Risalah Nur — Bahasa Indonesia

Peringatan:

Surat-Surat · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

Peringatan:

Karena orang-orang yang sesat tidak mampu membela diri dan menjawab hakikat iman serta Al-Qur'an yang kami ambil dan sebarkan dari Al-Qur'an Al-Hakîm, mereka memakai jaring tipuan dan muslihat dengan sikap munafik dan licik. Mereka ingin menipu sahabat-sahabatku melalui cinta kedudukan, ketamakan, dan ketakutan, serta menjatuhkanku melalui sejumlah tuduhan. Dalam khidmah suci kami, kami senantiasa bertindak secara positif. Namun, sayangnya, tugas menyingkirkan rintangan dalam setiap perbuatan baik terkadang mendorong kami bertindak secara negatif.

Karena itulah, melalui tiga pokok tadi, aku mengingatkan saudara-saudaraku terhadap propaganda licik orang-orang munafik. Aku berusaha menangkis serangan yang datang kepada mereka.

Sekarang, serangan yang paling penting tertuju kepada pribadiku. Mereka berkata, "Bedîüzzaman Said Nursî adalah orang Kurdi. Mengapa kalian begitu menghormati dan mengikutinya?"

Untuk membungkam orang-orang semacam itu, dengan terpaksa dan tanpa menginginkannya aku akan menyebutkan Tipu Daya Setan Keempat dengan bahasa Said Lama.

TIPU DAYA SETAN KEEMPAT

Melalui bisikan setan dan hasutan orang-orang yang sesat, sejumlah pengingkar agama yang menduduki jabatan penting dan menyerangku dengan propaganda berkata, untuk menipu saudara-saudaraku serta membangkitkan fanatisme kebangsaan mereka, "Kalian adalah orang Turki. Mâşâallah, di kalangan orang Turki terdapat berbagai macam ulama dan orang yang sempurna. Bedîüzzaman Said Nursî adalah orang Kurdi. Bukankah bekerja sama dengan seseorang yang bukan berasal dari bangsa kalian bertentangan dengan semangat cinta bangsa?"

Jawaban:

Wahai pengingkar agama yang malang! Aku, felillahi'l-hamd, adalah seorang Muslim. Pada setiap masa, umat suciku mempunyai tiga ratus lima puluh juta anggota. Adapun mengorbankan tiga ratus lima puluh juta saudara, yang membangun persaudaraan yang berlangsung selama-lamanya, membantuku melalui doa mereka, dan mencakup sebagian terbesar orang Kurdi, demi gagasan ras dan kebangsaan negatif, serta menggantikan saudara-saudara yang diberkahi dan tak terhingga itu dengan memperoleh orang-orang yang menyandang nama Kurdi dan dianggap berasal dari kelompok etnis Kurdi —yakni hanya beberapa orang tanpa agama atau yang memasuki suatu jalan tanpa mazhab—dari hal itu aku berlindung seratus ribu kali!..

Wahai pengingkar agama! Hanya orang-orang bodoh seperti engkau yang mau meninggalkan persaudaraan yang kekal dari suatu jemaah sejati, bercahaya, dan bermanfaat, yang berjumlah tiga ratus lima puluh juta, demi memperoleh persaudaraan sementara, bahkan tidak bermanfaat dari segi dunia, dengan orang-orang Hungaria yang kafir atau beberapa orang Turki yang telah meninggalkan agama dan menjadi bercorak Eropa.

Karena dalam Persoalan Ketiga dari Surat Kedua Puluh Enam kami telah memperlihatkan hakikat dan kerugian kebangsaan negatif dengan dalil-dalilnya, kami merujuk ke sana. Di sini, kami hanya akan sedikit menjelaskan suatu hakikat yang diringkas pada akhir Persoalan Ketiga tersebut. Demikianlah:

Kepada para pengingkar agama yang memamerkan semangat cinta bangsa, yang masuk di balik tirai paham keturkian dan sesungguhnya merupakan musuh orang Turki itu, aku berkata: Melalui umat agama Islam, aku terhubung dengan ahli iman di tanah air ini yang disebut orang Turki, dalam persaudaraan sejati yang berlangsung selama-lamanya, dengan hubungan yang sangat erat dan amat sungguh-sungguh. Atas nama Islam, dengan bangga dan sikap berpihak, aku mencintai putra-putra tanah air ini yang selama hampir seribu tahun membawa panji Al-Qur'an dengan kemenangan ke seluruh enam penjuru dunia.

