Risalah Nur — Bahasa Indonesia

14-

Mesnevî Cahaya · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

14-

Pengulangan beberapa peristiwa juz'i seperti kisah Musa merupakan isyarat bahwa peristiwa tersebut memuat kaidah besar.

Kesimpulannya:

Al-Qur'an merupakan zikir, pikiran, Hikmah, ilmu, hakikat, syariat, obat bagi dada, serta hidayah dan rahmat bagi orang beriman.

Ketahuilah, wahai Saudaraku yang Aziz! Suatu keadaan aneh dalam fitrah manusia, saat lalai, membuatnya menyerupakan hukum-hukum latifah serta daya satu sama lain melalui kekeliruan, tanpa dapat membedakan. Misalnya, orang gila yang menyerupakan tangan serta mata dan tidak dapat membedakan peran serta tugas keduanya mengulurkan tangan untuk mengambil sesuatu yang dilihat matanya di tempat tinggi. Karena tangan bertetangga dengan mata, ia menyangka tangan juga dapat melakukan pekerjaan mata.

Demikian pula, manusia lalai, meskipun tak berdaya melakukan pengaturan paling kecil serta juz'i yang berkaitan dengan pribadinya sendiri, melalui kesombongan dan khayalnya mengulurkan tangan untuk menguasai Tindakan-Tindakan Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq.

Keadaan menakjubkan lain dalam fitrah manusia: Di antara individu-individu manusia, meskipun terdapat perbedaan tubuh serta rupa, itu amat sedikit. Namun, secara maknawi serta ruh, terdapat perbedaan sebesar jarak antara zarah dan matahari. Hewan-hewan lainnya tidak demikian. Misalnya, ikan serta burung amat dekat satu sama lain dalam nilai ruh. Yang paling kecil seperti yang paling besar. Sebab, daya ruh manusia tidak dibatasi. Melalui keakuan, mereka jatuh demikian rendah hingga sama dengan zarah. Melalui ubudiyah, ia pun naik demikian tinggi hingga menjadi matahari dua alam, seperti Hazret-i Muhammad ﷺ.

Ketahuilah, wahai Saudaraku yang Aziz! Dasar segala sesuatu ialah terus ada, bukan tidak ada. Bahkan, beberapa hal yang cepat sirna seperti kata, lafaz, serta bayangan, yang kita sangka menuju tidak ada, tidak menuju tidak ada. Dengan mengubah rupa serta keadaannya, semuanya terlindung dari sirna dan berlindung pada beberapa tempat, sehingga tidak menuju tidak ada mutlak.

Hikmah baru yang disebut ilmu telah mengetahui rahasia ini, tetapi belum mengetahuinya dengan jelas. Pada saat yang sama, ia berlebihan serta keliru dengan berkata, ‘Dalam alam tiada tidak ada mutlak. Hanya terdapat tersusun serta terurai.’ Sebab, dalam alam terdapat susunan melalui Karya Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq, penguraian dengan Izin Allah سُبْحَانَهُ, serta penciptaan dan pemusnahan melalui Perintah Allah سُبْحَانَهُ.

ﻳَﻔْﻌَﻞُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻣَﺎ ﻳَﺸَٓﺎﺀُ ٭ ﻭَ ﻳَﺤْﻜُﻢُ ﻣَﺎ ﻳُﺮ۪ﻳﺪُ

Ketahuilah, wahai Saudaraku yang Aziz! Kubur merupakan pintu yang terbuka ke alam akhirat. Sisi belakangnya rahmat, sisi depannya azab. Seluruh sahabat serta kekasih berdiri pada sisi belakang pintu itu. Tidakkah waktumu bergabung dengan mereka telah datang? Tidakkah engkau rindu pergi kepada mereka serta mengunjungi mereka? Ya, waktu telah dekat. Untuk bersih dari kotoran dunia, diperlukan mandi. Jika tidak, mereka akan merasa jijik serta menolak.

