Daftar Isi Mektubat
SURAT PERTAMA:
Merupakan jawaban atas empat pertanyaan.
Pertanyaan Pertama:
Mengenai kehidupan Khidir. Berkaitan dengannya, ia menerangkan lima tingkat kehidupan dengan cara yang sangat indah dan meyakinkan.
Pertanyaan Kedua:
Ia membuktikan dengan cara yang sangat indah rahasia bahwa kematian dalam ayat
ﺍَﻟَّﺬ۪ﻯ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﻭَﺍﻟْﺤَﻴٰﻮﺓَ
merupakan nikmat dan sesuatu yang diciptakan. Kematian juga suatu nikmat seperti kehidupan, serta diciptakan seperti kehidupan.
Pertanyaan Ketiga:
Dalam jawaban "Di manakah neraka?", ia menerangkan dan menunjukkan tempatnya dengan sangat masuk akal. Ia membedakan neraka kecil dan neraka besar serta membuktikannya secara ilmiah dan logis. Pada akhir, dengan cara sangat megah dan terang, ia menunjukkan rahasia agung Kebesaran serta Rububiyah Allah سُبْحَانَهُ dan satu hikmah diciptakannya neraka besar. Ia juga menunjukkan bahwa surga dan neraka merupakan dua buah pohon ciptaan, dua hasil rangkaian alam semesta, dua tempat menyimpan aliran syuunat serta hasil-hasil maknawi bumi, dan dua tempat tajalli Kemurahan serta Penaklukan.
Dalam jawaban Pertanyaan Keempat, ia membuktikan dengan sangat indah dan meyakinkan bahwa sebagaimana cinta kiasan kepada para kekasih berubah menjadi cinta sejati, cinta kiasan manusia terhadap dunia yang besar pun, melalui rahasia iman, dapat berubah menjadi cinta sejati yang diterima.
SURAT KEDUA:
Ia menerangkan rahasia mengapa pada zaman ini, tanpa keadaan mendesak, orang-orang yang berusaha membimbing manusia dan menyebarkan agama harus menahan diri dari menerima sedekah serta hadiah melalui empat sebab. Bersama ayat
ﺍِﻥْ ﺍَﺟْﺮِﻯَ اِلَّا ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠّٰﻪِ,
ia menafsirkan rahasia penting ayat-ayat mengenai tidak membutuhkan manusia, seperti ayat
ﺍِﺗَّﺒِﻌُﻮﺍ ﻣَﻦْ لَا ﻳَﺴْﺌَﻠُﻜُﻢْ ﺍَﺟْﺮًﺍ.
Jika orang-orang yang berusaha menyebarkan ilmu dan agama tidak bertindak dengan sikap tidak membutuhkan serta kanaah sedapat mungkin, mereka menjadi sasaran tuduhan orang yang sesat dan tidak dapat mempertahankan kehormatan ilmu.
Menerima hadiah sebagai balasan bagi urusan akhirat seperti kesalehan dan menyebarkan agama berarti memakan buah akhirat di dunia dengan cara yang akan sirna.
SURAT KETIGA:
Dengan menggambarkan cahaya mukjizat yang luhur dalam sumpah
فَلَٓا ﺍُﻗْﺴِﻢُ ﺑِﺎﻟْﺨُﻨَّﺲِ ٭ ﺍَﻟْﺠَﻮَﺍﺭِ ﺍﻟْﻜُﻨَّﺲِ,
kilatan mukjizat yang terang dalam perumpamaan ayat
ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﻗَﺪَّﺭْﻧَﺎﻩُ ﻣَﻨَﺎﺯِﻝَ ﺣَﺘّٰﻰ ﻋَﺎﺩَ ﻛَﺎﻟْﻌُﺮْﺟُﻮﻥِ ﺍﻟْﻘَﺪ۪ﻳﻢِ,
serta hakikat terang dalam ayat
ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬ۪ﻯ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢُ الْاَرْضَ ذَلُولًا ﻓَﺎﻣْﺸُﻮﺍ ﻓ۪ﻰ ﻣَﻨَﺎﻛِﺒِﻬَﺎ
yang menunjukkan bola bumi sebagai kapal Rabb yang berenang dalam ruang alam semesta, ia menerangkan perjalanan orang-orang yang sesat untuk berpindah dari bumi ke neraka. Ia juga menerangkan dengan sangat indah, meyakinkan, dan singkat bahwa jika segala sesuatu disandarkan kepada satu Zat, ada kemudahan hingga derajat niscaya, tetapi jika menghadirkannya disandarkan kepada banyak sebab, ada kesukaran dan kesulitan hingga derajat mustahil. Dengan itu, ia menafsirkan dua butir hikmah penting mukjizat.
SURAT KEEMPAT:
Ia menerangkan bahwa suatu rahasia ayat
ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺆْﺕَ ﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻓَﻘَﺪْ ﺍُﻭﺗِﻰَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻛَﺜ۪ﻴﺮًﺍ
bertajalli mengenai Risale-i Nur.