Adapun engkau, wahai penipu yang memamerkan semangat cinta bangsa! Engkau memiliki persaudaraan kiasan, berdasarkan ras, sementara, dan penuh kepentingan, yang membuat orang Turki melupakan kebanggaan kebangsaan mereka yang sejati.

Aku bertanya kepadamu: Apakah bangsa Turki hanya terdiri atas pemuda lalai yang mengikuti keinginan, berusia antara dua puluh dan empat puluh tahun? Apakah manfaat bagi mereka dan pengabdian yang dituntut oleh semangat cinta bangsa terhadap mereka hanya berupa pendidikan bercorak Eropa yang menambah kelalaian, membiasakan mereka dengan perilaku tidak berakhlak, serta mendorong mereka kepada hal-hal terlarang? Apakah hanya berupa membuat mereka tertawa untuk sementara, yang kelak membuat mereka menangis pada usia tua? Jika semangat cinta bangsa hanya terdiri atas hal-hal ini, dan jika inilah kemajuan serta bahagia dalam hidup, ya, jika demikian paham keturkian dan cinta kebangsaanmu, aku melarikan diri dari paham keturkian itu, dan engkau pun boleh menjauh dariku!

Jika engkau memiliki semangat, kesadaran, dan sikap adil walau sebesar zarah, lihatlah pembagian berikut dan jawablah. Demikianlah:

Putra-putra tanah air yang disebut bangsa Turki ini terdiri atas enam bagian.

Bagian pertama

ialah orang-orang saleh dan bertakwa.

Bagian kedua

ialah kelompok yang ditimpa musibah dan sakit.

Bagian ketiga

ialah golongan lanjut usia.

Bagian keempat

ialah kelompok anak-anak.

Bagian kelima

ialah kelompok miskin dan lemah.

Bagian keenam

ialah para pemuda.

Apakah kelima kelompok pertama itu bukan orang Turki? Apakah mereka tidak mempunyai bagian dalam semangat cinta bangsa? Apakah menyakiti kelima kelompok tersebut, merusak kesenangan mereka, dan mematahkan penghiburan mereka demi memberi kelompok keenam kesenangan yang memabukkan merupakan semangat cinta bangsa, atau justru permusuhan terhadap bangsa itu? Berdasarkan rahasia "El-hükmü li'l-ekser", pihak yang merugikan sebagian besar adalah musuh, bukan sahabat!

Aku bertanya kepadamu: Apakah manfaat terbesar kelompok pertama, yaitu ahli iman dan orang-orang yang bertakwa, terdapat dalam peradaban bercorak Eropa? Ataukah dalam merenungkan kebahagiaan abadi melalui cahaya hakikat iman, menempuh jalan benar yang mereka rindukan dan cintai, serta memperoleh penghiburan yang sejati?

Jalan yang ditempuh orang-orang seperti engkau, yang gemar kesesatan dan memamerkan semangat cinta bangsa, memadamkan cahaya rohani ahli iman yang bertakwa serta merusak penghiburan sejati mereka. Jalan itu memperlihatkan kematian seolah-olah memusnahkan manusia selama-lamanya dan kubur sebagai pintu perpisahan yang terus berlangsung tanpa akhir.

Apakah manfaat kelompok kedua, yaitu mereka yang ditimpa musibah, sakit, dan putus asa terhadap kehidupannya, terdapat dalam pendidikan peradaban bercorak Eropa yang tanpa agama? Padahal, orang-orang malang itu menginginkan cahaya dan penghiburan. Mereka menginginkan balasan atas musibahnya serta ingin memperoleh pembalasan terhadap orang yang menzalimi mereka. Mereka ingin menyingkirkan kengerian pada pintu kubur yang semakin mereka dekati.

Dengan semangat cinta bangsa palsu dari orang-orang seperti kalian, kalian menusukkan jarum ke hati orang-orang malang yang ditimpa musibah itu, yang amat layak dan membutuhkan belas kasih, belaian, serta perawatan; kalian memukul kepala mereka dengan palu! Tanpa belas kasih, kalian mematahkan harapan dan menjatuhkan mereka ke dalam putus asa mutlak! Apakah inilah semangat cinta bangsa? Apakah demikian kalian memberikan manfaat kepada bangsa?