Jika datang undangan mengunjungi Imam Rabbani Ahmad Faruqi, dengan dikatakan bahwa hari ini ia hidup di India, aku akan pergi mengunjunginya dengan menanggung seluruh kesukaran serta bahaya. Karena itu, matahari dua alam ﷺ, yang dinamai ‘Ahmed’ ﷺ dalam Injil, ‘Ahyed’ ﷺ dalam Taurat, dan ‘Muhammed’ ﷺ dalam Al-Qur'an, tinggal pada sisi belakang kubur, dikelilingi jutaan Ahmad Faruqi. Mengapa kita tidak bergegas pergi mengunjungi mereka? Tertinggal adalah keliru.

Perlu memperhatikan dasar-dasar berikut:

1-

Segala sesuatu tunduk kepada orang yang menjadi hamba Allah سُبْحَانَهُ. Bagi yang tidak, segala sesuatu merupakan musuh.

2-

Segala sesuatu ditentukan melalui takdir. Relalah kepada bagianmu agar engkau tenteram.

3-

Kerajaan milik Allah سُبْحَانَهُ. Pada dirimu ia tinggal sebagai amanah. Dia akan Menjaganya tetap ada dan Menyimpannya bagimu. Jika tinggal padamu, ia sirna serta pergi tanpa hasil.

4-

Tiada lezat dalam sesuatu yang tidak terus ada. Engkau akan sirna. Dunia pun akan sirna. Dunia orang-orang pun akan sirna. Bentuk kainat saat ini pun akan sirna. Semuanya menuju sirna dengan saling mengikuti seperti detik, menit, jam, serta hari.

5-

Jika tidak memiliki suatu karya yang akan menyelamatkanmu di akhirat, jangan pula memberi nilai kepada karya-karya yang engkau tinggalkan dalam dunia fana.

Ketahuilah, wahai Saudaraku yang Aziz! Dengarkan manfaat serta tempat penggunaan tiga ungkapan suci ini: Sübhanallah, Elhamdülillah, Allahu ekber.

1-

Ketika manusia yang hatinya memiliki hidup memandang kainat serta alam, ia terpana dengan melihat hal-hal yang tidak mampu dipahaminya, terutama manuver-manuver Ilahi yang dilakukan dalam ruang kosong ini. Api terpana pada keadaan yang menakjubkan serta menimbulkan gentar seperti ini hanya padam dengan meminum air jernih yang memancar dari ungkapan Sübhanallah.

2-

Manusia yang sama, dengan menampakkan nikmat yang dirasakannya dari nikmat-nikmat lezat yang dilihatnya, di bawah sebutan ‘Hamd’, melihat pemberian nikmat dalam nikmat dan Pemberi Nikmat dalam pemberian nikmat. Dengan meminta nikmat terus ada serta lezat bertambah, melalui ungkapan Elhamdülillah ia bernapas seperti orang yang menemukan perbendaharaan nikmat.

3-

Ketika manusia yang sama melihat hal-hal dari makhluk menakjubkan serta gerak luar biasa yang tidak dapat ditimbang akalnya atau dimuat pikirannya, ia memperoleh lega dengan mengucapkan Allahu ekber. Yakni, Khâliqnya lebih Agung serta lebih Besar. Menciptakan serta mengatur mereka tidak berat bagi⁠-⁠Nya.

Ketahuilah, wahai Saudaraku yang Aziz! Melalui keburukannya, manusia tidak merugikan Allah سُبْحَانَهُ, melainkan hanya merugikan nafsunya. Misalnya, di luar, dalam kejadian serta hakikat, tiada sekutu bagi Allah سُبْحَانَهُ yang dapat ia ikuti untuk mencampuri kerajaan serta karya-karya Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq. Ia hanya memikirkan sekutu dalam benaknya dan menempatkannya dalam kepalanya yang kosong, sebab di luar tiada tempat bagi sekutu. Maka, orang tanpa akal itu merusak rumahnya sendiri dengan tangannya sendiri.

Ketahuilah, wahai Saudaraku yang Aziz! Allah سُبْحَانَهُ Cukup bagi yang bertawakal kepada Allah سُبْحَانَهُ.

Karena Allah سُبْحَانَهُ Sempurna Mutlak, Dia Dicintai demi Zat⁠-⁠Nya sendiri.

