aku yang malang mengetuk pintu Rahmat-Mu dengan seruan serta munajat Uwais al-Qaranî, hamba-Mu yang dicintai, sebagai berikut. Sebagaimana Engkau membuka pintu itu kepadanya, bukakan pula bagiku dengan Rahmat-Mu. ﺍَﻗُﻮﻝُ ﻛَﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ: ﺍِﻟٰﻬ۪ﻰ ﺍَﻧْﺖَ ﺭَﺑّ۪ﻰ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﻖُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻤَﺨْﻠُﻮﻕُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟﺮَّﺯَّﺍﻕُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻤَﺮْﺯُﻭﻕُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻤَﺎﻟِﻚُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻤَﻤْﻠُﻮﻙُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻌَﺰ۪ﻳﺰُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟﺬَّﻟ۪ﻴﻞُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻐَﻨِﻰُّ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻔَﻘ۪ﻴﺮُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﺤَﻰُّ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﺒَﺎﻗ۪ﻰ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻔَﺎﻧ۪ﻰ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻜَﺮ۪ﻳﻢُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟﻠَّﺌ۪ﻴﻢُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻦُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻤُﺴِﻰﺀُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻐَﻔُﻮﺭُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻤُﺬْﻧِﺐُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻌَﻈ۪ﻴﻢُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﺤَﻘ۪ﻴﺮُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻘَﻮِﻯُّ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟﻀَّﻌ۪ﻴﻒُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻤُﻌْﻄ۪ﻰ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟﺴَّﺎﺋِﻞُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ الْاَم۪ينُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﺨَﺎﺋِﻒُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﺠَﻮَّﺍﺩُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜ۪ﻴﻦُ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻤُﺠ۪ﻴﺐُ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟﺪَّﺍﻋ۪ﻰ ٭ ﻭَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟﺸَّﺎﻓ۪ﻰ ﻭَ ﺍَﻧَﺎ ﺍﻟْﻤَﺮ۪ﻳﺾُ ٭ ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْﻟ۪ﻰ ﺫُﻧُﻮﺑ۪ﻰ ﻭَ ﺗَﺠَﺎﻭَﺯْ ﻋَﻨّ۪ﻰ ﻭَ ﺍﺷْﻒِ ﺍَﻣْﺮَﺍﺿ۪ﻰ ﻳَﺎ ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﻳَﺎ ﻛَﺎﻓ۪ﻰ ٭ ﻳَﺎ ﺭَﺏُّ ﻳَﺎ ﻭَﺍﻓ۪ﻰ ٭ ﻳَﺎ ﺭَﺣ۪ﻴﻢُ ﻳَﺎ ﺷَﺎﻓ۪ﻰ ٭ ﻳَﺎ ﻛَﺮ۪ﻳﻢُ ﻳَﺎ ﻣُﻌَﺎﻓ۪ﻰ ٭ ﻓَﺎﻋْﻒُ ﻋَﻨّ۪ﻰ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺫَﻧْﺐٍ ﻭَ ﻋَﺎﻓِﻨ۪ﻰ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺩَﺍﺀٍ ﻭَﺍﺭْﺽَ ﻋَﻨّ۪ﻰ ﺍَﺑَﺪًﺍ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻳَﺎ ﺍَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤ۪ﻴﻦَ ٭ ﻭَ ﺍٰﺧِﺮُ ﺩَﻋْﻮٰﻳﻬُﻢْ ﺍَﻥِ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤ۪ﻴﻦَ

--

Kalimat Ketiga Puluh Tiga

Terdiri dari Tiga Puluh Tiga Jendela

Dari satu sisi Surat Ketiga Puluh Tiga, dan dari sisi lain Kalimat Ketiga Puluh Tiga.

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ ﺳَﻨُﺮ۪ﻳﻬِﻢْ ﺍٰﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﻓِﻰ الْاٰفَاقِ ﻭَﻓ۪ٓﻰ ﺍَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﺣَﺘّٰﻰ ﻳَﺘَﺒَﻴَّﻦَ ﻟَﻬُﻢْ ﺍَﻧَّﻪُ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﺍَﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜْﻒِ ﺑِﺮَﺑِّﻚَ ﺍَﻧَّﻪُ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺷَﻬ۪ﻴﺪٌ
~Pertanyaan:

Mereka berkata, "Kami menginginkan penjelasan ringkas serta singkat tentang cara manusia dan alam semesta, alam yang kecil serta besar, menunjukkan Wujud Niscaya serta Keesaan Ilahi, dan Sifat serta Syuunat Rabb, yang dinyatakan kedua ayat menyeluruh ini. Sebab, para pengingkar telah bertindak terlalu jauh. Sampai kapan kami akan berkata ﻭَ ﻫُﻮَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ dan mengangkat tangan?"
~Jawaban:

Seluruh tiga puluh tiga Kalimat yang ditulis ialah tiga puluh tiga tetes dari lautan ayat itu serta samudra hakikat yang dilimpahkannya. Jika memandangnya, kalian dapat memperoleh jawaban. Untuk sementara, sebagai isyarat kepada rembesan satu tetes saja dari lautan itu, kami berkata demikian:
Misalnya, jika seorang sosok yang memperlihatkan mukjizat ingin membangun istana besar, mula-mula ia meletakkan fondasi serta dasarnya dengan tata dan hikmah, menyusunnya sesuai hasil serta tujuan yang akan datang. Lalu, dengan keahlian ia memisahkan serta merincinya menjadi tempat-tempat tinggal dan bagian-bagian. Kemudian ia menata serta menyusun tempat-tempat tinggal itu, menghiasinya dengan corak-corak dan meneranginya dengan lampu-lampu listrik. Lalu, untuk memperbarui keahlian serta pemberiannya dalam istana yang megah dan berhias itu, pada setiap tingkat ia mengadakan hal-hal baru, mengganti serta mengubah. Kemudian, pada setiap tempat tinggal ia menghubungkan sebuah telepon yang terikat pada maqamnya dan membuka sebuah jendela, sehingga maqamnya terlihat dari masing-masing.
Persis demikian, ﻭَ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺍﻟْﻤَﺜَﻞُ الْاَعْلٰى Sang Pembuat Dzul-Jalâl, Sang Penguasa yang Hakîm, Sang 'Adl dan Hakam, Sang Fâthir yang Tiada Banding, yang dinamai dengan seribu satu Asma suci, menghendaki untuk mengadakan istana alam semesta, alam besar ini, serta pohon ciptaan. Dalam enam hari, Dia meletakkan dasar istana serta pohon itu melalui Kaidah Hikmah dan Hukum Ilmu Azali-Nya. Lalu Dia membaginya menjadi lapisan serta cabang tinggi dan rendah, merincinya dan memberi bentuk melalui Kaidah Qada serta Takdir. Kemudian Dia menata setiap golongan dan setiap lapisan makhluk melalui kaidah Seni serta Perhatian. Dia menghiasi setiap sesuatu, setiap alam, dengan cara yang layak baginya, sebagaimana menghiasi langit dengan bintang serta bumi dengan bunga. Lalu Dia membuat Asma-Nya bertajalli pada medan hukum-hukum menyeluruh serta kaidah-kaidah umum itu dan meneranginya. Kemudian, kepada individu-individu yang menjerit karena tekanan hukum menyeluruh ini, Dia mengirim pertolongan khusus melalui Nama-Nama Rahmân dan Rahîm. Jadi, di dalam kaidah-kaidah yang menyeluruh serta umum itu terdapat karunia khusus, Pertolongan khusus serta Pancaran khusus-Nya, sehingga setiap sesuatu, pada setiap saat, untuk setiap kebutuhannya, dapat meminta pertolongan dan memandang-Nya. Lalu, dari setiap tempat tinggal, lapisan, alam, golongan, individu serta sesuatu, Dia membuka jendela-jendela yang akan memperlihatkan Diri-Nya, yakni memberitahukan Wujud serta Keesaan-Nya.Dia meletakkan telepon dalam setiap kalbu.
Kini, tentu kami tidak akan mulai membicarakan jendela-jendela tak terbatas ini melampaui batas kami. Kami menyerahkannya kepada Ilmu Ilahi yang menyeluruh, dan hanya akan menunjukkan secara ringkas serta singkat tiga puluh tiga jendela, kilauan ayat-ayat Al-Qur'an, agar tiga puluh tiga jendela Kalimat Ketiga Puluh Tiga, Surat Ketiga Puluh Tiga ini, sesuai dengan bilangan tiga puluh tiga yang diberkahi dari tasbih setelah salat; penjelasannya kami serahkan kepada Kalimat lainnya.

JENDELA PERTAMA

Kita melihat bahwa seluruh sesuatu, terutama yang hidup, mempunyai banyak kebutuhan berbeda serta keperluan yang beragam. Keperluan serta kebutuhan itu diberikan dan pertolongan datang kepada mereka pada waktu yang sesuai serta layak, dari tempat yang tidak mereka sangka, tidak mereka ketahui dan tidak terjangkau tangan mereka. Padahal, yang membutuhkan itu tidak mempunyai daya ataupun jangkauan tangan untuk memperoleh yang terkecil dari tujuan-tujuan tak terbatas tersebut. Pandanglah dirimu! Betapa banyak sesuatu yang tidak terjangkau tanganmu, yang engkau butuhkan, seperti indra lahir dan batin serta keperluan mereka. Bandingkan seluruh makhluk hidup dengan dirimu.
Sebagaimana semuanya itu, satu per satu, bersaksi atas Wujud Niscaya dan menunjukkan Keesaan-Nya, keadaan serta sifat itu secara keseluruhan memperlihatkan kepada akal, di balik tabir gaib, Sang Wâjibul Wujûd, Zat Yang Wâhid dan Ahad, dalam Gelar-Gelar yang amat Karîm, Rahîm, Murabbî dan Mudabbir, sebagaimana cahaya matahari memperlihatkan matahari.
Kini, wahai pengingkar yang bodoh dan orang fasik yang lengah! Dengan apa engkau dapat menjelaskan kegiatan yang penuh Hikmah, Penglihatan serta Rahmat ini? Dapatkah engkau menjelaskannya melalui tabiat yang tuli, daya yang buta, kebetulan yang bodoh, atau sebab-sebab yang tak berdaya dan tidak bernyawa?