Kelompok ketiga, yaitu orang-orang lanjut usia, merupakan sepertiga. Mereka mendekati kubur, mendekati kematian, menjauhi dunia, dan mendekat ke akhirat. Apakah manfaat, cahaya, dan penghiburan bagi mereka terdapat dalam mendengarkan petualangan kejam para penindas seperti Hulagu dan Jenghis? Ataukah dalam jenis gerakan kalian sekarang, yang melupakan akhirat, mengikat pada dunia, tidak memberikan hasil, serta disebut kemajuan secara lahir padahal jatuh secara maknawi? Apakah cahaya akhirat terdapat di bioskop, dan penghiburan sejati terdapat di teater?

Ketika orang-orang lanjut usia yang malang ini meminta hormat dari semangat cinta bangsa, kalian seperti menyayat mereka dengan pisau maknawi, serta memberikan pikiran, "Kalian sedang digiring untuk dimusnahkan selama-lamanya,"

mengubah pintu kubur yang mereka bayangkan sebagai pintu Rahmat menjadi mulut naga, lalu membisikkan ke telinga maknawi mereka, "Engkau akan pergi ke sana." Jika demikianlah semangat cinta bangsa, seratus ribu kali el-iyazü billah dari semangat semacam itu!

Kelompok keempat ialah anak-anak. Mereka meminta kasih dan mengharapkan belas kasih dari semangat cinta bangsa. Dalam keadaan lemah, tak berdaya, dan tidak mampu, ruh mereka dapat menjadi lapang dan bakat mereka dapat berkembang dengan bahagia melalui mengenal Sang Khâliq Yang Penuh Kasih dan Berkuasa. Melalui ajaran tawakal berdasarkan iman dan sikap berserah dalam Islam, yang kelak mampu menghadapi kengerian serta keadaan mengerikan di dunia, anak-anak yang polos itu dapat memandang kehidupan dengan penuh kerinduan. Apakah manfaat mereka terdapat dalam pelajaran kemajuan peradaban yang hanya sedikit berkaitan dengan mereka, serta pengajaran kaidah-kaidah filsafat yang semata-mata bersifat materi dan tanpa cahaya, yang akan mematahkan kekuatan rohani dan memadamkan ruh mereka?

Jika manusia hanya terdiri atas tubuh hewani dan tidak mempunyai akal di kepalanya, mungkin cara Eropa ini, yang kalian sebut pendidikan peradaban dan kalian hiasi sebagai pendidikan kebangsaan, dapat memberi manfaat duniawi sebagai mainan anak-anak yang menghibur mereka sementara. Namun, karena anak-anak yang polos itu akan diterjunkan ke dalam kegaduhan hidup dan karena mereka manusia, tentu dalam hati kecil mereka akan ada keinginan-keinginan yang amat panjang dan dalam kepala kecil mereka akan lahir tujuan-tujuan besar.

Karena demikianlah hakikatnya, belas kasih kepada mereka menuntut agar, dalam keadaan mereka yang amat fakir dan tak berdaya, ditanamkan di hati mereka titik sandaran yang sangat kuat serta titik tempat memohon pertolongan yang tidak habis, berupa iman kepada Allah سُبْحَانَهُ dan iman kepada akhirat. Dengan itulah belas kasih dan kasih kepada mereka diberikan. Jika tidak demikian, berarti menyembelih secara maknawi anak-anak polos yang malang itu karena mabuk semangat cinta bangsa, seperti seorang ibu gila yang menyayat anaknya dengan pisau. Hal itu merupakan perlakuan tidak adil dan kezaliman yang buas, seperti mengeluarkan otak dan hati anak itu untuk diberikan kepadanya sebagai makanan demi memelihara tubuhnya.

Kelompok kelima ialah orang-orang miskin dan lemah. Apakah orang miskin, yang melalui kemiskinannya menanggung beban hidup yang berat dengan pedih, serta orang lemah, yang amat terguncang oleh kegaduhan hidup yang mengerikan, tidak mempunyai bagian dalam semangat cinta bangsa?

Apakah bagian mereka terdapat dalam gerakan yang kalian lakukan atas nama cinta peradaban, dengan corak Eropa, tanpa malu, dan bersifat Firaun, yang menambah putus asa serta kepedihan orang-orang malang itu, menjadi arena permainan keinginan sejumlah orang kaya yang hidup sesuka hawa nafsu, dan sarana ketenaran serta kejahatan sejumlah orang kuat yang zalim? Obat bagi luka kemiskinan orang-orang miskin yang malang ini dapat berasal dari apotek suci Islam, bukan dari gagasan ras. Kekuatan dan daya tahan orang lemah tidak diperoleh dari filsafat alam yang gelap, bergantung pada kebetulan, dan tanpa kesadaran, melainkan dari semangat Islam dan persaudaraan umat Islam yang suci!