Selain itu:
"Dalam tarekat Naqsyaband perlu empat hal yang ditinggalkan:
Meninggalkan dunia, meninggalkan akhirat, meninggalkan diri, meninggalkan sikap meninggalkan"
Sebagai bandingan kaidah tersebut, ia menerangkan suatu kaidah yang sangat penting dalam jalan melalui keadaan tak berdaya.
Ia juga menafsirkan suatu rahasia ayat
ﺍَﻓَﻠَﻢْ ﻳَﻨْﻈُﺮُٓﻭﺍ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَٓﺎﺀِ ﻓَﻮْﻗَﻬُﻢْ ﻛَﻴْﻒَ ﺑَﻨَﻴْﻨَﺎﻫَﺎ
melalui kisah bintang yang membuat bintang-bintang berbicara; menyerupai puisi tetapi bukan puisi, teratur tetapi bukan syair, sangat cemerlang tetapi bukan khayalan.
SURAT KELIMA:
Ditulis sehubungan dengan sebagian pengikut tarekat—yang merupakan pelayan serta sarana bagi syariat—yang terlalu mementingkan tarekat dan merasa cukup dengannya, sehingga bersikap malas serta tidak peduli dalam menyebarkan hakikat iman.
Ia menjelaskan tiga bagian kewalian, lalu membuktikan bahwa kewalian agung, yang merupakan tarekat terpenting, ialah mengikuti sunah yang mulia melalui rahasia mewarisi kenabian, serta bersungguh-sungguh dalam menyebarkan hakikat iman.
Ia menunjukkan bahwa tersingkapnya hakikat iman, yang merupakan tujuan, manfaat, serta titik akhir terpenting tarekat, juga dapat dicapai melalui Risale-i Nur; dan bahwa bagian-bagian Risale-i Nur melaksanakan tugas itu seperti tarekat, tetapi dalam waktu yang lebih singkat.
SURAT KEENAM:
Menafsirkan suatu rahasia ayat-ayat
ﺣَﺴْﺒُﻨَﺎ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻮَﻛ۪ﻴﻞُ ٭ ﻓَﺎِﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻓَﻘُﻞْ ﺣَﺴْﺒِﻰَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮَ
dengan menjelaskan cahaya penghiburan yang datang dari cahaya iman, limpahan Al-Qur'an, serta Karunia Ar-Rahmân, di tengah gelap lima macam keadaan terasing yang menyedihkan dan terasa satu di dalam yang lain. Surat ini begitu menyentuh sehingga membuat hati yang paling keras pun menangis, dan begitu bercahaya sehingga menggembirakan hati yang paling putus asa serta berduka.
SURAT KETUJUH:
Menafsirkan suatu rahasia penting ayat-ayat
ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺍَﺑَٓﺎ ﺍَﺣَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺭِﺟَﺎﻟِﻜُﻢْ ﻭَﻟٰﻜِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺧَﺎﺗَﻢَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻴّ۪ﻦَ ٭ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗَﻀٰﻰ ﺯَﻳْﺪٌ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻃَﺮًﺍ ﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻛَﻬَﺎ ﻟِﻜَﻰْ لَا ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨ۪ﻴﻦَ ﺣَﺮَﺝٌ ﻓ۪ٓﻰ ﺍَﺯْﻭَﺍﺝِ ﺍَﺩْﻋِﻴَٓﺎﺋِﻬِﻢْ
yang turun mengenai bersihnya Nabi ﷺ dari tuduhan orang-orang munafik; ia menjelaskan bahwa banyaknya pernikahan Rasul Yang Paling Mulia ﷺ bukanlah karena nafsu, melainkan agar di lingkungan pribadinya terdapat lebih banyak murid yang menjadi perantara bagi hukum-hukum syariat yang tampak dari keadaan serta perilaku beliau, sebagaimana dari perkataan serta perbuatan beliau.
Ia menjelaskan bahwa pernikahan beliau dengan Zainab yang mulia semata-mata berlangsung melalui Perintah Allah سُبْحَانَهُ serta Takdir Rabb; dan dengan tegas mematahkan kritik orang-orang zindik pada masa kini, seperti orang-orang munafik pada masa dahulu.
SURAT KEDELAPAN:
Dengan menjelaskan bahwa perasaan Nabi Ya'qub aleyhisselâm, yang berkata
ﻓَﺎﻟﻠّٰﻪُ ﺧَﻴْﺮٌ ﺣَﺎﻓِﻈًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺍَﺭْﺣَﻢُ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤ۪ﻴﻦَ,
terhadap Nabi Yusuf aleyhisselâm bukanlah cinta yang membara, melainkan tingkatan kasih sayang yang luhur; bahwa kasih sayang jauh lebih tinggi serta lebih tajam daripada cinta yang membara; dan bahwa kasih sayang merupakan sarana menuju Asma Ar-Rahmân serta Ar-Rahîm, ia menafsirkan suatu rahasia indah
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ
dan suatu butir hikmah cemerlang
ﻓَﺎﻟﻠّٰﻪُ ﺧَﻴْﺮٌ ﺣَﺎﻓِﻈًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺍَﺭْﺣَﻢُ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤ۪ﻴﻦَ.