JENDELA KEDUA

Ketika benda-benda berada dalam keadaan ragu, bimbang dan tanpa bentuk di antara jalan-jalan kemungkinan tak berhingga dalam wujud serta ciri khas mereka, tiba-tiba mereka diberi ciri khas wajah yang amat teratur dan penuh hikmah. Misalnya, pada wajah kecil setiap manusia terdapat tanda-tanda pembeda terhadap setiap orang sejenis dengannya; wajah itu pun dibekali indra lahir serta batin dengan Hikmah sempurna. Dari segi ini, wajah tersebut terbukti ialah cap Ahadiyah yang amat cemerlang. Sebagaimana setiap wajah dari ratusan sisi bersaksi atas Wujud Sang Pembuat yang Hakîm serta menunjukkan Keesaan-Nya, cap yang diperlihatkan seluruh wajah secara bersama memperlihatkan kepada mata akal bahwa ia meterai khusus Sang Khâliq segala sesuatu.
Wahai pengingkar! Kepada tempat kerja mana engkau dapat menyerahkan cap-cap yang tidak dapat ditiru dari segi apa pun ini, serta cap Sifat Samad yang cemerlang pada keseluruhan mereka?

JENDELA KETIGA

Pasukan seluruh jenis hewan serta tumbuhan pada muka bumi, yang terdiri dari empat ratus ribu golongan berbeda {(Catatan): Bahkan ada sebagian golongan yang jumlah individunya dalam setahun lebih banyak daripada seluruh manusia yang ada sejak masa Adam hingga kiamat.}, terlihat diatur serta dididik dengan persediaan, bentuk, senjata, pakaian, latihan dan pelepasan dari tugas yang berbeda, dengan timbangan serta tata sempurna, tanpa melupakan apa pun ataupun keliru terhadap seorang pun. Inilah cap Yang Wâhid dan Ahad yang tidak menerima syubhat apa pun, cemerlang seperti matahari.
Selain Sang Pemilik Kudrat tak terbatas, Ilmu yang menyeluruh serta Hikmah tak berhingga, siapa yang berani ikut campur dalam pengelolaan yang luar biasa tanpa batas ini? Sebab, yang tidak dapat mengelola serta mendidik sekaligus seluruh jenis dan bangsa yang saling berjalin ini, jika ikut campur pada salah satunya, tentu akan mengacaukan. Padahal, menurut rahasia ﻓَﺎﺭْﺟِﻊِ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮَ ﻫَﻞْ ﺗَﺮٰﻯ ﻣِﻦْ ﻓُﻄُﻮﺭٍ, tidak ada tanda kekacauan apa pun. Maka, tidak ada jari yang dapat ikut campur.

JENDELA KEEMPAT

Diterimanya doa-doa yang dipanjatkan seluruh benih melalui bahasa bakat, seluruh hewan melalui bahasa kebutuhan fitri, dan seluruh yang terdesak melalui bahasa keterdesakan.
Sebagaimana diterima serta dijawabnya doa-doa tak berhingga ini, yang terlihat, masing-masing bersaksi dan menunjukkan Wujud Niscaya serta Keesaan, seluruhnya dalam skala besar jelas menunjukkan dan mengarahkan pandangan kepada Sang Khâliq yang Rahîm, Karîm dan Mujîb.

JENDELA KELIMA

Kita melihat bahwa benda-benda, terutama yang hidup, muncul pada saat mendadak, seolah seketika. Padahal, sesuatu yang keluar dari bahan sederhana secara mendadak dan seketika seharusnya amat sederhana, tanpa bentuk serta tanpa seni. Namun, mereka diciptakan dalam seni yang indah yang membutuhkan banyak keahlian; diberi corak-corak penuh perhatian yang membutuhkan banyak waktu; dihiasi seni-seni menakjubkan yang membutuhkan banyak alat; dan dalam bentuk yang membutuhkan banyak bahan.
Sebagaimana seni luar biasa serta wujud indah yang muncul secara mendadak dan seketika ini masing-masing bersaksi atas Wujud Niscaya Sang Pembuat yang Hakîm serta menunjukkan Keesaan Rububiyah-Nya, seluruhnya memperlihatkan dengan cara amat cemerlang Sang Wâjibul Wujûd yang Qadîr tanpa batas dan Hakîm tanpa batas.
Kini, wahai pengingkar yang bodoh! Dengan apa engkau menjelaskannya? Dengan tabiat yang bodoh, tak berdaya dan tak tahu seperti dirimu? Atau engkau ingin membuat kesalahan tanpa batas dengan memberi Sang Pembuat yang Suci itu nama "tabiat", lalu melalui alasan penamaan itu menganggap mukjizat-mukjizat Kudrat-Nya berasal dari tabiat, sehingga melakukan hal yang mustahil pada seribu tingkat sekaligus?