Karena Allah سُبْحَانَهُ Mûjid serta Wâjibul Wujûd, dalam dekat kepada⁠-⁠Nya terdapat cahaya-cahaya wujud dan dalam jauh dari⁠-⁠Nya terdapat gelap tidak ada.

Allah سُبْحَانَهُ adalah Tempat Berlindung serta Tempat Selamat. Bagi ruh-ruh yang kecewa kepada kainat, jijik kepada hiasan dunia, dan jemu kepada wujudnya, Dialah Tempat Berlindung serta Tempat Selamat.

Allah سُبْحَانَهُ adalah Bâqî; alam terus ada hanya melalui Kekal⁠-⁠Nya.

Allah سُبْحَانَهُ adalah Mâlik; Dia Mengambil milik⁠-⁠Nya dalam dirimu untuk Menyimpannya bagimu.

Allah سُبْحَانَهُ adalah Ghaniyy lagi Mughnî; kunci segala sesuatu berada pada⁠-⁠Nya. Jika seorang manusia menjadi hamba ikhlas bagi Allah سُبْحَانَهُ, kainat yang merupakan milik Allah سُبْحَانَهُ menjadi seperti miliknya.

Ketahuilah, wahai Saudaraku yang Aziz! Manusia berakal sehat tidak bergembira karena yang diperolehnya dari urusan dunia ataupun bersedih karena yang hilang darinya. Sebab, dunia tidak berhenti; ia pergi. Manusia pun pergi bersamanya. Engkau pun musafir. Lihatlah, fajar masa tua telah terbit di atas telingamu. Lebih dari separuh kepalamu terbungkus kafan putih. Penyakit-penyakit yang berniat tinggal dalam tubuhmu merupakan pasukan pengintai kematian.

Selain itu, usia abadi berada di hadapanmu. Tenteram serta lezat yang akan engkau lihat dalam usia kekal itu hanya terikat kepada usaha dan kerjamu dalam usia fana ini. Engkau tidak mengetahui usia kekal tersebut sama sekali. Bangunlah sebelum sakarat kematian membangunkanmu!

Ketahuilah, wahai Saudaraku yang Aziz! Jika memandang Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq dengan sebutan Yang diketahui serta dikenal, Dia menjadi tidak diketahui serta tidak dikenal. Sebab, pengetahuan semacam ini hanyalah keakraban menurut adat serta sesuatu yang didengar melalui taklid. Ia pun bukan ungkapan yang akan memberitahukan hakikat. Selain itu, makna yang dipahami melalui sebutan tersebut tidak dapat mengambil Sifat-Sifat Mutlak bersama-sama serta menanamkannya dalam benak. Ia hanya suatu jenis sebutan untuk memikirkan Zat Yang Mahasuci.

Namun, jika Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq dipandang dengan sebutan Wujud Yang tidak diketahui, sinar mengenal⁠-⁠Nya muncul hingga suatu tingkat. Tidak berat bahwa Zat Pemilik Sifat-Sifat Mutlak serta Meliputi yang bertajalli dalam kainat terbit dari sebutan itu.

Ketahuilah, wahai Saudaraku yang Aziz! Setiap Asmaul Husna memuat yang lain secara ringkas, seperti sinar memuat tujuh warna. Demikian pula, sebagaimana setiap Asma merupakan dalil bagi yang lain, ia juga menjadi hasil bagi setiap Asma lainnya. Maka, Asmaul Husna saling memperlihatkan seperti cermin. Karena itu, semuanya dapat dibaca seperti perbandingan-perbandingan yang hasilnya disebutkan bersama, atau hasil-hasil yang dalilnya bersama.