Kelompok keenam ialah para pemuda. Jika masa muda mereka kekal, anggur yang kalian suguhkan kepada mereka melalui kebangsaan negatif dapat mempunyai manfaat dan kegunaan sementara. Namun, ketika mereka sadar dari mabuk masa muda yang nikmat itu melalui usia tua dan kepedihan, serta bangun dengan menyesal dari tidur yang manis tersebut pada pagi usia tua, pusing dan kesusahan sesudah minum anggur itu akan membuat mereka banyak menangis. Kepedihan saat mimpi nikmat itu lenyap akan membuat mereka amat bersedih dan menyesal. Hal itu akan membuat mereka berkata, "Aduh! Masa muda telah pergi, umur pun telah pergi, dan aku menuju kubur dalam keadaan bangkrut. Seandainya dahulu aku sadar!" Apakah bagian kelompok ini dari semangat cinta bangsa ialah membuat mereka menangis dengan menyesal dalam waktu yang sangat panjang demi memperoleh kesenangan sementara dalam waktu yang amat singkat?

Ataukah bahagia duniawi dan nikmat hidup mereka terdapat dalam mensyukuri nikmat masa muda yang indah dan manis itu dengan menggunakannya di jalan yang lurus, bukan di jalan mengikuti hawa nafsu, sehingga masa muda yang akan sirna itu dipertahankan secara maknawi melalui ibadah, serta melalui kelurusan masa muda tersebut memperoleh masa muda yang berlangsung selama-lamanya di negeri kebahagiaan? Jika engkau memiliki kesadaran walau sebesar zarah, katakanlah!

Kesimpulannya:

Jika bangsa Turki hanya terdiri atas kelompok keenam, yaitu para pemuda; jika masa muda mereka kekal; dan jika mereka tidak mempunyai tempat selain dunia, gerakan kalian yang bercorak Eropa di balik tirai paham keturkian dapat dianggap sebagai semangat cinta bangsa. Kepada orang sepertiku, yang sedikit mementingkan kehidupan dunia, menganggap gagasan ras sebagai penyakit seperti sifilis, berusaha mencegah para pemuda dari kesenangan dan keinginan yang tidak sah, serta lahir di negeri lain, kalian dapat berkata, "Dia orang Kurdi, jangan mengikutinya," dan memperoleh hak untuk mengatakannya.

Namun, karena putra-putra tanah air yang disebut orang Turki ini terdiri atas enam bagian sebagaimana telah dijelaskan, merugikan lima bagian dan merusak kesenangan mereka demi memberi satu bagian saja kesenangan sementara dan duniawi yang berakhir celaka, bahkan membuatnya mabuk, tentu merupakan permusuhan terhadap bangsa Turki tersebut, bukan persahabatan.

Ya, dari segi ras aku tidak dianggap orang Turki. Namun, dengan segenap tenagaku dan kerinduan yang sempurna, dengan belas kasih dan persaudaraan aku telah dan sedang bekerja bagi kelompok orang Turki yang bertakwa, bagian yang ditimpa musibah, golongan lanjut usia, kelompok anak-anak, serta golongan lemah dan miskin. Aku juga ingin membuat kelompok keenam, yaitu para pemuda, meninggalkan perbuatan yang tidak sah, yang meracuni kehidupan dunia, menghancurkan kehidupan akhirat, serta menghasilkan tangisan satu tahun sebagai ganti tertawa satu jam. Karya-karya yang kuambil dari Al-Qur'an dan kusebarkan dalam bahasa Turki, bukan hanya selama enam atau tujuh tahun ini melainkan selama dua puluh tahun, terbentang di hadapan kalian.

Ya, lillahi'l-hamd, melalui karya-karya yang diambil dari tambang cahaya Al-Qur'an Al-Hakîm, diperlihatkan cahaya yang paling diinginkan kelompok lanjut usia. Obat-obat yang paling bermanfaat, seperti penawar racun bagi orang yang ditimpa musibah dan sakit, diperlihatkan dalam apotek suci Al-Qur'an. Melalui cahaya-cahaya Al-Qur'an tersebut, telah diperlihatkan bahwa pintu kubur, yang paling banyak dipikirkan orang lanjut usia, adalah pintu Rahmat, bukan pintu yang memusnahkan. Dari tambang Al-Qur'an Al-Hakîm, telah dikeluarkan dan diperlihatkan titik sandaran yang sangat kuat dalam hati anak-anak yang lembut untuk menghadapi musibah serta hal-hal berbahaya yang tak terhingga. Juga diperlihatkan titik tempat memohon pertolongan bagi harapan dan keinginan mereka yang tak terhingga, dan mereka dibuat mengambil manfaat darinya secara nyata. Melalui hakikat iman dari Al-Qur'an Al-Hakîm, beban hidup yang berat, yang paling menindih dan mengguncang kelompok miskin serta lemah, telah diringankan.