JENDELA KEENAM

ﺍِﻥَّ ﻓ۪ﻰ ﺧَﻠْﻖِ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ ﺍﻟَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﺍﻟْﻔُﻠْﻚِ ﺍﻟَّﺘ۪ﻰ ﺗَﺠْﺮ۪ﻯ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻭَﻣَٓﺎ ﺍَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀِ ﻣِﻦْ ﻣَٓﺎﺀٍ ﻓَﺎَﺣْﻴَﺎ ﺑِﻪِ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻓ۪ﻴﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺩَٓﺍﺑَّﺔٍ ﻭَﺗَﺼْﺮ۪ﻳﻒِ ﺍﻟﺮِّﻳَﺎﺡِ ﻭَﺍﻟﺴَّﺤَﺎﺏِ ﺍﻟْﻤُﺴَﺨَّﺮِ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀِ وَالْاَرْضِ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ
Sebagaimana ayat ini memperlihatkan Wujud Niscaya serta Keesaan, ia juga ialah jendela yang amat besar yang memperlihatkan suatu Ismul A'zham.
Inti sari ayat ini ialah bahwa seluruh alam dalam lapisan tinggi serta rendah alam semesta memperlihatkan satu hasil dengan bahasa-bahasa berbeda, yakni Rububiyah satu Sang Pembuat yang Hakîm. Demikianlah:
Sebagaimana di langit, bahkan menurut pengakuan ilmu kosmografi, gerak-gerak yang amat teratur demi hasil-hasil amat besar memperlihatkan Wujud, Keesaan serta Kesempurnaan Rububiyah Sang Qadîr Dzul-Jalâl;
demikian pula di bumi, yang terlihat, bahkan menurut kesaksian serta pengakuan geografi, perubahan-perubahan amat teratur seperti pada musim-musim, demi manfaat-manfaat amat besar, memperlihatkan Wujud Niscaya, Keesaan serta Kesempurnaan Rububiyah Sang Qadîr Dzul-Jalâl yang sama.
Sebagaimana seluruh hewan di darat serta laut, yang diberi rezeki dengan Rahmat sempurna, dikenakan berbagai bentuk dengan Hikmah sempurna, serta dibekali berbagai indra dengan Rububiyah sempurna, satu per satu bersaksi atas Wujud Sang Qadîr Dzul-Jalâl itu dan menunjukkan Keesaan-Nya; seluruhnya pun dalam skala amat luas memperlihatkan Keagungan Keilahian serta Kesempurnaan Rububiyah-Nya.
Demikian pula, tumbuhan teratur di taman-taman, bunga-bunga berhias yang diperlihatkan tumbuhan, buah-buah seimbang yang diperlihatkan bunga, dan corak-corak berhias yang diperlihatkan buah, satu per satu bersaksi atas Wujud Sang Pembuat yang Hakîm itu dan menunjukkan Keesaan-Nya; dalam keseluruhannya mereka memperlihatkan Keindahan Rahmat serta Kesempurnaan Rububiyah-Nya dengan cara amat gemilang.
Sebagaimana tetes-tetes yang ditugaskan serta dikirim dari awan di udara langit demi Hikmah serta tujuan penting dan manfaat serta buah yang diperlukan, sebanyak tetes-tetes itu, memperlihatkan Wujud Niscaya, Keesaan serta Kesempurnaan Rububiyah Sang Pembuat yang Hakîm;
demikian pula, seluruh gunung di bumi serta mineral dalam gunung, dengan sifat-sifat berbeda, yang disiapkan serta disimpan demi manfaat berbeda, dengan kekuatan seteguh gunung memperlihatkan Wujud Niscaya, Keesaan serta Kesempurnaan Rububiyah Sang Pembuat yang Hakîm itu.
Sebagaimana bukit-bukit kecil di gurun serta gunung dihiasi berbagai bunga teratur, masing-masing bersaksi atas Wujud Niscaya Sang Pembuat yang Hakîm serta menunjukkan Keesaan-Nya, dan seluruhnya memperlihatkan Keagungan Kerajaan serta Kesempurnaan Rububiyah-Nya;demikian pula, berbagai bentuk teratur, keadaan berbeda serta gerak seimbang yang penuh gelora dari seluruh daun pada seluruh rumput dan pepohonan, sebanyak daun-daun itu, memperlihatkan Wujud Niscaya, Keesaan serta Kesempurnaan Rububiyah Sang Pembuat yang Hakîm tersebut.
Sebagaimana pada seluruh tubuh yang bertumbuh, gerak teratur saat tumbuh, pembekalan dengan berbagai alat, dan menghadapnya mereka kepada berbagai buah dengan sadar, masing-masing bersaksi atas Wujud Niscaya Sang Pembuat yang Hakîm serta menunjukkan Keesaan-Nya; seluruhnya dalam skala amat besar memperlihatkan Kudrat-Nya yang menyeluruh, Hikmah-Nya yang menyeluruh, Keindahan Seni serta Kesempurnaan Rububiyah-Nya.
Demikian pula, menempatkan nafsu serta ruh mereka pada seluruh jasad hewan dengan Hikmah sempurna, mempersenjatai mereka dengan berbagai perangkat dan tata sempurna, serta mengirim mereka ke berbagai pelayanan dengan Hikmah sempurna, sebanyak hewan, bahkan sebanyak perangkat mereka, bersaksi serta menunjukkan Wujud Niscaya dan Keesaan Sang Pembuat yang Hakîm; seluruhnya pun memperlihatkan Keindahan Rahmat serta Kesempurnaan Rububiyah-Nya dengan cara amat cemerlang.
Sebagaimana seluruh ilham gaib kepada seluruh kalbu, yang memberitahukan berbagai ilmu serta hakikat kepada manusia dan mengajarkan cara menyediakan berbagai kebutuhan kepada hewan, membuat Wujud Sang Rabb yang Rahîm terasa serta menunjukkan Rububiyah-Nya;
demikian pula, seluruh indra lahir serta batin, seperti sinar-sinar mata yang mengumpulkan bagi mata bunga-bunga rohani dalam taman alam semesta, yang masing-masing menjadi kunci alam-alam berbeda, memperlihatkan seterang matahari Wujud Niscaya, Keesaan, Ahadiyah serta Kesempurnaan Rububiyah Sang Pembuat yang Hakîm, Sang Fâthir yang Alîm, Sang Khâliq yang Rahîm, dan Ar-Razzâq Yang Mahamulia.
Dari dua belas jendela berbeda serta dua belas sisi di atas, terbuka jendela teragung yang melalui cahaya hakikat dua belas warna memperlihatkan Ahadiyah, Keesaan serta Kesempurnaan Rububiyah Allah subhânahu.
Wahai pengingkar yang celaka! Dengan apa engkau dapat menutup jendela yang seluas lingkaran bumi, bahkan seluas jalur tahunannya ini? Dengan apa engkau dapat memadamkan tambang cahaya yang cemerlang seperti matahari ini, dan dalam tabir kelengahan mana engkau dapat menyembunyikannya?