TUNDUK MEMOHON DAN MUNAJAT

ﺍِﻟٰﻬ۪ﻰ لَازِمٌ ﻋَﻠَﻰَّ ﺍَﻥْ لَا ﺍُﺑَﺎﻟِﻰَ ﻭَ ﻟَﻮْ ﻓَﺎﺕَ ﻣِﻨّ۪ﻰ ﺣَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟﺪَّﺍﺭَﻳْﻦِ ﻭَ ﻋَﺎﺩَﺗْﻨِﻰ ﺍﻟْﻜَﺎﺋِﻨَﺎﺕُ ﺑِﺘَﻤَﺎﻣِﻬَﺎ ﺍِﺫْ ﺍَﻧْﺖَ ﺭَﺑّ۪ﻰ ﻭَ ﺧَﺎﻟِﻘ۪ﻰ ﻭَ ﺍِﻟٰﻬ۪ﻰ ﺍِﺫْ ﺍَﻧَﺎ ﻣَﺨْﻠُﻮﻗُﻚَ ﻭَ ﻣَﺼْﻨُﻮﻋُﻚَ ﻟ۪ﻰ ﺟِﻬَﺔُ ﺗَﻌَﻠُّﻖٍ ﻭَ ﺍِﻧْﺘِﺴَﺎﺏٍ ﻣَﻊَ ﻗَﻄْﻊِ ﻧِﻬَﺎﻳَﺔِ ﻋِﺼْﻴَﺎﻧ۪ﻰ ﻭَ ﻏَﺎﻳَﺔِ ﺑُﻌْﺪ۪ﻯ ﻟِﺴَﺎﺋِﺮِ ﺭَﻭَﺍﺑِﻂِ ﺍﻟْﻜَﺮَﺍﻣَﺔِ ﻓَﺎَﺗَﻀَﺮَّﻉُ ﺑِﻠِﺴَﺎﻥِ ﻣَﺨْﻠُﻮﻗِﻴَّﺘ۪ﻰ ﻳَﺎ ﺧَﺎﻟِﻘ۪ﻰ ٠ ﻳَﺎ ﺭَﺑّ۪ﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺍﺯِﻗ۪ﻰ ﻳَﺎ ﻣَﺎﻟِﻜ۪ﻰ ﻳَﺎ ﻣُﺼَﻮِّﺭ۪ﻯ ٠ ﻳَﺎ ﺍِﻟٰﻬ۪ﻰ ﺍَﺳْﺌَﻠُﻚَ ﺑِﺎَﺳْﻤَﺎﺋِﻚَ ﺍﻟْﺤُﺴْﻨٰﻰ ﻭَ ﺑِﺎِﺳْﻤِﻚَ الْاَعْظَمِ ﻭَ ﺑِﻔُﺮْﻗَﺎﻧِﻚَ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢِ ﻭَ ﺑِﺤَﺒ۪ﻴﺒِﻚَ الْاَكْرَمِ ﻭَ بِكَلَامِكَ ﺍﻟْﻘَﺪ۪ﻳﻢِ ﻭَ ﺑِﻌَﺮْﺷِﻚَ الْاَعْظَمِ ﻭَ ﺑِﺎَﻟْﻒِ ﺍَﻟْﻒِ ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﺣَﺪٌ ﺍِﺭْﺣَﻤْﻨ۪ﻰ ﻳَﺎ ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﻳَﺎ ﺭَﺣْﻤٰﻦُ ﻳَﺎ ﺣَﻨَّﺎﻥُ ﻳَﺎ ﻣَﻨَّﺎﻥُ ﻳَﺎ ﺩَﻳَّﺎﻥُ ﺍِﻏْﻔِﺮْﻟ۪ﻰ ﻳَﺎ ﻏَﻔَّﺎﺭُ ﻳَﺎ ﺳَﺘَّﺎﺭُ ﻳَﺎ ﺗَﻮَّﺍﺏُ ﻳَﺎ ﻭَﻫَّﺎﺏُ ﺍُﻋْﻒُ ﻋَﻨّ۪ﻰ ﻳَﺎ ﻭَﺩُﻭﺩُ ﻳَﺎ ﺭَﺅُﻑُ ﻳَﺎ ﻋَﻔُﻮُّ ﻳَﺎ ﻏَﻔُﻮﺭُ ٠ ﺍُﻟْﻄُﻒْ ﺑ۪ﻰ ﻳَﺎ ﻟَﻄ۪ﻴﻒُ ﻳَﺎ ﺧَﺒ۪ﻴﺮُ ﻳَﺎ ﺳَﻤ۪ﻴﻊُ ﻳَﺎ ﺑَﺼ۪ﻴﺮُ ﻭَ ﺗَﺠَﺎﻭَﺯْ ﻋَﻨّ۪ﻰ ﻳَﺎ ﺣَﻠ۪ﻴﻢُ ﻳَﺎ ﻋَﻠ۪ﻴﻢُ ﻳَﺎ ﻛَﺮ۪ﻳﻢُ ﻳَﺎ ﺭَﺣ۪ﻴﻢُ ﺍِﻫْﺪِﻧَﺎ ﺍﻟﺼِّﺮَﺍﻁَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘ۪ﻴﻢَ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ ﻳَﺎ ﺻَﻤَﺪُ ﻳَﺎ ﻫَﺎﺩ۪ﻯ ﺟُﺪْ ﻋَﻠَﻰَّ ﺑِﻔَﻀْﻠِﻚَ ﻳَﺎ ﺑَﺪ۪ﻳﻊُ ﻳَﺎ ﺑَﺎﻗ۪ﻰ ﻳَﺎ ﻋَﺪْﻝُ ﻳَﺎ ﻫُﻮَ ﺍَﺣْﻰِ ﻗَﻠْﺒ۪ﻰ ﻭَ ﻗَﺒْﺮ۪ﻯ ﺑِﻨُﻮﺭِ الْا۪يمَانِ ﻭَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٰﻥِ ﻳَﺎ ﻧُﻮﺭُ ﻳَﺎ ﺣَﻖُّ ﻳَﺎ ﺣَﻰُّ ﻳَﺎ ﻗَﻴُّﻮﻡُ ﻳَﺎ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚِ ﻳَﺎ ﺫَﺍ الْجَلَالِ ﻭَ الْاِكْرَامِ ﻳَﺎ ﺍَﻭَّﻝُ ﻳَﺎ ﺍٰﺧِﺮُ ﻳَﺎ ﻇَﺎﻫِﺮُ ﻳَﺎ ﺑَﺎﻃِﻦُ ﻳَﺎ ﻗَﻮِﻯُّ ﻳَﺎ ﻗَﺎﺩِﺭُ ﻳَﺎ مَوْلَاىَ ﻳَﺎ ﻏَﺎﻓِﺮُ ﻳَﺎ ﺍَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤ۪ﻴﻦَ ﺍَﺳْﺌَﻠُﻚَ ﺑِﺎِﺳْﻤِﻚَ الْاَعْظَمِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٰﻥِ ﻭَ ﺑِﻤُﺤَﻤَّﺪٍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ الصَّلَاةُ ﻭَ السَّلَامُ ﺍَﻟَّﺬ۪ﻯ ﻫُﻮَ ﺳِﺮُّﻙَ الْاَعْظَمُ ﻓ۪ﻰ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻢِ ﺍَﻥْ ﺗَﻔْﺘَﺢَ ﻣِﻦْ ﻫٰﺬِﻩِ الْاَسْمَاءِ ﺍﻟْﺤُﺴْﻨٰﻰ ﻛُﻮَﺍﺓً ﻣُﻔ۪ﻴﻀَﺔً ﺍَﻧْﻮَﺍﺭَ الْاِسْمِ الْاَعْظَمِ ﺍِﻟٰﻰ ﻗَﻠْﺒ۪ﻰ ﻓ۪ﻰ ﻗَﺎﻟِﺒ۪ﻰ ﻭَ ﺍِﻟٰﻰ ﺭُﻭﺣ۪ﻰ ﻓ۪ﻰ ﻗَﺒْﺮ۪ﻯ ﻓَﺘَﺼ۪ﻴﺮَ ﻫٰﺬِﻩِ ﺍﻟﺼَّﺤ۪ﻴﻔَﺔُ ﻛَﺴَﻘْﻒِ ﻗَﺒْﺮ۪ﻯ ﻭَ ﻫٰﺬِﻩِ الْاَسْمَاءُ ﻛَﻜُﻮَﺍﺕٍ ﺗُﻔ۪ﻴﺾُ ﺍَﺷِﻌَّﺔَ ﺷَﻤْﺲِ ﺍﻟْﺤَﻘ۪ﻴﻘَﺔِ ﺍِﻟٰﻰ ﺭُﻭﺣ۪ﻰ ﺍِﻟٰﻬ۪ﻰ ﺍَﺗَﻤَﻨّٰﻰ ﺍَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻟ۪ﻰ ﻟِﺴَﺎﻥٌ ﺍَﺑَﺪِﻯٌّ ﻳُﻨَﺎﺩ۪ﻯ ﺑِﻬٰﺬِﻩِ الْاَسْمَاءِ ﺍِﻟٰﻰ ﻗِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔِ ﻓَﺎَﻗْﺒَﻞْ ﻫٰﺬِﻩِ ﺍﻟﻨُّﻘُﻮﺵَ ﺍﻟْﺒَﺎﻗِﻴَﺔَ ﺑَﻌْﺪ۪ﻯ ﻧَﺎﺋِﺒًﺎ ﻋَﻦْ ﻟِﺴَﺎﻧِﻰَ ﺍﻟﺰَّﺍﺋِﻞِ ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَ ﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠٰﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ صَلَاةً ﺗُﻨْﺠ۪ﻴﻨَﺎ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺟَﻤ۪ﻴﻊِ الْاَهْوَالِ ﻭَ الْاٰفَاتِ ﻭَ ﺗَﻘْﻀ۪ﻰ ﻟَﻨَﺎ ﺑِﻬَﺎ ﺟَﻤ۪ﻴﻊَ ﺍﻟْﺤَﺎﺟَﺎﺕِ ﻭَ ﺗُﻄَﻬِّﺮُﻧَﺎ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺟَﻤ۪ﻴﻊِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ ﻭَ ﺗَﻐْﻔِﺮُ ﻟَﻨَﺎ ﺑِﻬَﺎ ﺟَﻤ۪ﻴﻊَ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏِ ﻭَ ﺍﻟْﺨَﻄ۪ﻴﺌَﺎﺕِ ﻳَﺎ ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﻳَﺎ ﻣُﺠ۪ﻴﺐَ ﺍﻟﺪَّﻋَﻮَﺍﺕِ ﺍِﺟْﻌَﻞْ ﻟ۪ﻰ ﻓ۪ﻰ ﻣُﺪَّﺓِ ﺣَﻴَﺎﺗ۪ﻰ ﻭَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻤَﺎﺗ۪ﻰ ﻓ۪ﻰ ﻛُﻞِّ ﺍٰﻥٍ ﺍَﺿْﻌَﺎﻑَ ﺍَﺿْﻌَﺎﻑِ ﺫٰﻟِﻚَ ﺍَﻟْﻒُ ﺍَﻟْﻒِ صَلَاةٍ ﻭَ سَلَامٍ ﻣَﻀْﺮُﻭﺑ۪ﻴﻦَ ﻓ۪ﻰ ﻣِﺜْﻞِ ﺫٰﻟِﻚَ ﻭَ ﺍَﻣْﺜَﺎﻝِ ﺍَﻣْﺜَﺎﻝِ ﺫٰﻟِﻚَ ﻋَﻠٰﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَ ﻋَﻠٰﻰ ﺍٰﻟِﻪ۪ ﻭَ ﺍَﺻْﺤَﺎﺑِﻪ۪ ﻭَ ﺍَﻧْﺼَﺎﺭِﻩ۪ ﻭَ ﺍَﺗْﺒَﺎﻋِﻪ۪ ﻭَﺍﺟْﻌَﻞْ ﻛُﻞَّ صَلَاةٍ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺫٰﻟِﻚَ ﺗَﺰ۪ﻳﺪُ ﻋَﻠٰﻰ ﺍَﻧْﻔَﺎﺳِﻰَ ﺍﻟْﻌَﺎﺻِﻴَﺔِ ﻓ۪ﻰ ﻣُﺪَّﺓِ ﻋُﻤْﺮ۪ﻯ ﻭَ ﺍﻏْﻔِﺮْﻟ۪ﻰ ﻭَ ﺍﺭْﺣَﻤْﻨ۪ﻰ ﺑِﻜُﻞِّ صَلَاةٍ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻳَﺎ ﺍَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤ۪ﻴﻦَ ﺍٰﻣ۪ﻴﻦَ