Kami bekerja demi manfaat kelima kelompok ini, yang merupakan lima dari enam bagian bangsa Turki. Bagian keenam ialah para pemuda. Kami mempunyai persaudaraan yang sungguh-sungguh dengan yang baik di antara mereka. Kami sama sekali tidak mempunyai persahabatan dengan pengingkar agama seperti engkau! Sebab orang yang memasuki sikap mengingkari agama dan ingin keluar dari persaudaraan umat Islam, yang membawa seluruh kebanggaan kebangsaan Turki yang sejati, tidak kami anggap orang Turki; kami memandangnya sebagai orang Eropa yang masuk di balik tirai keturkian. Sekalipun seratus ribu kali mereka mengaku dan berkata, "Kami mencintai bangsa Turki," mereka tidak dapat menipu ahli hakikat, sebab perbuatan dan tindakan mereka mendustakan pengakuan tersebut.

Wahai orang-orang bercorak Eropa dan para pengingkar agama yang berusaha melalui propaganda kalian membuat saudara-saudaraku yang sejati kehilangan simpati terhadapku! Apa manfaat kalian bagi bangsa ini? Kalian memadamkan cahaya kelompok pertama, orang-orang yang bertakwa dan saleh. Kalian menaburkan racun pada luka kelompok kedua, yang layak mendapat kasih dan perawatan. Kalian mematahkan penghiburan kelompok ketiga, yang amat layak dihormati, dan melemparkan mereka ke dalam putus asa mutlak. Kalian sepenuhnya mematahkan kekuatan rohani kelompok keempat, yang sangat membutuhkan belas kasih, serta memadamkan kemanusiaan sejati mereka. Kalian menggagalkan harapan dan permohonan pertolongan kelompok kelima, yang amat membutuhkan bantuan, dukungan, dan penghiburan, lalu mengubah kehidupan dalam pandangan mereka menjadi lebih mengerikan daripada kematian. Kepada kelompok keenam, yang amat membutuhkan peringatan dan kesadaran, kalian memberikan anggur dalam tidur masa muda, yang akibatnya sesudah mabuk amat pedih dan mengerikan.

Apakah inilah semangat cinta bangsa kalian, yang demi semangat itu kalian mengorbankan banyak hal suci? Apakah manfaat paham keturkian bagi orang Turki demikian? Seratus ribu kali el-iyazü billah.

Wahai tuan-tuan! Aku mengetahui bahwa ketika kalian kalah dari segi kebenaran, kalian memakai kekuatan. Berdasarkan rahasia bahwa kekuatan ada dalam kebenaran, sedangkan kebenaran tidak ada dalam kekuatan, sekalipun kalian menjadikan dunia sebagai api di atas kepalaku, kepala yang dikorbankan bagi hakikat Al-Qur'an ini tidak akan tunduk kepada kalian. Kuberitahukan pula bahwa bukan hanya sejumlah orang yang terbatas seperti kalian, yang secara maknawi dibenci dalam pandangan bangsa, bahkan jika ribuan orang seperti kalian memusuhiku secara jasmani, aku tidak akan menghiraukannya atau memberi mereka nilai lebih daripada sejumlah hewan berbahaya.

Sebab, apa yang akan kalian lakukan terhadapku? Yang akan kalian lakukan hanyalah mengakhiri kehidupanku atau merusak khidmahku. Selain kedua hal ini, aku tidak mempunyai kepentingan di dunia.

Adapun ajal yang menimpa kehidupan, aku telah mengimaninya dengan pasti hingga tingkat menyaksikan bahwa ia tidak berubah dan telah ditetapkan. Karena demikian, jika aku mati syahid di jalan kebenaran, aku menantikannya dengan rindu, alih-alih merasa enggan. Terutama karena aku telah tua, sulit bagiku membayangkan hidup lebih dari satu tahun. Mengganti satu tahun umur secara lahir dengan umur yang tak terhingga dan kekal, yang diperoleh melalui mati syahid, merupakan tujuan dan sasaran yang paling luhur bagi orang sepertiku.

