Bedîüzzaman Said Nursî
Saudara-saudaraku yang mulia, setia, serta ikhlas!
Menerapkan kaidah-kaidah Lem’a-i İhlas (Lem’a Ikhlas) serta rahasia ikhlas sejati di antara kita dan terhadap satu sama lain, dalam batas kemampuan dengan seluruh tenaga, telah mencapai tingkat wajib bagi kita.
Aku memperoleh kabar pasti bahwa selama tiga bulan, tiga orang ditugaskan untuk menimbulkan sikap dingin di antara saudara-saudara khusus di sini melalui perbedaan corak jalan atau pemikiran. Mereka juga memperpanjang pengadilan kita tanpa sebab untuk mengguncang pengikut Nur yang teguh dengan membuatnya bosan, menimbulkan kecurigaan pada orang-orang yang peka serta tidak tahan, dan membuat mereka meninggalkan khidmah Nur.
Awas, awas! Jangan sampai persaudaraan kalian yang rela berkorban serta cinta tulus yang hingga sekarang ada di antara kalian terguncang. Sekalipun sebanyak satu zarah, hal itu memberikan kerugian besar kepada kita. Sebab, guncangan sangat kecil telah membuat para guru agama seperti (…) di Denizli menjauh.
Meskipun khidmah Al-Qur’an serta iman menuntut kita mengorbankan ruh bagi satu sama lain jika perlu, para pejuang sejati yang rela berkorban tidak seharusnya saling mendiamkan akibat sikap mudah tersinggung yang datang dari kesulitan atau hal lain. Justru, dengan sikap merendahkan diri, rendah hati, serta sikap berserah sepenuhnya, seseorang menerima kekurangan pada dirinya dan berusaha menambah cinta serta ketulusannya. Jika tidak, sebutir biji menjadi kubah dan dapat memberikan kerugian yang tidak dapat diperbaiki. Kuserahkan kepada ketajaman pemahaman kalian, lalu kuakhiri dengan singkat.
Bedîüzzaman Said Nursî
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
Berdasarkan suatu peringatan maknawi penting, untuk sekarang kalian memiliki satu atau dua tugas Nur: Berusaha dengan seluruh tenaga melalui pelajaran Nur agar para tahanan malang yang tertimpa musibah dalam madrasah Yusufiyah ketiga ini tidak terpecah belah dan tidak berpihak dengan niat buruk. Sebab, di balik tirai terdapat para perusak dahsyat yang berusaha memanfaatkan perbedaan, maksud bermusuhan, dendam, serta keras kepala.
Karena kebanyakan sahabat penjara kita membawa dorongan keberanian yang membuat mereka rela mengorbankan ruh demi tanah air, bangsa, serta sahabat jika perlu, tentu orang-orang berjiwa berani itu harus mengorbankan sikap keras kepala, maksud bermusuhan, serta permusuhan mereka demi keselamatan bangsa, ketenteraman penjara, serta terbebas dari perusakan orang-orang yang di balik tirai berusaha menimbulkan anarki dan menanamkan Bolshevisme. Mereka harus mengorbankan permusuhan serta sikap keras kepala yang tidak memiliki manfaat apa pun dan sangat merugikan pada masa penuh badai ini. Jika tidak, seperti melemparkan api ke bubuk mesiu pada masa ini, hal itu menjadi perantara bagi kesulitan serta guncangan penting terhadap seratus tahanan malang, murid-murid Nur yang tidak bersalah, serta negeri Afyon ini, bahkan bagi campur tangan jari-jari komite asing yang memasuki negeri.
Karena demi mereka kita masuk ke sini melalui Takdir Ilahi, sebagian dari kita tidak ingin keluar dari sini demi kebahagiaan serta ketenteraman maknawi mereka, dan kita mengorbankan istirahat bagi mereka serta menanggung setiap kesulitan dengan sabar dan tabah, tentu saudara-saudara baru kita juga, seperti para tahanan Denizli, demi persaudaraan kita serta kemuliaan Syakban dan Ramadan, harus dan sangat perlu tidak saling mendiamkan, menjadi saudara, serta berdamai. Kita dan aku memang memandang mereka dalam lingkup murid-murid Nur, dan mereka telah masuk dalam doa-doa kita.
