Kepada Guru Agung, Penakluk Hati
Guru yang menaklukkan segenap hatiku dengan cahayamu
Hatiku mengenangmu dengan getaran suci
Ilhamku hidup melalui kabar engkau bebas dari tuduhan
Melalui kemenanganmu yang luhur, yang menggembirakan para mukmin
Awan-awan muram itu tersingkir dari cakrawala
Malaikat di langit merayakan hari raya agung ini
Jihadmu menyelamatkan iman jutaan manusia
Kenangan tentangmu bersinar terang dalam hati yang beriman
Ribuan kata hikmahmu menggelorakan iman
Saat kutatap riwayatmu dengan getaran suci
Kilasan keindahanmu membuat ilhamku mabuk
Keadaanmu mengingatkan pada para pembimbing seperti "Fatih"
Seperti gunung, engkau tidak terguncang pada hari-hari paling menakutkan
Di hadapan tekanan yang setiap saatnya penuh kematian
Iman dalam dirimu menebarkan rasa gentar ke segala dunia
Bahkan musuh kagum kepada imanmu yang tidak tergoyahkan
Sebab pembimbingmu adalah "Nabi Kita Yang Luhur" ﷺ
Karyamu tidak mati: jejak yang kautunjukkan kepada generasi muda
Engkau mencapai karunia azali Al-Qur'an Al-Karîm
Engkau memberikan pelajaran iman dan sifat sempurna kepada manusia
Wahai mahkota yang turun ke kepala dari cakrawala surga
Dunia membutuhkan makrifat dan bimbinganmu
Dari setiap karyamu meluap cahaya seperti samudra
Engkaulah pembimbing para Nurcu yang menuju "Allah" سُبْحَانَهُ
"Sözler" menggelorakan jutaan manusia seperti samudra
Mata menyaksikan alam-alam di surga
Dalam setiap kalimat penuh hikmah, ada cahaya Al-Qur'an
Dalam setiap kilauan, pancaran seribu satu matahari mengalir deras
"Musafir Nur" akan menjadi teladan bagi umat manusia
Hati akan dipenuhi getaran-getaran suci
Semakin cita-citanya mencapai keadaan sempurna dari hari ke hari
Alam batinnya tenggelam dalam pertemuan yang paling manis
Semakin iman dalam hatinya bergelora seperti lautan
Al-Qur'an memberikan seribu pelajaran hakikat kepada ruhnya
Ia bebas dari bahaya-bahaya yang melingkupi Islam
Sebab perjuangannya bersih dari noda politik
Setiap geraknya mempunyai kekuatan suci
Ia mempunyai suara luhur yang membuat hati nurani mabuk
Semakin hati mencapai rahasia azali cinta mendalam
Warna-warna penuh cinta menghiasi cakrawalanya di sana-sini
Engkau menaklukkan suatu negeri dari ujung ke ujung, wahai Nur
Cahayamu akan menjadi kaidah bagi seluruh umat manusia
Al-Qur'an meneguhkanmu dengan mukjizat-mukjizat
Wahai penakluk hati yang berjaya, majulah tanpa henti
Riwayat hidupmu penuh hal-hal luar biasa
Bersinarlah di dunia seperti matahari, tanpa pernah padam
Engkau mewakili tata surya
Engkau melaju dalam ruang-ruang yang megah
Generasi-generasi beriman akan mengikutimu
Selama bertahun-tahun, berabad-abad, akan mengikutimu
Ketika engkau melintasi sejarah dengan laju yang penuh iman itu
Bersama seluruh anak-anakmu yang telah melampaui jutaan
Tiba-tiba suatu alam penuh rahasia terbuka bagi ruhku
Ratapan dalam syairku tidak dapat menggambarkan cintaku!
Ali Ulvi
(Surat ini merupakan sebagian surat yang ditulis dua belas tahun lalu dan dimasukkan dalam kumpulan Sikke-i Tasdik-i Gaybî.
Surat ini amat penting karena menerangkan dua hasil besar dan sangat suci yang diberikan Risale-i Nur kepada tanah air serta bangsa ini, dan karena munculnya kedua hasil itu sesungguhnya telah terlihat persis di negeri ini serta dunia Islam.)
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ
Kukira, karena Risale-i Nur merupakan penyelamat maknawi tanah air yang diberkahi ini, kini telah atau tampaknya akan tiba waktunya untuk mulai tampil dan memberi pelajaran melalui dunia percetakan, guna menangkis dua bencana maknawi yang mengerikan.
Salah satu bencana mengerikan itu ialah arus tanpa agama yang mengerikan, yang muncul di utara, mengalahkan agama Kristen, dan menumbuhkan anarki. Dalam menghadapi arus itu yang menguasai tanah air ini secara maknawi, Risale-i Nur dapat menunaikan tugas sebagai tembok Al-Qur'an, seperti tembok Zulkarnain.
Kedua:
Untuk menyingkirkan keberatan dan tuduhan dunia Islam yang amat keras terhadap penduduk tanah air yang diberkahi ini, terlintas peringatan dalam hatiku bahwa perlu berbicara melalui bahasa percetakan.
Aku tidak mengetahui keadaan dunia. Namun, sebagaimana hakikat Risale-i Nur merupakan benteng terhadap penguasaan arus mengerikan yang memerintah Eropa dengan menaklukkan dan tidak bersandar pada agama-agama dari langit, ia juga merupakan mukjizat Al-Qur'an. Ia menjadi sarana menyingkirkan keberatan serta tuduhan dunia Islam dan Benua Asia sekarang, serta mengembalikan cinta dan persaudaraan dahulu.
Para politisi negeri ini yang mencintai tanah air harus segera sadar, mencetak, dan menerbitkan Risale-i Nur secara resmi agar menjadi perlindungan terhadap kedua bencana tersebut.
Jika selama dua puluh tahun ini tidak ada Risale-i Nur, yang menyebarkan iman yang diteliti dan diteguhkan dengan sangat kuat di tanah air ini, apakah tanah air yang diberkahi ini dapat sepenuhnya mempertahankan Al-Qur'an dan imannya dari guncangan mengerikan, di tengah revolusi serta ledakan yang aneh pada abad mengerikan ini?
Bedîüzzaman Said Nursî