JENDELA KETUJUH

Sebagaimana tata sempurna, keseimbangan sempurna, hiasan sempurna, mudahnya diadakan, saling menyerupai serta memperlihatkan satu fitrah dari karya-karya ciptaan yang ditaburkan pada wajah alam ini, dalam skala amat luas memperlihatkan Wujud Niscaya, Kesempurnaan Kudrat serta Keesaan Sang Pembuat yang Hakîm;
demikian pula, diadakannya susunan-susunan tak terbatas, berbeda dan teratur dari unsur-unsur tak bernyawa serta sederhana, sebanyak susunan-susunan itu, bersaksi atas Wujud Niscaya Sang Pembuat yang Hakîm serta menunjukkan Keesaan-Nya; seluruhnya memperlihatkan Kesempurnaan Kudrat serta Keesaan-Nya dengan cara amat cemerlang…
Demikian pula, dalam pembaruan saat menyusun dan mengurai yang disebut susunan segala yang ada, di tengah percampuran yang amat besar, terdapat pembedaan serta pemisahan yang amat besar. Misalnya, meskipun benih serta akar dalam tanah sangat bercampur, bulir dan wujud mereka dibedakan serta dipisahkan tanpa keliru; bahan-bahan bercampur yang masuk ke pepohonan dipisahkan menjadi daun, bunga serta buah; bahan makanan yang pergi ke sel-sel tubuh secara bercampur dipilah serta dipisahkan dengan Hikmah dan timbangan sempurna. Semuanya memperlihatkan Wujud Niscaya, Kesempurnaan Kudrat serta Keesaan Sang Hakîm Mutlak, Sang Alîm Mutlak dan Sang Qadîr Mutlak…
Menjadikan alam zarah seperti ladang yang tak terbatas dan luas, menanam serta menuainya setiap menit dengan Hikmah sempurna, memperoleh hasil-hasil berupa alam-alam baru darinya, serta membuat zarah-zarah yang tak bernyawa, tak berdaya dan tak tahu itu menunaikan tugas-tugas teratur yang tak terbatas dengan amat sadar, penuh Hikmah dan berdaya, juga memperlihatkan Wujud Niscaya, Kesempurnaan Kudrat, Keagungan Rububiyah, Keesaan serta Kesempurnaan Rububiyah Sang Qadîr Dzul-Jalâl dan Sang Pembuat Dzul-Kamâl.
Melalui keempat jalan ini, sebuah jendela besar terbuka menuju makrifatullah dan memperlihatkan Sang Pembuat yang Hakîm kepada akal dalam skala besar.
Kini, wahai orang lengah yang celaka! Jika dalam keadaan ini engkau tidak ingin melihat dan mengenal-Nya, keluarkan serta buang akalmu, jadilah hewan, lalu selamatlah.