Bedîüzzaman Said Nursî
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
Pertama:
Melalui rahasia
ﺍَﻟْﺨَﻴْﺮُ ﻓ۪ﻰ ﻣَﺎ ﺍﺧْﺘَﺎﺭَﻩُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ,
inşâallah terdapat kebaikan-kebaikan besar dalam penundaan pengadilan kita serta dalam saudara-saudara kita yang telah dibebaskan berada lagi di sini pada hari pengadilan.
Ya, karena persoalan Risale-i Nur memiliki arti penting yang menyeluruh di dunia Islam, terutama di negeri ini, melalui pengumpulan yang penuh semangat seperti ini perlu menarik perhatian umum kepada hakikat-hakikat Nur. Maka, melampaui harapan, kehati-hatian, penyembunyian kita, serta usaha para penentang mengecilkannya, dan di luar kehendak kita, dengan kemegahan semacam ini Risale-i Nur memberikan pelajarannya secara terbuka kepada sahabat serta musuh. Tanpa segan, ia memperlihatkan rahasia-rahasia paling tertutup kepada orang-orang yang paling asing baginya.
Karena inilah hakikatnya, kita harus memandang kesulitan-kesulitan kita yang sangat kecil seperti obat pahit berupa kina, bersabar serta bersyukur, dan berkata, ‘Ah, ini juga akan berlalu.’
Kedua:
Kepada pengawas madrasah Yusufiyah ini, aku menulis: Ketika aku menjadi tawanan di Rusia, sebagaimana badai Bolshevisme mula-mula dimulai dari penjara-penjara, demikian pula Revolusi Besar Prancis mula-mula muncul dari penjara-penjara serta para tahanan yang disebut orang hidup tanpa arah dalam sejarah. Karena itu, kami murid-murid Nur berusaha memperbaiki para tahanan sejauh mungkin, baik di Eskişehir, Denizli, maupun di sini. Manfaatnya terlihat sepenuhnya di Eskişehir serta Denizli. Di sini akan terdapat lebih banyak manfaat: Pada waktu serta keadaan yang peka ini, melalui pelajaran Nur, badai kecil yang lalu {(Catatan kaki): Badai ini ialah suatu pemberontakan yang terjadi di penjara Afyon; tidak ada seorang murid Nur pun ikut campur.} turun dari seratus menjadi satu. Jika tidak, arus-arus luar yang merugikan, memanfaatkan perbedaan serta peristiwa semacam ini, dan menunggu kesempatan, akan melemparkan api ke bubuk mesiu itu, lalu terjadi kebakaran.
Bedîüzzaman Said Nursî
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ
Saudara-saudaraku yang mulia, setia, teguh, serta tidak menjauh dari kita akibat jemu menghadapi kesulitan!
Sekarang, ketika nafsuku membuatku sedih demi kalian karena suatu kesulitan jasmani serta maknawi, tiba-tiba terlintas di hati: Demi segera bertemu dengan satu saja dari saudara-saudara di sini, bahkan jika engkau serta mereka menanggung sepuluh kali kesulitan dan kesusahan ini dalam bentuk lain, harganya tetap murah.
Baik corak jalan Nur yang penuh takwa serta latihan menahan diri, jalannya dalam memberikan pelajaran kepada umum dan orang-orang paling memerlukan, bahkan para penentang, maupun demi membuat pribadi maknawi dalam lingkupnya berbicara, sebagaimana dahulu ahli hakikat berkumpul dan bercakap-cakap setidaknya satu atau dua kali setahun, murid-murid Nur juga perlu berkumpul sekali dalam beberapa tahun di madrasah Yusufiyah yang paling sesuai. Karena itu, sekalipun terdapat seribu kesulitan serta kesusahan, hal itu tidak penting.
Dalam penjara-penjara kita terdahulu, beberapa saudara lemah menjadi bosan lalu menarik diri dari lingkup Nur. Hal itu merupakan kerugian sangat besar bagi mereka, dan tidak ada kerugian apa pun menimpa Nur. Sebagai ganti mereka, muncul murid-murid yang lebih teguh serta lebih ikhlas.
Karena ujian-ujian dunia ini sementara dan segera berlalu, ujian-ujian itu memberikan pahala serta buahnya kepada kita. Kita juga harus percaya kepada Pertolongan Ilahi serta bersyukur dalam kesabaran.