Adapun khidmah, felillahi'l-hamd, melalui Rahmat⁠-⁠Nya Allah سُبْحَانَهُ telah memberikan kepadaku saudara-saudara sedemikian rupa dalam khidmah kepada Al-Qur'an dan iman, sehingga sesudah aku wafat, khidmah itu akan dilakukan di banyak pusat sebagai ganti satu pusat. Jika lisanku dibungkam oleh kematian, banyak lisan yang kuat akan berbicara menggantikan lisanku dan meneruskan khidmah itu. Bahkan, dapat kukatakan: Sebagaimana satu benih masuk ke bawah tanah dan melalui kematiannya menghasilkan kehidupan satu bulir, lalu seratus benih mengambil tugas sebagai ganti satu benih, demikian pula aku memelihara harapan bahwa kematianku akan menjadi sarana bagi khidmah itu lebih banyak daripada kehidupanku.

TIPU DAYA SETAN KELIMA

Para pendukung orang yang sesat ingin menarik saudara-saudaraku dariku dengan memanfaatkan ananiyah. Sesungguhnya, sisi manusia yang paling berbahaya ialah ananiyah, dan itu pula sisinya yang paling lemah. Dengan membelainya, mereka dapat membuat orang melakukan banyak hal yang buruk. Wahai saudara-saudaraku! Berhati-hatilah agar mereka tidak menyerang kalian melalui ananiyah dan tidak menangkap kalian dengannya.

Ketahuilah pula bahwa pada abad ini, orang-orang yang sesat menaiki "aku" dan berlari di lembah-lembah kesesatan. Orang-orang yang berada di jalan benar, karena terpaksa, hanya dapat berkhidmah kepada kebenaran dengan meninggalkan "aku". Sekalipun mereka berhak menggunakan "aku", karena menyerupai yang lain dan membuat orang-orang itu menganggap mereka juga memuja nafsunya sendiri, hal tersebut merupakan tindakan tidak adil terhadap khidmah kepada kebenaran. Selain itu, khidmah kepada Al-Qur'an yang menjadi tempat kita berkumpul tidak menerima "aku". Ia menginginkan "Nahnü". Ia berkata, "Jangan katakan aku, katakanlah kami."

Tentu kalian telah yakin bahwa saudara kalian yang miskin ini tidak tampil dengan "aku". Ia tidak menjadikan kalian pengabdi bagi "aku"-nya. Ia telah memperlihatkan dirinya kepada kalian sebagai pengabdi Al-Qur'an tanpa "aku", serta menjadikan sikap tidak mengagumi diri dan tidak membela "aku"-nya sebagai jalan. Dengan dalil-dalil tegas, ia juga telah membuktikan kepada kalian bahwa karya-karya yang diletakkan agar dapat dimanfaatkan adalah milik umum, yakni tetesan dari Al-Qur'an Al-Hakîm. Tidak seorang pun dapat memilikinya melalui "aku"-nya! Marilah, andaikan secara mustahil aku mengaku memiliki karya-karya itu melalui "aku"-ku. Sebagaimana dikatakan salah seorang saudaraku: Karena pintu hakikat Al-Qur'an ini telah terbuka, orang-orang yang berilmu dan sempurna hendaklah tidak enggan atau merasa tidak membutuhkan berada di belakangku, tanpa memandang kekurangan dan diriku yang tidak penting.

Karya-karya para pendahulu saleh dan ulama yang meneliti hakikat memang merupakan khazanah agung yang cukup dan lengkap untuk setiap persoalan. Namun, terkadang suatu kunci menjadi lebih penting daripada khazanah, sebab khazanah tertutup sedangkan satu kunci dapat membuka banyak khazanah. Kukira pribadi-pribadi yang membawa ananiyah dalam ilmu secara berlebihan itu pun telah memahami bahwa Sözler yang disebarkan merupakan kunci-kunci hakikat Al-Qur'an dan pedang-pedang intan yang menghantam kepala orang yang berusaha mengingkari hakikat tersebut. Orang-orang berbudi luhur dan sempurna yang memiliki ananiyah dalam ilmu dengan kuat itu hendaklah mengetahui bahwa mereka menjadi murid dan pelajar Al-Qur'an Al-Hakîm, bukan muridku. Aku pun teman belajar mereka.

Marilah, andaikan secara mustahil aku mengaku sebagai guru. Karena kini, bagi lapisan-lapisan ahli iman dari awam hingga kalangan khusus, yang menghadapi kecemasan dalam bayangan dan syubhat, kami telah menemukan cara agar mereka terbebas, para ulama itu hendaklah menemukan cara yang lebih mudah atau berpegang pada cara ini, mengajarkannya, serta mendukungnya. Ada ancaman yang amat besar terhadap ulama buruk. Pada zaman ini, orang-orang berilmu harus lebih berhati-hati.