SURAT KESEMBILAN:
Menjelaskan suatu kaidah penting mengenai karamah, ikram, Inayah, serta istidraj. Membuktikan bahwa sebagaimana menampakkan karamah merugikan, menampakkan ikram merupakan syukur; bahwa karamah yang paling selamat ialah mendapatkannya tanpa menyadarinya; dan bahwa karamah sejati menambah kepercayaan kepada Rabb, bukan kepada diri sendiri—jika tidak, ia merupakan istidraj. Membuktikan pula bahwa cara menjalani kehidupan dunia dengan bahagia ialah tidak menghabiskan perasaan kuat yang diberikan untuk akhirat pada urusan dunia yang fana; bahwa sebagaimana cinta memiliki dua jenis, majasi serta hakiki, perasaan kuat seperti ambisi, keras kepala, serta cemas akan masa depan pun masing-masing memiliki bagian majasi dan hakiki; bahwa yang majasi sangat merugikan serta menjadi sumber akhlak buruk, sedangkan yang hakiki sangat bermanfaat serta menjadi sarana menuju akhlak mulia.
Ia juga menjelaskan perbedaan penting antara Islam serta iman. Yakni, Islam ialah berpihak kepada haq serta berpegang teguh padanya, sedangkan iman ialah meyakini serta membenarkan haq; sebagaimana dua puluh tahun lalu terdapat seorang Muslim yang tidak beragama, ia menunjukkan bahwa kini pun tampaknya terdapat orang beriman yang bukan Muslim.
Ia juga menjelaskan betapa kuat bagian-bagian Risale-i Nur menanamkan rasa berpihak kepada Islam, serta betapa kuat dan pasti bagian-bagian itu membuktikan rukun-rukun iman.
SURAT KESEPULUH:
Merupakan jawaban atas dua pertanyaan.
Pertama:
Menafsirkan suatu rahasia ayat-ayat
وَلَٓا ﺍَﺻْﻐَﺮَ ﻣِﻦْ ﺫٰﻟِﻚَ وَلَٓا ﺍَﻛْﺒَﺮَ اِلَّا ﻓ۪ﻰ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻣُﺒ۪ﻴﻦٍ ٭ ﻭَ ﻛُﻞَّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺍَﺣْﺼَﻴْﻨَﺎﻩُ ﻓ۪ٓﻰ ﺍِﻣَﺎﻡٍ ﻣُﺒ۪ﻴﻦٍ;
menjelaskan apa yang dimaksud dengan "Imâm Mubîn" serta "Kitâb Mubîn".
Pertanyaan Kedua:
Memberikan jawaban yang sangat masuk akal, penting, serta cemerlang terhadap pertanyaan, "Di manakah padang kebangkitan?"
SURAT KESEBELAS:
Terdiri atas empat pembahasan yang berbeda. Karena keempat persoalan ini saling berjauhan, surat ini tampak berserakan. Sehubungan dengan surat yang berserakan ini, kuperingatkan saudara-saudaraku:
Surat-surat kecil ini kutulis secara khusus bagi beberapa saudara tertentu. Setelah surat-surat besar muncul, surat-surat kecil pun perlu diperlihatkan kepada semua orang. Padahal, surat-surat itu tidak tertata serta kacau. Surat-surat itu harus tetap sebagaimana ditulis dahulu. Kita tidak diizinkan memperbaiki serta menatanya kemudian!
Surat Kesebelas ini terdiri atas empat persoalan yang sangat berjauhan dan terserak; ia kacau serta berserakan. Namun, sebagaimana para penyair dan ahli cinta menyukai serta memuji rambut ikal yang terurai, surat ini pun—seperti rambut ikal yang terurai—dibiarkan sebagaimana adanya, dengan niat menjaga kehangatan serta kemanisan aslinya tanpa bercampur dengan cara dibuat-buat yang dingin.
Pembahasan Pertama surat ini, dengan menafsirkan suatu rahasia ayat
ﺍِﻥَّ ﻛَﻴْﺪَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﻛَﺎﻥَ ﺿَﻌ۪ﻴﻔًﺎ,
merupakan obat serta salep penting bagi orang-orang yang menderita bisikan setan.
Pembahasan Kedua:
Merupakan buah dari Dataran Tinggi Barla, Tepelice, pinus, aras, serta poplar hitam; karena telah dituliskan dalam kumpulan Sözler, ia tidak dituliskan di sini.
Pembahasan Ketiga dan Keempat:
Merupakan dua contoh di antara ratusan contoh yang memperlihatkan keadaan tak berdaya peradaban di hadapan i'jaz Al-Qur'an; dua contoh yang membuktikan betapa tidak adilnya hukum peradaban yang bertentangan dengan Al-Qur'an.
Contoh Pertama:
ﻓَﻠِﻠﺬَّﻛَﺮِ ﻣِﺜْﻞُ ﺣَﻆِّ الْاُنْثَيَيْنِ
Hukum Al-Qur'an, yang merupakan keadilan murni, memberikan bagian setengah kepada anak perempuan. Ia membuktikan dengan pasti bahwa dalam hal warisan, peradaban telah melakukan ketidakadilan besar serta menzalimi anak perempuan yang membutuhkan belas kasih, dengan memberikan kepadanya hak melebihi haknya.