Bedîüzzaman Said Nursî
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
Pertama:
Ketika kalian memberikan dua bagian terakhir, baik dalam huruf lama maupun huruf mesin, secara tidak resmi demi informasi kepada ketua pengadilan melalui seorang yang sungguh-sungguh dan kalian anggap sesuai, tulislah kepadanya pada catatan tersendiri bahwa Said berterima kasih kepada Anda dan berkata:
Mereka membuka jendela-jendela. Namun, jaksa penuntut umum tidak mengizinkan saudara mana pun maupun orang-orang yang berkhidmah kepadaku datang ke sisiku.
Ia juga sangat memohon kepada Anda: Berikan kepadanya Al-Qur’annya yang bermukjizat serta antik, yang berada di pengadilan, agar ia membacanya pada bulan-bulan yang diberkahi ini. Dari Al-Qur’an yang luar biasa itu, ia telah mengirim tiga juz kepada Diyanet Riyaseti sebagai contoh agar mereka berusaha mencetaknya melalui foto.
Bersamanya, ia juga meminta dari Anda salah satu kumpulan Risale-i Nur di pengadilan, agar dengan membacanya ia memperoleh penghiburan serta seorang sahabat dalam keadaan terisolasi sepenuhnya, kesendirian, dan kesulitan berat ini. Sebagaimana kumpulan-kumpulan itu telah melalui tiga atau empat pengadilan yang tidak mengganggunya, berdasarkan kesaksian serta pengamatan para jemaah haji, para ulama besar di Mekah yang mulia, Madinah yang bercahaya, Syam yang mulia, Aleppo, serta Universitas Al-Azhar di Mesir juga sangat menghargai dan memujinya, serta sama sekali tidak mengkritik ataupun mengajukan keberatan terhadapnya.
Bedîüzzaman Said Nursî
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
Terdapat dua salinan Hizb-i Nurî di sisi para Feyzi. Jika mereka tidak memerlukannya, biarlah satu dikirim kepadaku, atau Mehmed Feyzi menulis satu salinan lagi. Ramazaniye Risalesi (Risalah Ramadan) serta Âyetü’l-Kübra yang dicetak juga perlu berada di sini.
Segera redakan ketegangan di antara kalian. Awas, awas! Melenceng sedikit saja akan sangat merugikan lingkup Nur. Jangan terbawa perasaan-perasaan yang datang dari kesulitan. Ledakan komporku merupakan isyarat bagi musibah ini.
Bedîüzzaman Said Nursî
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia, Hüsrev, Mehmed Feyzi, dan Sabri!
Dengan seluruh keyakinanku, aku percaya kepada kalian serta berharap memasuki kubur dengan hati tenteram dan menyerahkan keselamatan Nur kepada kalian. Aku mengetahui bahwa tidak ada sesuatu pun akan memisahkan kalian satu sama lain. Kini, melalui rencana dahsyat, terdapat pemberitahuan resmi untuk membuat tokoh-tokoh utama Nur menjadi dingin satu sama lain.
Karena jika perlu kalian mengorbankan kehidupan bagi satu sama lain sebagai tuntutan kesetiaan kuat serta perhatian mendalam kepada Nur, tentu kalian wajib mengorbankan perasaan-perasaan yang sangat kecil, sementara, serta tidak penting. Jika tidak, sebagaimana pasti akan terdapat kerugian besar bagi kita pada masa ini, aku gemetar karena kemungkinan menjauh dari lingkup Nur.
Selama tiga hari, suatu kesulitan yang belum pernah kulihat kembali mengguncangku. Kini aku mengetahui dengan pasti bahwa sedikit keengganan bersikap akrab satu sama lain, seperti sehelai rambut jatuh ke mata, di antara orang-orang seperti kalian menjadi bom bagi kehidupan Nur kita. Bahkan, kuberitahukan juga kepada kalian: Banyak usaha telah dilakukan untuk memperlihatkan kita berkaitan dengan badai yang lalu. Kini mereka berusaha menanamkan sedikit rasa asing di antara kalian.
Meskipun demi kalian aku menanggung kesulitan sepuluh kali lebih besar daripada masing-masing dari kalian, aku telah memutuskan tidak memandang kekurangan seorang pun. Atas nama pribadi maknawi murid-murid yang menjadi guru kita, kuminta agar kalian juga tidak bersikap mementingkan diri, baik benar maupun salah. Jika jari-jari tersembunyi ikut campur karena kalian berada bersama di tempat ganjil itu, salah seorang dari kalian hendaknya pergi ke ruangan Tahirî.
