Pokok Ketiga:
Sebagaimana Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq memiliki Belas Kasih yang tidak berhingga, Dia juga memiliki Cinta yang tidak berhingga. Sebagaimana melalui keindahan serta hiasan ciptaan-ciptaan dalam seluruh kainat Dia membuat Diri-Nya dicintai tanpa batas, Dia juga mencintai ciptaan-ciptaan-Nya, terutama makhluk-makhluk yang sadar dan membalas Perbuatan-Nya yang membuat Diri-Nya dicintai dengan cinta. Betapa penting serta luhurnya berusaha menarik Pandangan Cinta Zat yang seluruh keindahan halus, keelokan, kenikmatan, serta nikmat surga merupakan sebuah manifestasi Rahmat-Nya dapat dipahami dengan jelas.
Karena menurut bunyi Firman-Nya yang tegas, Cinta-Nya hanya dapat diterima dengan mengikuti sunah Ahmad ﷺ, tentu terbukti bahwa mengikuti sunah Ahmad ﷺ ialah tujuan manusia yang paling besar serta tugas manusia yang paling penting.
BUTIR HIKMAH KESEBELAS
Terdiri atas tiga persoalan.
Persoalan Pertama:
Sumber sunah yang luhur dari Rasul Yang Paling Mulia ﷺ ada tiga: perkataan, perbuatan, serta keadaan beliau. Ketiga bagian ini juga memiliki tiga bagian: fardu, nafilah, serta kebiasaan yang baik.
Bagian fardu serta wajib harus diikuti; meninggalkannya mendatangkan azab serta hukuman. Setiap orang dibebani kewajiban mengikutinya.
Dalam bagian nafilah, ahli iman juga dibebani melalui perintah anjuran. Namun, meninggalkannya tidak mendatangkan azab serta hukuman. Menjalankan serta mengikutinya mendatangkan pahala yang besar, sedangkan mengubah serta menggantinya ialah bidah, kesesatan, serta kesalahan besar.
Adapun kebiasaan-kebiasaan beliau yang luhur serta tindakan-tindakannya yang baik, meniru dan mengikuti beliau sangat baik dari segi hikmah, manfaat, hidup pribadi, hidup umat manusia, serta hidup masyarakat. Sebab, sebagaimana setiap tindakan biasanya mengandung banyak manfaat bagi hidup, dengan mengikutinya adab-adab serta kebiasaan itu menjadi ibadah.
Ya, karena berdasarkan kesepakatan kawan serta musuh, pribadi Ahmad ﷺ memiliki derajat tertinggi akhlak yang indah; karena menurut kesepakatan beliau ialah pribadi paling terkenal serta istimewa di tengah umat manusia; karena melalui petunjuk ribuan mukjizat, kesaksian dunia Islam yang dibentuknya serta kesempurnaannya, dan pembenaran hakikat-hakikat Al-Qur'an Al-Hakîm yang beliau sampaikan serta terjemahkan, beliau ialah insan kamil yang paling sempurna ﷺ serta pembimbing yang paling sempurna ﷺ; dan karena sebagai buah mengikuti beliau, jutaan orang yang sempurna telah maju dalam tingkatan-tingkatan kesempurnaan serta mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat; tentu sunah serta tindakan beliau ialah contoh-contoh terindah untuk diteladani, pembimbing-pembimbing paling kukuh untuk diikuti, serta hukum-hukum paling mantap untuk dijadikan prinsip. Orang yang bahagia ialah yang memiliki bagian besar dalam mengikuti sunah ini.
Jika orang yang tidak mengikuti sunah bermalas-malasan, ia mengalami kerugian yang besar; jika menganggapnya tidak penting, ia melakukan kejahatan yang besar; jika mengkritiknya hingga terkesan mendustakannya, hal itu merupakan kesesatan yang besar.
Persoalan Kedua:
Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq berfirman dalam Al-Qur'an Al-Hakîm:
ﻭَﺍِﻧَّﻚَ ﻟَﻌَﻠٰﻰ ﺧُﻠُﻖٍ ﻋَﻈ۪ﻴﻢٍ
Menurut riwayat-riwayat sahih, sahabat-sahabat terpilih seperti Aisyah As-Siddiqah (r.anha), ketika menjelaskan Nabi ﷺ, mereka menjelaskannya dengan berkata, "Hulukuhu'l-Kur'an". Yakni, contoh akhlak yang indah yang dijelaskan Al-Qur'an ialah Muhammad ﷺ. Beliaulah yang paling banyak menjalankan keindahan akhlak itu serta secara fitri diciptakan di atas keindahan akhlak tersebut.