Contoh Kedua:
Mengenai suatu rahasia ayat
فَلِاُمِّهِ ﺍﻟﺴُّﺪُﺱُ;
ia membuktikan bahwa sebagaimana peradaban yang hina—medeniyet tanpa mim—berbuat tidak adil dengan memberikan kepada anak perempuan hak melebihi haknya, demikian pula ia berbuat lebih tidak adil dengan memotong hak ibu. Terhadap kasih sayang seorang ibu, yang merupakan hakikat paling terhormat, hal itu merupakan ketidakadilan yang mengerikan, sikap tidak hormat yang ganas, penghinaan yang bersifat kejahatan, tidak mensyukuri Nikmat yang mengguncangkan Arasy Rahmat, serta kesalahan yang seolah mencampurkan racun ke dalam ikatan kasih sayang yang menjadi penawar bagi kehidupan masyarakat.
SURAT KEDUA BELAS:
Merupakan tiga jawaban singkat atas tiga pertanyaan dari beberapa sahabat yang menguasai ilmu pengetahuan mengenai tiga persoalan yang mereka perdebatkan.
Pertanyaan Pertama:
Memberikan jawaban yang sangat pasti terhadap pertanyaan, "Apakah Hikmah di balik dikeluarkannya Adam yang mulia dari surga serta dimasukkannya sebagian anak Adam ke neraka?"
Pertanyaan Kedua:
Memberikan jawaban yang sangat pasti terhadap pertanyaan, "Bukankah Menciptakan serta Mengadakan setan-setan dan kejahatan merupakan keburukan serta sesuatu yang buruk? Bagaimana Keindahan Rahmat Sang Jamîl Mutlak serta Sang Rahîm Tanpa Batas mengizinkannya?"
Pertanyaan Ketiga:
Memberikan jawaban yang sangat meyakinkan serta pasti terhadap pertanyaan, "Bukankah menimpakan musibah serta bencana kepada manusia yang tidak bersalah dan hewan merupakan kezaliman? Bagaimana Keadilan Sang 'Âdil Mutlak mengizinkannya?"
SURAT KETIGA BELAS:
Merupakan jawaban yang penuh pelajaran serta membangkitkan rasa ingin tahu, diberikan dengan bahasa Said Lama serta hati Said Baru terhadap berbagai pertanyaan banyak saudaraku yang ingin mengetahui diam serta sabarku di hadapan kezaliman dan tekanan kaum dunia serta orang-orang politik terhadapku. Dasarnya ialah:
Jika Rahmat Sang Khâliq Yang Rahîm menjadi sahabat, semua orang adalah sahabat dan setiap tempat berguna; jika Rahmat itu tidak menjadi sahabat, segala sesuatu menjadi beban bagi hati dan semua orang pun menjadi musuh. Felillahi'l-hamd, karena Rahmat Allah سُبْحَانَهُ menjadi sahabat, Rahmat Allah سُبْحَانَهُ itu mengubah berbagai macam kezaliman kaum dunia terhadapku menjadi berbagai macam belas kasih.
Menjelaskan satu atau dua sebab penting mengapa aku tidak mengajukan permohonan untuk memperoleh surat kebebasan serta lepas dari tekanan yang melanggar hukum. Ringkasannya: Aku bukan tahanan manusia yang zalim; aku adalah tahanan Takdir Yang Adil, dan kepada Takdir itulah aku mengajukan permohonan. Menuntut hak dari orang-orang yang menganggap ketidakadilan sebagai hak merupakan suatu bentuk ketidakadilan serta suatu bentuk sikap tidak hormat terhadap kebenaran.
Ia juga menjelaskan rahasia mengapa aku menjauhi politik dunia melalui suatu hakikat penting.
SURAT KEEMPAT BELAS:
Belum ditulis.
SURAT KELIMA BELAS:
Merupakan enam jawaban penting terhadap enam pertanyaan penting.
Pertanyaan Pertama:
"Meskipun para sahabat lebih tinggi kedudukannya daripada para wali, mengapa mereka tidak melihat melalui pandangan kewalian orang-orang perusak yang menggerakkan fitnah di tengah para sahabat, hingga berakhir dengan syahidnya tiga dari empat Khulafaur Rasyidin?" Pertanyaan ini dijawab melalui dua bagian penting.
Pertanyaan Kedua:
"Apakah hakikat peperangan pada masa Ali (ra) yang mulia? Sebutan apakah yang diberikan kepada orang-orang yang terbunuh serta yang membunuh dalam perang itu?" Diberikan jawaban yang sangat penting serta membangkitkan rasa ingin tahu.
Pertanyaan Ketiga:
"Apakah Hikmah di balik perlakuan mengerikan serta kejam yang menimpa Ahlulbait?" Diberikan jawaban yang sangat penting.