Bedîüzzaman Said Nursî
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
Kumohon, jangan tersinggung karena aku memberi perhatian lebih besar kepada rasa tersinggung sebagian dari kalian bertiga dibanding yang lain. Sebab, pada Hüsrev serta Feyzi terdapat rasa menjauh dan tertekan menghadapi manusia seperti padaku. Corak jalan mereka juga berbeda hingga suatu kadar. Adapun Sabri, melalui kerabat serta cara mencari nafkah, berkaitan dengan kehidupan masyarakat dari beberapa segi dan harus berhati-hati.
Karena perbedaan jalan serta corak jalan ini, tampaknya kalian bertiga tidak dapat menanggung dan bersabar sepenuhnya dalam ruangan gaduh serta kerumunan yang sulit itu; karena itu, aku gelisah dan dihinggapi bisikan cemas. Sebab, perbedaan sangat kecil sangat merugikan pada masa ini.
Bedîüzzaman Said Nursî
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia, sahabat-sahabat belajarku dalam madrasah Yusufiyah ini!
Malam yang akan datang ini, yakni Lailatul Barâ’ah (Leyle-i Berat), memiliki kesucian Lailatulqadar karena bernilai suatu benih suci sepanjang tahun serta semacam program takdir manusia. Sebagaimana setiap kebaikan pada Lailatulqadar bernilai tiga puluh ribu, pada Lailatul Barâ’ah ini pahala setiap amal saleh serta setiap huruf Al-Qur’an naik menjadi dua puluh ribu. Jika pada waktu lain sepuluh, pada tiga bulan naik menjadi seratus serta seribu. Pada malam-malam suci yang terkenal ini, naik menjadi puluhan ribu, dua puluh ribu, atau tiga puluh ribu. Malam-malam ini dapat bernilai lima puluh tahun ibadah. Karena itu, sejauh kemampuan, menyibukkan diri dengan Al-Qur’an, istigfar, serta salawat merupakan keuntungan besar.
Bedîüzzaman Said Nursî
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ اَلسَّلَامُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَ ﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ ﺍَﺑَﺪًﺍ ﺩَﺍﺋِﻤًﺎ ﺳَﻠَّﻤَﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪَّﺍﺭَﻳْﻦِ
Dengan seluruh ruh serta nyawa kami, kami mengucapkan selamat atas Lailatul Barâ’ah kalian, yang dapat memberikan kepada ahli iman umur lima puluh tahun ibadah maknawi. Melalui rahasia persekutuan maknawi serta limpahan solidaritas maknawi, kami berharap kepada Rahmat Ilahi dengan keyakinan penuh bahwa setiap murid Nur yang tulus serta ikhlas, masing-masing dari kalian, seperti sebagian malaikat yang bertasbih dengan empat puluh ribu lidah, seolah-olah telah beristigfar dan beribadah dengan empat puluh ribu lidah.
Bedîüzzaman Said Nursî
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ
Pertama:
Melalui arahan beberapa guru agama yang membawa bidah, dalam surat dakwaan mereka mengajukan keberatan terhadap suatu persoalan Sinar Kelima, seakan-akan tidak menerima datangnya Dajal Islam serta beberapa Dajal yang berjumlah lebih dari satu.
Sebagai jawaban, dalam hadis sahih ini yang memperlihatkan suatu mukjizat Nabi ﷺ yang sangat cemerlang serta pasti:
ﻟَﻦْ ﺗَﺰَﺍﻝَ الْخِلَافَةُ ﻓ۪ﻰ ﻭِﻟْﺪِ ﻋَﻤّ۪ﻰ ﺻِﻨْﻮِ ﺍَﺑِﻰ ﺍﻟْﻌَﺒَّﺎﺱِ ﺣَﺘّٰﻰ ﻳُﺴَﻠِّﻤُﻮﻫَﺎ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟﺪَّﺟَّﺎﻝِ
Yakni, ‘Khilafah Islam akan tetap berlangsung dalam keturunan pamanku, Abbas, saudara ayahku. Hingga Dajal; khilafah itu, yakni kekuasaan khilafah, akan masuk ke tangan Dajal yang menghancurkan.’