Setiap perbuatan, keadaan, perkataan, serta gerak pribadi seperti ini layak menjadi teladan bagi umat manusia. Bahkan orang-orang yang tidak waras memahami betapa malangnya orang-orang lalai yang beriman kepadanya dan termasuk umatnya, tetapi tidak menganggap penting sunahnya atau ingin mengubahnya.
Persoalan Ketiga:
Karena Rasul Yang Paling Mulia ﷺ secara fitri diciptakan dalam keadaan paling seimbang serta bentuk paling sempurna, gerak serta diam beliau berjalan dalam sikap seimbang dan lurus. Sirah beliau yang luhur memperlihatkan dengan pasti bahwa pada setiap geraknya beliau menempuh jalan lurus serta seimbang dan menjauhi sikap melampaui batas maupun kurang dari batas. Ya, karena Rasul Yang Paling Mulia ﷺ sepenuhnya menjalankan Perintah
ﻓَﺎﺳْﺘَﻘِﻢْ ﻛَﻤَٓﺎ ﺍُﻣِﺮْﺕَ,
sikap lurus tampak dengan pasti pada seluruh perbuatan, perkataan, serta keadaan beliau.
Misalnya, terbebas dari kebodohan serta kecerdikan yang menyesatkan, yakni kedua sikap ekstrem yang merupakan kerusakan serta keadaan gelap daya akal, daya akal beliau selalu bergerak pada hikmah, yang merupakan batas tengah serta dasar sikap lurus...
Terbebas dari sikap penakut serta keberanian membabi buta, yakni kerusakan serta kedua sikap ekstrem daya amarah, daya amarah beliau juga bergerak melalui keberanian suci, yang merupakan dasar sikap lurus serta batas tengah daya amarah...
Terbersihkan dari syahwat yang padam serta kebejatan, yakni kerusakan serta kedua sikap ekstrem daya syahwat, daya syahwat beliau selalu menjadikan iffah (menjaga diri) sebagai pembimbing pada derajat tertinggi dalam keadaan terjaga dari dosa; iffah itu ialah dasar sikap lurus daya tersebut. Dan demikian seterusnya...
Dalam seluruh sunah luhur, keadaan fitri, serta hukum syariatnya, beliau memilih batas yang lurus dan menjauhi sikap melampaui maupun kurang dari batas, yang merupakan kezaliman serta keadaan gelap; beliau juga menjauhi berlebihan serta menghamburkan. Bahkan dalam berbicara, makan, serta minum, beliau menjadikan hemat sebagai pembimbing dan pasti menjauhi berlebihan. Ribuan jilid buku mengenai perincian hakikat ini telah ditulis. Berdasarkan rahasia
ﺍَﻟْﻌَﺎﺭِﻑُ ﺗَﻜْﻔ۪ﻴﻪِ الْاِشَارَةُ,
kita mencukupkan diri dengan satu tetes dari lautan ini serta mempersingkat kisahnya.
ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠٰﻰ ﺟَﺎﻣِﻊِ ﻣَﻜَﺎﺭِﻡِ الْاَخْلَاقِ ﻭَ ﻣَﻈْﻬَﺮِ ﺳِﺮِّ ﴾ﻭَ ﺍِﻧَّﻚَ ﻟَﻌَﻠٰﻰ ﺧُﻠُﻖٍ ﻋَﻈ۪ﻴﻢٍ﴿ ﺍَﻟَّﺬ۪ﻯ ﻗَﺎﻝَ:
ﻣَﻦْ ﺗَﻤَﺴَّﻚَ ﺑِﺴُﻨَّﺘ۪ﻰ ﻋِﻨْﺪَ ﻓَﺴَﺎﺩِ ﺍُﻣَّﺘ۪ﻰ ﻓَﻠَﻪُ ﺍَﺟْﺮُ ﻣِﺎَﺓِ ﺷَﻬ۪ﻴﺪٍ ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﻫَﺪٰﻳﻨَﺎ ﻟِﻬٰﺬَﺍ ﻭَ ﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻟِﻨَﻬْﺘَﺪِﻯَ ﻟَﻮْ لَٓا ﺍَﻥْ ﻫَﺪٰﻳﻨَﺎ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻟَﻘَﺪْ ﺟَٓﺎﺋَﺖْ ﺭُﺳُﻞُ ﺭَﺑِّﻨَﺎ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ لَا ﻋِﻠْﻢَ ﻟَﻨَٓﺎ اِلَّا ﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﺘَﻨَٓﺎ ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻌَﻠ۪ﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