Pertanyaan Keempat:
"Diriwayatkan turunnya Nabi Isa (as) pada akhir zaman, beliau membunuh Dajjal, manusia pada umumnya menerima agama yang benar, dan tidak ada orang yang mengucapkan Allah Allah سُبْحَانَهُ pada saat kiamat. Setelah seluruh manusia demikian beriman, bagaimana mereka beralih kepada kekufuran?" Diberikan jawaban penting yang sejati serta membangkitkan rasa ingin tahu terhadap pertanyaan-pertanyaan ini.
Pertanyaan Kelima:
"Apakah ruh-ruh yang kekal akan terkena dampak peristiwa kiamat?" Suatu hakikat penting dijelaskan dalam jawabannya.
Pertanyaan Keenam:
"Apakah ketentuan ayat
ﻛُﻞُّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻫَﺎﻟِﻚٌ اِلَّا ﻭَﺟْﻬَﻪُ
meliputi akhirat, surga, neraka, serta para penghuninya, atau tidak?" Diberikan jawaban yang sangat penting, kuat, serta membangkitkan rasa ingin tahu.
Risalah ini merupakan ramuan yang amat berkhasiat bagi orang-orang yang ingin mengetahui pertanyaan-pertanyaan di dalamnya.
SURAT KEENAM BELAS:
Menafsirkan suatu rahasia ayat
ﺍَﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍِﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻗَﺪْ ﺟَﻤَﻌُﻮﺍ ﻟَﻜُﻢْ ﻓَﺎﺧْﺸَﻮْﻫُﻢْ ﻓَﺰَﺍﺩَﻫُﻢْ ﺍ۪ﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻭَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺣَﺴْﺒُﻨَﺎ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻮَﻛ۪ﻴﻞُ
melalui lima pokok, sehubungan dengan suatu peristiwa yang menimpaku.
Pokok Pertama:
Mengenai khidmah Al-Qur'an yang merupakan kebenaran serta hakikat, yang dengan tegas menghalangiku dari politik pada masa kini, yang sebagian besarnya terdiri atas kebohongan, bidah, serta kesesatan.
Pokok Kedua:
Bersungguh-sungguh bekerja untuk kehidupan abadi serta berkhidmah kepada Al-Qur'an melalui jalan lurus yang tidak merugikan tentu menuntut kita menjauh dari kegaduhan politik; karena itu, kita tidak memandang kesalahan serta tindakan kaum dunia, demi tidak mengeruhkan hati kita, bukan karena memakluminya.
Pokok Ketiga:
Menjelaskan melalui dua peristiwa suatu sebab penting di balik kesabaranku terhadap tekanan berat serta musibah yang menimpaku.
Pokok Keempat:
Merupakan jawaban terhadap pertanyaan kaum dunia yang penuh prasangka. Dalam jawaban itu, karena terpaksa, ia menjelaskan beberapa Inayah Allah سُبْحَانَهُ kepada kita, sebagai karamah yang berkaitan dengan khidmah Al-Qur'an; semuanya terlihat dengan mata dan tidak dapat diingkari dari segi apa pun.
Pokok Kelima:
Merupakan jawaban yang membungkam kaum dunia sepenuhnya terhadap aturan-aturan bidah yang mereka tawarkan kepadaku dengan kezaliman berlipat.
TAMBAHAN SURAT KEENAM BELAS INI:
Meskipun aku telah sepenuhnya menjauh dari dunia serta politik kaum dunia yang zalim dan orang-orang yang mengingkari Allah سُبْحَانَهُ, mereka membesar-besarkan perkara kecil karena pengkhianatan mereka sendiri, lalu memperlihatkan prasangka serta kegelisahan terhadapku. Menanggapi hal itu, dengan bahasa Said Lama, demi menjaga martabat ilmu, ia melontarkan jawaban seperti tamparan keras pada mulut mereka dan mengusir prasangka dari kepala mereka.
SURAT KETUJUH BELAS:
Merupakan surat belasungkawa kecil yang ditulis kepada seorang saudara dekat. Meskipun secara lahir surat ini kecil, manfaatnya besar serta kebutuhan terhadapnya dirasakan semua orang. Ia merupakan kabar gembira penting bagi para ayah serta ibu yang anaknya wafat sebelum mencapai usia balig. Dengan belasungkawa ini, hati yang paling putus asa serta berduka memperoleh penghiburan serta kelegaan sejati. Melalui rahasia
ﻭِﻟْﺪَﺍﻥٌ ﻣُﺨَﻠَّﺪُﻭﻥَ,
ia membuktikan bahwa anak-anak yang wafat ketika kecil tetap menjadi anak-anak tercinta selamanya di alam yang kekal, diberikan ke pangkuan ayah serta ibu mereka, dan menjadi sumber kegembiraan mereka selamanya.
SURAT KEDELAPAN BELAS:
Terdiri atas tiga persoalan penting.
Pertama:
Melalui perumpamaan yang manis serta indah, menjelaskan rahasia peristiwa yang oleh para wali peneliti hakikat terlihat benar melalui penglihatan batin dan disaksikan dalam skala besar, tetapi dalam alam yang terlihat kadang tampak tidak sesuai dengan kenyataan, dan kadang tampak dalam skala kecil.