Marilah, andaikan seperti dugaan musuh-musuh kami bahwa aku melakukan khidmah semacam ini demi diri sendiri. Jika banyak orang dapat meninggalkan ananiyah demi tujuan duniawi dan kebangsaan, lalu berkumpul di sekitar seseorang yang bersifat Firaun dengan kesetiaan sempurna dan bekerja dengan saling mendukung secara kuat, apakah saudara kalian ini tidak berhak meminta kalian meninggalkan ananiyah dan saling mendukung di sekitar hakikat Al-Qur'an? Ia berada di sekitar hakikat Al-Qur'an dan iman, serta menyembunyikan ananiyahnya sendiri, sambil meminta kalian bersikap seperti para pemimpin regu dalam komite duniawi itu. Bukankah para ulama terbesar kalian pun berlaku tidak adil jika tidak menjawabnya dengan "Lebbeyk"?

Saudara-saudaraku, sisi ananiyah yang paling berbahaya dalam pekerjaan kita ialah iri hati. Jika pekerjaan itu tidak dilakukan semata-mata demi Allah سُبْحَانَهُ, iri hati akan masuk dan merusaknya. Sebagaimana satu tangan seseorang tidak iri kepada tangannya yang lain, matanya tidak dengki kepada telinganya, dan hatinya tidak bersaing dengan akalnya, demikian pula setiap orang di antara kalian bagaikan suatu indra atau anggota tubuh dalam pribadi maknawi kelompok kita ini. Tugas hati nurani kalian ialah bangga dan merasakan nikmat atas kelebihan satu sama lain, alih-alih saling bersaing.

Masih ada satu hal, dan itulah yang paling berbahaya: adanya kecenderungan iri hati dalam diri kalian dan sahabat-sahabat kalian terhadap saudara kalian yang miskin ini. Di antara kalian juga ada orang-orang berilmu yang penting. Pada sebagian orang berilmu, terdapat ananiyah dalam ilmu. Sekalipun dirinya rendah hati, ia memiliki ananiyah dari segi itu dan tidak segera meninggalkannya. Betapapun hati dan akalnya berpegang erat, nafsunya, dari segi ananiyah dalam ilmu tersebut, menginginkan keistimewaan dan mempromosikan diri, bahkan ingin menentang risalah-risalah yang ditulis. Sekalipun hatinya mencintai risalah-risalah dan akalnya memuji serta memandangnya tinggi, nafsunya, karena iri hati yang berasal dari ananiyah dalam ilmu, seolah-olah memelihara permusuhan tersembunyi. Ia menginginkan nilai Sözler diturunkan agar hasil pemikirannya sendiri dapat menyamainya dan dipasarkan seperti karya-karya itu. Namun, dengan terpaksa kuberitahukan bahwa:

"Sekalipun orang-orang dalam lingkup pelajaran Al-Qur'an ini merupakan ulama terkemuka dan mujtahid, tugas mereka dari segi ilmu iman hanyalah memberikan syarah dan penjelasan bagi Sözler yang ditulis ini, atau menatanya. Sebab, melalui banyak tanda, kami telah memahami bahwa kami ditugaskan untuk memberikan fatwa dalam ilmu iman ini. Jika seseorang dalam lingkup kami menulis sesuatu di luar syarah dan penjelasan, melalui suatu rasa yang diperoleh nafsu dari ananiyah dalam ilmu, hal itu akan terasa dingin dan menjadi seperti suatu penentangan atau tiruan yang kurang sempurna. Sebab, melalui banyak dalil dan tanda, telah dipastikan bahwa bagian-bagian Risale-i Nur merupakan tetesan dari Al-Qur'an. Berdasarkan kaidah pembagian kerja, masing-masing dari kami memikul suatu tugas dan menyampaikan tetesan air kehidupan itu kepada mereka yang membutuhkan!.."

