Risalah Nur — Bahasa Indonesia

Kepada Guru Agung, Penakluk Hati

Surat-Surat · Bahasa Indonesia

Kepada Guru Agung, Penakluk Hati

Guru yang menaklukkan segenap hatiku dengan cahayamu

Hatiku mengenangmu dengan getaran suci

Ilhamku hidup melalui kabar engkau bebas dari tuduhan

Melalui kemenanganmu yang luhur, yang menggembirakan para mukmin

Awan-awan muram itu tersingkir dari cakrawala

Malaikat di langit merayakan hari raya agung ini

Jihadmu menyelamatkan iman jutaan manusia

Kenangan tentangmu bersinar terang dalam hati yang beriman

Ribuan kata hikmahmu menggelorakan iman

Saat kutatap riwayatmu dengan getaran suci

Kilasan keindahanmu membuat ilhamku mabuk

Keadaanmu mengingatkan pada para pembimbing seperti "Fatih"

Seperti gunung, engkau tidak terguncang pada hari-hari paling menakutkan

Di hadapan tekanan yang setiap saatnya penuh kematian

Iman dalam dirimu menebarkan rasa gentar ke segala dunia

Bahkan musuh kagum kepada imanmu yang tidak tergoyahkan

Sebab pembimbingmu adalah "Nabi Kita Yang Luhur" ﷺ

Karyamu tidak mati: jejak yang kautunjukkan kepada generasi muda

Engkau mencapai karunia azali Al-Qur'an Al-Karîm

Engkau memberikan pelajaran iman dan sifat sempurna kepada manusia

Wahai mahkota yang turun ke kepala dari cakrawala surga

Dunia membutuhkan makrifat dan bimbinganmu

Dari setiap karyamu meluap cahaya seperti samudra

Engkaulah pembimbing para Nurcu yang menuju "Allah" سُبْحَانَهُ

"Sözler" menggelorakan jutaan manusia seperti samudra

Mata menyaksikan alam-alam di surga

Dalam setiap kalimat penuh hikmah, ada cahaya Al-Qur'an

Dalam setiap kilauan, pancaran seribu satu matahari mengalir deras

"Musafir Nur" akan menjadi teladan bagi umat manusia

Hati akan dipenuhi getaran-getaran suci

Semakin cita-citanya mencapai keadaan sempurna dari hari ke hari

Alam batinnya tenggelam dalam pertemuan yang paling manis

Semakin iman dalam hatinya bergelora seperti lautan

Al-Qur'an memberikan seribu pelajaran hakikat kepada ruhnya

Ia bebas dari bahaya-bahaya yang melingkupi Islam

Sebab perjuangannya bersih dari noda politik

Setiap geraknya mempunyai kekuatan suci

Ia mempunyai suara luhur yang membuat hati nurani mabuk

Semakin hati mencapai rahasia azali cinta mendalam

Warna-warna penuh cinta menghiasi cakrawalanya di sana-sini

Engkau menaklukkan suatu negeri dari ujung ke ujung, wahai Nur

Cahayamu akan menjadi kaidah bagi seluruh umat manusia

Al-Qur'an meneguhkanmu dengan mukjizat-mukjizat

Wahai penakluk hati yang berjaya, majulah tanpa henti

Riwayat hidupmu penuh hal-hal luar biasa

Bersinarlah di dunia seperti matahari, tanpa pernah padam

Engkau mewakili tata surya

Engkau melaju dalam ruang-ruang yang megah

Generasi-generasi beriman akan mengikutimu

Selama bertahun-tahun, berabad-abad, akan mengikutimu

Ketika engkau melintasi sejarah dengan laju yang penuh iman itu

Bersama seluruh anak-anakmu yang telah melampaui jutaan

Tiba-tiba suatu alam penuh rahasia terbuka bagi ruhku

Ratapan dalam syairku tidak dapat menggambarkan cintaku!

Ali Ulvi

(Surat ini merupakan sebagian surat yang ditulis dua belas tahun lalu dan dimasukkan dalam kumpulan Sikke-i Tasdik-i Gaybî.

Surat ini amat penting karena menerangkan dua hasil besar dan sangat suci yang diberikan Risale-i Nur kepada tanah air serta bangsa ini, dan karena munculnya kedua hasil itu sesungguhnya telah terlihat persis di negeri ini serta dunia Islam.)

ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ

Kukira, karena Risale-i Nur merupakan penyelamat maknawi tanah air yang diberkahi ini, kini telah atau tampaknya akan tiba waktunya untuk mulai tampil dan memberi pelajaran melalui dunia percetakan, guna menangkis dua bencana maknawi yang mengerikan.

Salah satu bencana mengerikan itu ialah arus tanpa agama yang mengerikan, yang muncul di utara, mengalahkan agama Kristen, dan menumbuhkan anarki. Dalam menghadapi arus itu yang menguasai tanah air ini secara maknawi, Risale-i Nur dapat menunaikan tugas sebagai tembok Al-Qur'an, seperti tembok Zulkarnain.

Kedua:

Untuk menyingkirkan keberatan dan tuduhan dunia Islam yang amat keras terhadap penduduk tanah air yang diberkahi ini, terlintas peringatan dalam hatiku bahwa perlu berbicara melalui bahasa percetakan.

Aku tidak mengetahui keadaan dunia. Namun, sebagaimana hakikat Risale-i Nur merupakan benteng terhadap penguasaan arus mengerikan yang memerintah Eropa dengan menaklukkan dan tidak bersandar pada agama-agama dari langit, ia juga merupakan mukjizat Al-Qur'an. Ia menjadi sarana menyingkirkan keberatan serta tuduhan dunia Islam dan Benua Asia sekarang, serta mengembalikan cinta dan persaudaraan dahulu.

Para politisi negeri ini yang mencintai tanah air harus segera sadar, mencetak, dan menerbitkan Risale-i Nur secara resmi agar menjadi perlindungan terhadap kedua bencana tersebut.

Jika selama dua puluh tahun ini tidak ada Risale-i Nur, yang menyebarkan iman yang diteliti dan diteguhkan dengan sangat kuat di tanah air ini, apakah tanah air yang diberkahi ini dapat sepenuhnya mempertahankan Al-Qur'an dan imannya dari guncangan mengerikan, di tengah revolusi serta ledakan yang aneh pada abad mengerikan ini?

Bedîüzzaman Said Nursî