Persoalan Kedua:
Merupakan hakikat yang sangat penting serta penjelasan indah mengenai jalan ruhani wahdatul wujud. Orang yang membicarakan wahdatul wujud serta ingin mengetahui persoalan itu harus membaca Persoalan Kedua ini dengan teliti; sebab persoalan wahdatul wujud merupakan jalan ruhani penting yang menimbulkan kekaburan, serta jalan mengagumkan yang menimbulkan perbedaan pendapat di antara ahli hakikat. Persoalan Kedua ini memperlihatkan hakikatnya dan membuktikan bahwa jalan tersebut bukanlah jalan orang-orang yang sadar secara ruhani, serta bukan yang tertinggi; dan bahwa jalan para sahabat, para siddiq, serta para pewaris kenabian yang sadar secara ruhani lebih tinggi, lebih selamat, serta lebih diterima daripada jalan wahdatul wujud.
Persoalan Ketiga:
Merupakan isyarat singkat untuk memecahkan salah satu dari tiga teka-teki penting dalam rahasia kainat. Di antara teka-teki itu, yang pertama telah diungkap dalam Kalimat Kedua Puluh Sembilan, yang kedua dalam Kalimat Ketiga Puluh,
sedangkan yang ketiga ini telah diungkap sepenuhnya melalui rahasia Al-Qur'an Al-Hakîm dalam Surat Kedua Puluh Empat, sehingga teka-teki itu pun terpecahkan.
SURAT KESEMBILAN BELAS:
Mengenai mukjizat Ahmad ﷺ. Menjelaskan lebih dari tiga ratus mukjizat. Sebagaimana risalah ini menjelaskan mukjizat kerasulan Ahmad ﷺ, ia sendiri juga merupakan karamah dari mukjizat itu, yang tampak luar biasa melalui tiga atau empat macam:
Pertama:
Meskipun berupa nukilan serta riwayat dan panjangnya lebih dari seratus lima puluh halaman {(Catatan kaki):
Mengacu pada naskah aslinya.}, ditulis di sudut-sudut gunung serta kebun melalui hafalan tanpa merujuk kepada kitab, dalam tiga atau empat hari, dengan bekerja dua atau tiga jam setiap hari, dan seluruhnya selesai dalam dua belas jam; hal itu merupakan peristiwa luar biasa yang menjadi seberkas cahaya karamah mukjizat Ahmad ﷺ dalam risalah ini.
Kedua:
Meskipun panjang, menulis risalah ini tidak membosankan dan membacanya tidak menghilangkan kemanisannya. Ia membangkitkan semangat serta kesungguhan demikian besar dalam diri para penulis yang malas, sehingga pada masa yang menyusahkan serta membosankan ini, dalam satu tahun hampir tujuh puluh salinan ditulis di sekitar kita. Orang-orang yang mengetahuinya memperoleh keyakinan bahwa hal itu merupakan karamah mukjizat kerasulan tersebut.
Ketiga:
Dalam salinan-salinan yang ditulis oleh para pemula yang tidak mengetahui tawafuk, bahkan sebelum tawafuk tampak kepada kita, ungkapan "Resul-i Ekrem aleyhissalâtü vesselâm" ﷺ dalam semua risalah dan kata "Kur'an" dalam bagian kelimanya tampak saling bertepatan {(Catatan kaki):
Mengacu pada naskah aslinya.} dengan cara demikian rupa, sehingga orang yang memiliki rasa adil sebesar zarah pun tidak dapat menganggapnya kebetulan. Siapa pun yang melihatnya menyatakan dengan pasti, "Ini merupakan rahasia gaib, karamah mukjizat Ahmad ﷺ."
Dasar-dasar pada permulaan risalah ini sangat penting.
Hadis-hadis dalam risalah ini hampir seluruhnya diterima serta dinilai sahih oleh para imam hadis, dan menjelaskan peristiwa kerasulan yang paling pasti.
Jika harus menyebutkan seluruh keistimewaan risalah itu, perlu ditulis karya sepanjang risalah itu sendiri; karena itu, kami mempersilakan orang-orang yang merindukannya membacanya sekali.
Daftar Isi Butir Hikmah Kelima serta Keenam Surat Kesembilan Belas:
Butir-butir hikmah ini menyebutkan beberapa hadis mengenai perkara gaib. Memberitahukan peperangan serta perdamaian Hasan (ra) yang mulia dengan Muawiyah (ra) yang mulia; bahwa Ali (ra) yang mulia akan berperang dengan Zubair (ra) yang mulia; bahwa salah seorang istri Nabi ﷺ yang suci akan memimpin suatu fitnah penting; serta pembunuh Ali (ra) yang mulia.