TIPU DAYA SETAN KEENAM IALAH

Ia memanfaatkan kecenderungan manusia untuk malas, memanjakan tubuh, dan sibuk dengan tugas. Ya, setan manusia dan jin menyerang dari segala segi. Ketika mereka melihat sahabat-sahabat kami memiliki hati yang teguh, kesetiaan yang kuat, niat yang ikhlas, dan semangat yang luhur, mereka menyerang dari sisi-sisi lain. Demikianlah:

Untuk merintangi pekerjaan dan melemahkan semangat khidmah kami, mereka memanfaatkan kemalasan, sikap memanjakan tubuh, dan kesibukan tugas sahabat-sahabat itu. Melalui tipu daya, mereka menghalangi sahabat-sahabat tersebut dari khidmah kepada Al-Qur'an. Tanpa mereka sadari, sebagian diberi pekerjaan berlebihan agar tidak mendapat waktu untuk berkhidmah kepada Al-Qur'an. Kepada sebagian lainnya, mereka memperlihatkan hal-hal duniawi yang memikat agar keinginan mereka bangkit dan timbul sikap lalai terhadap khidmah. Dan seterusnya...

Jalan-jalan serangan ini akan panjang jika dijelaskan. Kami mempersingkat uraian yang panjang ini dan menyerahkannya kepada pemahaman kalian yang cermat.

Wahai saudara-saudaraku! Berhati-hatilah, tugas kalian suci dan khidmah kalian luhur. Setiap jam kalian begitu bernilai sehingga dapat menjadi seperti ibadah satu hari. Ketahuilah agar ia tidak lepas dari tangan kalian!

ﻳَٓﺎ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﺍٰﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺻْﺒِﺮُﻭﺍ ﻭَﺻَﺎﺑِﺮُﻭﺍ ﻭَﺭَﺍﺑِﻄُﻮﺍ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ ٭ وَلَا ﺗَﺸْﺘَﺮُﻭﺍ ﺑِﺎٰﻳَﺎﺗ۪ﻰ ﺛَﻤَﻨًﺎ قَل۪يلًا ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺭَﺑِّﻚَ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌِﺰَّﺓِ ﻋَﻤَّﺎ ﻳَﺼِﻔُﻮﻥَ وَسَلَامٌ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠ۪ﻴﻦَ ﻭَ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤ۪ﻴﻦَ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ لَا ﻋِﻠْﻢَ ﻟَﻨَٓﺎ اِلَّا ﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﺘَﻨَٓﺎ ﺍِﻧَّﻚَ ﺍَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻌَﻠ۪ﻴﻢُ ﺍﻟْﺤَﻜ۪ﻴﻢُ ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَ ﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠٰﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ الْاُمِّىِّ ﺍﻟْﺤَﺒ۪ﻴﺐِ ﺍﻟْﻌَﺎﻟِﻰ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ﺍﻟْﻌَﻈ۪ﻴﻢِ ﺍﻟْﺠَﺎﻩِ ﻭَ ﻋَﻠٰﻰ ﺍٰﻟِﻪ۪ ﻭَ ﺻَﺤْﺒِﻪ۪ ﻭَ ﺳَﻠِّﻢْ ﺍٰﻣ۪ﻴﻦَ

CATATAN SEJARAH YANG SUCI

Angka tahun ketika suatu rahasia mukjizat penting dari Al-Qur'an Al-Hakîm muncul juga terdapat dalam lafaz "Kur'an". Demikianlah:

Kata "Kur'an" bernilai tiga ratus lima puluh satu menurut hitungan abjad. Di dalamnya ada dua alif. Jika alif yang tersembunyi dibaca "elfün", ia adalah "elfün" yang berarti seribu. {(Catatan kaki):

Menurut kaidah ilmu saraf, "feilün" dibaca "fe'lün", seperti "Ketifün" dibaca "ketfün". Berdasarkan itu, "elifün" dibaca "elfün". Maka, hasilnya menjadi 1351.} Jadi, tahun 1351 dapat disebut Tahun Al-Qur'an. Sebab pada tahun itu, rahasia menakjubkan tawafuk dalam lafaz "Kur'an" terlihat pada bagian-bagian Risale-i Nur, yang merupakan tafsir Al-Qur'an. Rahasia tawafuk yang bermukjizat pada lafaz yang menyatakan keagungan Allah سُبْحَانَهُ dalam Al-Qur'an muncul pada tahun yang sama. Penulisan Al-Qur'an dengan suatu cara baru yang akan memperlihatkan pola mukjizat juga berlangsung pada tahun yang sama. Usaha para murid Al-Qur'an dengan segenap tenaga untuk mempertahankan tulisan Al-Qur'an menghadapi penggantian tulisan itu juga berlangsung pada tahun yang sama. Nikmat-nikmat mukjizat penting dari Al-Qur'an juga muncul pada tahun yang sama. Pada tahun yang sama pula, banyak peristiwa yang sangat berkaitan dengan Al-Qur'an telah terjadi dan tampaknya akan terjadi...