JENDELA KEDELAPAN

Para nabi alaihimus salam, pemilik seluruh ruh cemerlang pada jenis manusia, bersandar pada mukjizat-mukjizat mereka yang terang dan nyata; para wali, kutub-kutub seluruh kalbu bercahaya, bersandar pada kasyaf serta karamah mereka; dan orang-orang suci, pemilik seluruh akal bercahaya, bersandar pada penelitian saksama mereka; kesaksian mereka atas Wujud Niscaya, Keesaan serta Kesempurnaan Rububiyah satu Zat Yang Wâhid dan Ahad, Wâjibul Wujûd, Sang Khâliq segala sesuatu, ialah jendela yang amat besar dan bercahaya. Ia pun setiap saat memperlihatkan maqam Rububiyah itu.
Wahai pengingkar yang malang! Kepada siapa engkau percaya sehingga tidak mendengarkan mereka? Atau dengan menutup matamu pada siang hari, engkau menyangka dunia menjadi malam?

JENDELA KESEMBILAN

Ibadah umum dalam alam jelas memperlihatkan Sang Ma'bûd Mutlak. Ya, ubudiyah seluruh makhluk ruhani serta malaikat dalam kepatuhan sempurna, yang telah terbukti melalui kesaksian sosok-sosok yang pergi ke alam ruh serta batin dan bertemu makhluk ruhani serta malaikat; tugas-tugas penuh ubudiyah yang terlihat ditunaikan seluruh makhluk hidup dengan tata sempurna; dan pelayanan penuh ubudiyah yang terlihat ditunaikan seluruh benda tak bernyawa seperti unsur-unsur dengan ketaatan sempurna, memperlihatkan Wujud Niscaya serta Keesaan Sang Ma'bûd Yang Benar…
Seluruh orang yang mengenal-Nya dengan makrifat yang sejati, seluruh golongan yang bersyukur dengan syukur berbuah, seluruh orang yang berzikir dengan zikir berlimpah, seluruh orang yang memuji dengan pujian yang menambah nikmat, seluruh ahli tauhid dengan tauhid serta penyifatan berdalil, seluruh pecinta dengan cinta serta kasih sejati, seluruh murid dengan kehendak serta minat tulus, dan seluruh orang yang kembali kepada-Nya dengan permintaan serta sikap kembali yang sungguh-sungguh—setiap golongan membawa kekuatan ijmak serta riwayat mutawatir—juga memperlihatkan Wujud Niscaya, Kesempurnaan Rububiyah serta Keesaan Sang Ma'bûd Azali, Yang Ma'rûf, Madzkûr, Masykûr, Mahmûd, Wâhid, Mahbûb, Marghûb dan Maqsûd…
Seluruh ibadah yang diterima pada manusia-manusia sempurna serta limpahan, munajat, pengalaman melihat dan kasyaf yang timbul sebagai hasil ibadah yang diterima itu juga memperlihatkan Wujud Niscaya, Keesaan serta Kesempurnaan Rububiyah Zat yang ada sejak azali dan Sang Ma'bûd Yang Kekal.
Dari ketiga sisi ini, sebuah jendela besar yang bersinar terbuka kepada Keesaan.

JENDELA KESEPULUH

ﻭَﺍَﻧْﺰَﻝَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀِ ﻣَٓﺎﺀً ﻓَﺎَﺧْﺮَﺝَ ﺑِﻪ۪ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺜَّﻤَﺮَﺍﺕِ ﺭِﺯْﻗًﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﺳَﺨَّﺮَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟْﻔُﻠْﻚَ ﻟِﺘَﺠْﺮِﻯَ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﺑِﺎَﻣْﺮِﻩ۪ ﻭَﺳَﺨَّﺮَ ﻟَﻜُﻢُ الْاَنْهَارَ ﻭَﺳَﺨَّﺮَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﺩَٓﺍﺋِﺒَﻴْﻦِ ﻭَﺳَﺨَّﺮَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟَّﻴْﻞَ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭَ ﻭَﺍٰﺗٰﻴﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻣَﺎ ﺳَﺎَﻟْﺘُﻤُﻮﻩُ ﻭَﺍِﻥْ ﺗَﻌُﺪُّﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺖَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ لَا ﺗُﺤْﺼُﻮﻫَﺎ
Saling membantu, menjawab serta menopang di antara yang ada dalam alam ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk berada dalam Pendidikan Sang Murabbî yang Tunggal, dalam Pengelolaan Sang Mudabbir yang Tunggal, di bawah Tasarruf Sang Mutasharrif yang Tunggal, dan ialah pelayan-pelayan Sang Sayyid yang Tunggal.
Sebab, melalui kaidah saling membantu, dari matahari yang dengan Perintah Rabb memasak keperluan hidup makhluk-makhluk hidup di bumi dan bulan yang membuat kalender, hingga cahaya, udara, air serta makanan yang berlari menolong makhluk hidup, tumbuhan yang berlari menolong hewan, hewan yang berlari menolong manusia, bahkan anggota tubuh yang berlari saling menolong dan zarah makanan yang berlari menolong sel-sel tubuh; yang ada yang tak bernyawa serta tak sadar itu saling menolong dengan amat penuh Hikmah dan Kemurahan, menjawab suara kebutuhan yang lain serta saling memperkuat, di bawah Hukum Kemurahan, aturan Kasih Sayang dan kaidah Rahmat. Tentu, hal itu jelas menunjukkan bahwa mereka pelayan, petugas serta karya dari satu Zat Wâjibul Wujûd, yang Tunggal dan Tiada Banding, Wâhid dan Ahad, Fard dan Samad, Qadîr Mutlak, Alîm Mutlak, Rahîm Mutlak serta Karîm Mutlak.
Wahai filsuf bangkrut yang malang! Apa yang engkau katakan tentang jendela agung ini? Dapatkah kebetulanmu ikut campur padanya?

JENDELA KESEBELAS

اَلَا ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏُ
Seluruh ruh serta kalbu selamat dari keguncangan dan kekacauan yang timbul dari kesesatan, serta sakit rohani yang timbul dari keguncangan itu, dengan mengenal Sang Khâliq yang Tunggal. Mereka selamat dengan menyerahkan seluruh yang ada kepada Sang Pembuat yang Tunggal. Mereka tenteram dengan zikir kepada satu Allah subhânahu.
Sebab, jika yang ada yang tak terbatas tidak diserahkan kepada satu Zat, sebagaimana dibuktikan dengan pasti dalam Kalimat Kedua Puluh Dua, setiap sesuatu harus dikaitkan kepada sebab-sebab tak terbatas. Saat itu, wujud satu sesuatu menjadi sesulit seluruh yang ada. Sebab, jika diserahkan kepada Allah subhânahu, benda-benda tak terbatas diserahkan kepada satu Zat. Jika tidak diserahkan kepada-Nya, setiap sesuatu harus diserahkan kepada sebab-sebab tak terbatas. Saat itu, satu buah menimbulkan kesulitan sebanyak alam, bahkan menjadi lebih sulit. Sebagaimana seorang prajurit yang diserahkan kepada pengelolaan seratus orang berbeda menimbulkan seratus kesulitan, sedangkan seratus prajurit yang diserahkan kepada seorang perwira menjadi mudah seperti seorang prajurit; demikian pula, bersepakatnya banyak sebab berbeda untuk mengadakan satu sesuatu menjadi seratus tingkat lebih sulit. Jika diadakannya banyak sesuatu diserahkan kepada satu Zat, ia menjadi seratus tingkat lebih mudah.
Hanya tauhid Sang Khâliq serta Makrifat Ilahi yang akan menyelamatkan manusia dari keguncangan tak berhingga yang datang dari minat serta pencarian hakikat dalam hakikat dirinya. Karena pada kekufuran serta syirik terdapat kesulitan dan keguncangan tak berhingga, tentu jalan itu mustahil dan tidak mempunyai hakikat. Karena pada tauhid terdapat kemudahan tak berhingga, sesuai mudahnya makhluk diciptakan, banyaknya mereka serta indahnya seni mereka, tentu jalan itu niscaya dan merupakan hakikat.
Wahai ahli kesesatan yang celaka! Lihatlah betapa gelap dan menyakitkan jalan kesesatan! Apa yang memaksamu menempuhnya? Lihatlah pula betapa mudah dan menyenangkan jalan iman serta tauhid! Masuklah ke sana dan selamatlah.

JENDELA KEDUA BELAS

Menurut rahasia ﺳَﺒِّﺢِ ﺍﺳْﻢَ ﺭَﺑِّﻚَ الْاَعْلٰى ٭ ﺍَﻟَّﺬ۪ﻯ ﺧَﻠَﻖَ ﻓَﺴَﻮّٰﻯ ٭ ﻭَﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﻗَﺪَّﺭَ ﻓَﻬَﺪٰﻯ, pada seluruh sesuatu, terutama karya-karya ciptaan yang hidup, setiap sesuatu diberi ukuran teratur serta bentuk dengan Hikmah, seolah keluar dari cetakan penuh hikmah; pada bentuk serta ukuran itu terdapat batas-batas berkelok demi manfaat serta faedah. Bentuk pakaian serta ukuran yang mereka ganti selama hidup juga mempunyai bentuk dan ukuran rohani yang teratur, tersusun dari ketentuan hidup dengan cara yang sesuai hikmah serta manfaat. Hal ini jelas menunjukkan bahwa karya-karya tak terbatas itu, yang bentuk serta potongannya disusun dalam lingkup Takdir Sang Qadîr Dzul-Jalâl dan Sang Hakîm Dzul-Kamâl, serta diberi wujud pada tempat kerja Kudrat, menandakan Wujud Niscaya Zat itu, dan bersaksi melalui bahasa-bahasa tak terbatas atas Keesaan serta Kesempurnaan Kudrat-Nya.
Pandanglah tubuh serta anggota-anggotamu, juga buah dan manfaat tempat-tempat berkelok padanya. Lihatlah Kesempurnaan Kudrat dalam Hikmah sempurna.