Memberitahukan pula terbunuhnya Husain (ra) yang mulia di Karbala; bahwa sepeninggal beliau ﷺ Ahlulbait akan mengalami pembunuhan serta pengasingan; tertundanya khilafah Ali (ra) yang mulia; mengapa khilafah tidak menetap pada Ahlulbait Nabi ﷺ; Hikmah di balik fitnah mengerikan yang menimpa Zaman Kebahagiaan; bahwa kaum Muslim akan mengalahkan seluruh negara; hakikat khilafah Abu Bakar (ra) serta Umar (ra) yang mulia; di mana para pemimpin musyrik Quraisy akan terbunuh; bahwa beliau memberikan berita tepat mengenai Perang Mu'tah dari jarak sejauh perjalanan satu bulan; khilafah Hasan (ra) yang mulia; bahwa Utsman (ra) yang mulia akan syahid ketika membaca Al-Qur'an; pemerintahan Abbasiyah; Jenghis serta Hulagu; penaklukan Iran; serta bahwa beliau melaksanakan salat jenazah bagi Raja Habasyah pada saat wafatnya, tanpa sebelumnya memperoleh kabar tentang wafat itu.
Memberitahukan pula wafatnya Fatimah (r.anha) yang mulia; bahwa Abu Dzar (ra) akan wafat sendirian di suatu gunung; bahwa Ummu Haram akan wafat di Siprus; Hajjaj yang zalim, yang membunuh seratus ribu orang; penaklukan Istanbul; Imam Abu Hanifah (ra); Imam Syafi'i (ra); bahwa umat beliau akan menjadi tujuh puluh tiga golongan; kelompok Qadariyah; kaum Rafidah; bahwa manusia akan terbagi menjadi dua kelompok karena Ali (ra) yang mulia; gadis-gadis Persia serta Romawi; penaklukan Benteng Khaibar; perang Ali (ra) yang mulia dengan Muawiyah; bahwa fitnah tidak akan muncul selama Umar (ra) yang mulia hidup; suatu tugas penting Suhail bin Amr (ra); bahwa beliau pada saat yang sama memberikan kabar bahwa putra Kisra membunuh ayahnya; bahwa Hatib menulis surat rahasia kepada Quraisy; bahwa doa buruk beliau agar Utbah, putra Abu Lahab, dicabik-cabik seekor singa diterima serta terjadi persis demikian; bahwa beliau memberitahukan dengan tepat kritik rahasia orang-orang Quraisy ketika Bilal Al-Habasyi (ra) melantunkan azan; bahwa beliau memberitahukan uang rahasia Abbas (ra) yang mulia sebelum Abbas beriman; serta bahwa seorang Yahudi menyihir Nabi Yang Mulia ﷺ; bahwa seseorang dalam majelis para sahabat akan murtad; bahwa orang-orang yang berniat membunuh Nabi Yang Mulia ﷺ kemudian beriman; bahwa rayap memakan tulisan orang-orang musyrik pada dinding Ka'bah, dan hanya nama-nama Allah سُبْحَانَهُ di dalam tulisan itu yang tidak dimakannya; bahwa wabah taun besar akan muncul pada penaklukan Baitulmaqdis; bahwa beliau memberitahukan para pemimpin jahat seperti Yazid serta Walid; dan bahwa beliau berkata, "Sesudah ini, mereka tidak akan menyerang kita; kitalah yang akan menyerang mereka." Banyak kabar mengenai yang gaib seperti ini dijelaskan dalam kedua butir hikmah tersebut.
TAMBAHAN PERTAMA MU'CİZAT-I AHMEDİYE:
Melalui empat belas bukti yang pasti, cemerlang, serta kukuh dengan nama "Empat Belas Tetesan", ia menafsirkan serta membuktikan kerasulan Ahmad ﷺ, yang merupakan hakikat terpenting ratusan ayat dalam makna ayat
ﻳٰﺲٓ ٭ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺍٰﻥِ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢِ ٭ ﺍِﻧَّﻚَ ﻟَﻤِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠ۪ﻴﻦَ.
Ia juga membungkam lawan yang paling keras kepala; menampakkan kerasulan Ahmad ﷺ seterang matahari.
MENGENAI MUKJIZAT TERBELAHNYA BULAN:
Melalui "Lima Pokok", risalah ini menolak dengan sangat pasti keberatan para filsuf masa kini terhadap mukjizat terbelahnya bulan, serta menunjukkan bahwa tidak ada penghalang terjadinya bulan terbelah. Pada akhirnya, melalui lima ijmak, ia membuktikan secara sangat singkat bahwa bulan benar-benar terbelah, serta memperlihatkan mukjizat Ahmad ﷺ berupa terbelahnya bulan seterang matahari.
SEBUAH PENGGALAN TAMBAHAN MU'CİZAT-I AHMEDİYE:
Mengenai kerasulan Ahmad ﷺ; merupakan jawaban dalam bentuk daftar singkat atas pertanyaan, "Mengapa mikraj yang agung ini khusus bagi Muhammad dari bangsa Arab ﷺ?" Pertanyaan ini berkaitan dengan kesulitan pertama di antara tiga kesulitan penting pada akhir Dasar Ketiga Mi'rac Risalesi.
TINGKATAN KEENAM BELAS ÂYETÜ'L-KÜBRA RİSALESİ YANG MEMBAHAS KERASULAN AHMAD ﷺ:
Merupakan penggalan pengamatan seorang musafir yang menanyakan Khâliq-nya kepada unsur-unsur utama kainat; dimasukkan di sini karena sesuai dengan pembahasan.
SURAT KEDUA PULUH:
Merupakan surat yang memberitahukan suatu hakikat terpenting ayat
ﻓَﺎﻋْﻠَﻢْ ﺍَﻧَّﻪُ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ,
serta mengenai sebelas kabar gembira dan sebelas bukti pasti yang terdapat dalam sebelas Kalimat dari ungkapan
لَا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ لَا ﺷَﺮ۪ﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻳُﺤْﻴ۪ﻰ ﻭَ ﻳُﻤ۪ﻴﺖُ ﻭَ ﻫُﻮَ ﺣَﻰٌّ لَا ﻳَﻤُﻮﺕُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ﻭَ ﻫُﻮَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ ﻭَ ﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻤَﺼ۪ﻴﺮُ.
Sungguh, mengenai tingkatan tauhid hakiki, surat ini merupakan belerang merah yang amat langka serta ramuan yang amat berkhasiat. Ia memperlihatkan dalil serta hujah yang begitu cemerlang dan begitu kuat, sehingga membawa orang-orang zindik yang paling membangkang pun kepada iman.
Sebagaimana Risale-i Ahmediye ﷺ, yakni Surat Kesembilan Belas, membuktikan dengan sangat pasti serta kuat ketentuan
ﺍَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ,
yang merupakan ungkapan kedua kalimat syahadat, demikian pula Surat Kedua Puluh ini membuktikan ketentuan
ﺍَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥْ لَا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ,
yang merupakan ungkapan pertama kalimat syahadat, dengan kepastian serta kekuatan yang sama.
Orang-orang yang ingin memperoleh iman sejati serta kuat hendaklah membacanya. Dalam pembahasan Kalimat Kesembilan, ia menjelaskan dengan sangat terang bukti Ilmu serta Kehendak Allah سُبْحَانَهُ; dalam pembahasan Kalimat Kesepuluh, melalui bukti
ﻭَ ﻫُﻮَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ,
ia juga menjelaskan suatu rahasia penting serta hakikat yang sangat agung dari ayat
ﻣَﺎ ﺧَﻠْﻘُﻜُﻢْ وَلَا ﺑَﻌْﺜُﻜُﻢْ اِلَّا ﻛَﻨَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ
dalam "Lima Butir Hikmah". Melalui kelima butir hikmah itu, ia memecahkan suatu rahasia besar hakikat iman.
TAMBAHAN KALIMAT KESEPULUH SURAT KEDUA PULUH:
Melalui tiga perumpamaan, menafsirkan hakikat terpenting serta teragung ayat
اَلَا ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏُ
dan ayat
ﺿَﺮَﺏَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ مَثَلًا رَجُلًا ﻓ۪ﻴﻪِ ﺷُﺮَﻛَٓﺎﺀُ ﻣُﺘَﺸَﺎﻛِﺴُﻮﻥَ وَرَجُلًا ﺳَﻠَﻤًﺎ ﻟِﺮَﺟُﻞٍ ﻫَﻞْ ﻳَﺴْﺘَﻮِﻳَﺎﻥِ مَثَلًا;
lalu mengungkap dengan cara yang sangat mudah rahasia terpenting serta teka-teki paling rumit bahwa jika setiap sesuatu dan seluruh benda terjadi melalui Kudrat Allah سُبْحَانَهُ, semuanya mudah seperti satu benda; tetapi jika tidak diserahkan kepada Kudrat Allah سُبْحَانَهُ, satu benda pun penuh kesulitan serta kesukaran seperti seluruh kainat.
SURAT KEDUA PULUH SATU:
Merupakan surat kecil, tetapi sangat dibutuhkan karena menjelaskan suatu hakikat besar dari ayat yang sangat agung. Ia menunjukkan rahasia ayat
ﺍِﻣَّﺎ ﻳَﺒْﻠُﻐَﻦَّ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﺍﻟْﻜِﺒَﺮَ ﺍَﺣَﺪُﻫُﻤَٓﺎ ﺍَﻭْ كِلَاهُمَا فَلَا ﺗَﻘُﻞْ ﻟَﻬُﻤَٓﺎ ﺍُﻑٍّ وَلَا ﺗَﻨْﻬَﺮْﻫُﻤَﺎ ﻭَﻗُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ قَوْلًا ﻛَﺮ۪ﻳﻤًﺎ ٭ ﻭَﺍﺧْﻔِﺾْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺟَﻨَﺎﺡَ ﺍﻟﺬُّﻝِّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ ﻭَﻗُﻞْ ﺭَﺏِّ ﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺑَّﻴَﺎﻧ۪ﻰ ﺻَﻐ۪ﻴﺮًﺍ
yang mengajak kepada kasih sayang terhadap orang tua lanjut usia melalui lima cara yang berbeda. Orang-orang yang di rumahnya terdapat orang tua lanjut usia, kerabat, atau saudara Muslim sangat perlu membaca surat ini.