JENDELA KETIGA BELAS

Menurut rahasia ﻭَ ﺍِﻥْ ﻣِﻦْ ﺷَﻰْﺀٍ اِلَّا ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩ۪, setiap sesuatu menyebut serta menyucikan Sang Khâliq-nya dengan bahasa khususnya. Ya, tasbih seluruh yang ada melalui bahasa keadaan serta ucapan memperlihatkan Wujud satu Zat Yang Suci. Kesaksian fitrah tidak dapat ditolak. Petunjuk keadaan, terutama jika datang dari banyak sisi, tidak menimbulkan syubhat.
Pandanglah bentuk-bentuk teratur yang ada ini, yang mencakup kesaksian fitri tak terbatas, menunjukkan melalui bahasa keadaan dengan cara tak berhingga, dan memandang satu pusat seperti lingkaran-lingkaran yang saling masuk; masing-masing ialah sebuah bahasa. Wujud mereka yang seimbang masing-masing ialah bahasa kesaksian. Hidup mereka yang sempurna masing-masing ialah bahasa tasbih. Sebagaimana dibuktikan dengan pasti dalam Kalimat Kedua Puluh Empat, tasbih, penghormatan serta kesaksian mereka atas satu Zat Yang Suci, yang amat jelas melalui seluruh bahasa tersebut, memperlihatkan Zat Wâjibul Wujûd, seperti sinar memperlihatkan matahari, dan menunjukkan Kesempurnaan Keilahian-Nya.

JENDELA KEEMPAT BELAS

Menurut rahasia-rahasia ﻗُﻞْ ﻣَﻦْ ﺑِﻴَﺪِﻩ۪ ﻣَﻠَﻜُﻮﺕُ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ٭ ﻭَ ﺍِﻥْ ﻣِﻦْ ﺷَﻰْﺀٍ اِلَّا ﻋِﻨْﺪَﻧَﺎ ﺧَﺰَٓﺍﺋِﻨُﻪُ ٭ ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺩَٓﺍﺑَّﺔٍ اِلَّا ﻫُﻮَ ﺍٰﺧِﺬٌ ﺑِﻨَﺎﺻِﻴَﺘِﻬَﺎ ٭ ﺍِﻥَّ ﺭَﺑّ۪ﻰ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺣَﻔ۪ﻴﻆٌ, setiap sesuatu, dalam segala hal serta setiap urusannya, membutuhkan satu Sang Khâliq Dzul-Jalâl.
Ya, kita memandang yang ada dalam alam dan melihat bahwa di dalam kelemahan mutlak terdapat tampaknya Kekuatan Mutlak. Dalam ketakberdayaan mutlak terlihat hasil-hasil karya Kudrat Mutlak. Misalnya, keadaan luar biasa yang diperlihatkan benih-benih tumbuhan serta simpul-simpul kehidupan pada akarnya saat bangkit.
Dalam keadaan serbakurang serta kering secara mutlak terdapat tampaknya Kekayaan Mutlak, seperti keadaan serbakurang tanah serta pohon pada musim dingin, dan kekayaan serta kemakmuran cemerlang mereka pada musim semi.
Dalam keadaan tak bernyawa secara mutlak terlihat rembesan Kehidupan Mutlak, seperti berubahnya unsur-unsur tak bernyawa menjadi bahan-bahan hidup.
Dalam ketidaktahuan mutlak terlihat tampaknya Kesadaran yang menyeluruh, seperti gerak segala sesuatu, dari zarah hingga bintang, yang sesuai tata alam, manfaat kehidupan serta tuntutan Hikmah, dan keadaan mereka yang penuh kesadaran.
Kudrat dalam ketakberdayaan, Kekuatan dalam kelemahan, Kekayaan serta Kemakmuran dalam keadaan serbakurang, dan Kehidupan serta Kesadaran dalam keadaan tak bernyawa dan tak tahu, jelas serta tentu membuka jendela-jendela dari segala sisi menuju Wujud Niscaya serta Keesaan Zat Yang Qadîr Mutlak, Qawiyy Mutlak, Ghaniyy Mutlak, Alîm Mutlak, Hayy dan Qayyûm. Secara keseluruhan, semuanya memperlihatkan jalan bercahaya dalam skala besar.
Wahai orang lengah yang jatuh ke rawa tabiat! Jika engkau tidak meninggalkan tabiat dan mengenal Kudrat Ilahi, engkau harus menerima bahwa pada setiap sesuatu, bahkan setiap zarah, terdapat kekuatan serta kudrat tak terbatas, hikmah serta keahlian tak berhingga, bahkan daya yang dapat melihat, mengetahui dan mengelola sebagian besar benda.