Yakni, khilafah Abbasiyah akan terwujud dan berlangsung lama, sekitar lima ratus tahun. Kemudian, salah satu dari tiga Dajal yang disebut Jenghis serta Hulagu akan menghancurkan kekuasaan khilafah itu; ia akan memerintah dalam Islam dengan cara Dajal. Jadi, hal ini merupakan bukti nyata bagi datangnya tiga Dajal dalam Islam sebagaimana terdapat dalam berbagai hadis. Pemberitaan gaib dalam hadis ini merupakan dua mukjizat yang pasti:
Satu:
Khilafah Abbasiyah akan terwujud dan berlangsung lima ratus tahun.
Kedua:
Pada akhirnya, khilafah itu akan runtuh melalui tangan seorang Dajal yang paling zalim serta menghancurkan, dengan nama Jenghis dan Hulagu.
Mungkinkah Pembawa syariat ﷺ, yang dalam kitab-kitab hadis memberitahukan bahkan hal-hal kecil tentang Al-Qur’an serta syiar-syiar Islam, tidak memberitahukan peristiwa-peristiwa sangat ganjil pada masa kita ini? Mungkinkah tidak terdapat isyarat-isyaratnya kepada murid-murid Risale-i Nur yang, dalam peristiwa-peristiwa ganjil ini, berkhidmah kepada Al-Qur’an dengan teguh—dalam medan luas, pada masa paling ganjil, serta dalam keadaan paling berat—dan buah-buah khidmahnya dibenarkan oleh sahabat serta musuh?
Bedîüzzaman Said Nursî
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَ ﺿُﺮِﺑَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟﺬِّﻟَّﺔُ ﻭَﺍﻟْﻤَﺴْﻜَﻨَﺔُ
Satu Butir Hikmah Ayat yang Agung Ini
Saudaraku Re’fet Bey, panglima Nur yang mulia serta orang yang berkhidmah kepada Al-Qur’an!
Karena bangsa Yahudi berlebihan dalam cinta kehidupan serta sikap memuja dunia, pada setiap abad mereka menjadi layak menerima tamparan kehinaan serta keadaan tak berdaya. Namun, dalam persoalan Palestina ini, mereka tidak segera menerima tamparan karena perasaannya berupa suatu rasa kebangsaan serta agama yang penting hingga suatu segi, bukan cinta kehidupan dan sikap memuja dunia. Sebab, Palestina merupakan tempat kubur para nabi Bani Israil, dan nabi-nabi dahulu itu berasal dari bangsa mereka sendiri. Jika tidak, kelompok kecil dalam negeri Arab yang begitu besar tidak akan mampu bertahan sama sekali; mereka akan segera jatuh ke dalam keadaan tak berdaya.
Bedîüzzaman Said Nursî
Pertanyaan:
Apakah ada ayat mengenai bumi berbentuk bulat, dan dalam surah mana? Saya ragu apakah bumi datar atau bulat. Wilayah yang ditempati setiap pemerintahan berada di tengah laut. Apa yang menjaga sekeliling laut-laut ini? Dengan hormat, saya memohon penjelasannya dan mencium tangan Anda.
Ali Hoca dari Emirdağ
Risale-i Nur telah menyelesaikan persoalan-persoalan semacam ini. Bentuk bulat bumi diterima oleh ulama Islam dan tidak bertentangan dengan agama. Disebutnya permukaan dalam ayat tidak menunjukkan bahwa bumi tidak bulat. Berdasarkan para mujtahid, menghadap kiblat merupakan syarat salat, dan suatu syarat harus terdapat dalam seluruh rukunnya; karena rahasia ini, dalam sujud serta rukuk perlu menghadap kiblat. Hal ini dapat terdapat dalam seluruh rukun melalui bentuk bulat bumi, karena menurut syariat kiblat merupakan suatu tiang bercahaya dari Ka’bah yang mulia, ke atas hingga Arasy serta ke bawah hingga bumi. Dengan bentuk bulat bumi, menghadap kiblat dapat terdapat dalam seluruh rukun.
Bedîüzzaman Said Nursî
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَ ﺍِﻧْﻤِﻦْ ﺷَﻰْﺀٍ اِلَّا ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩ۪ اَلسَّلَامُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَ ﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ ﺍَﺑَﺪًﺍ ﺩَﺍﺋِﻤًﺎ
Dengan seluruh ruh serta nyawa kami, kami mengucapkan selamat atas Ramadan kalian yang mulia serta diberkahi. Semoga Al-Haqq menjadikan Lailatulqadar Ramadan ini lebih baik daripada seribu bulan bagi kalian semua, âmin! Semoga Dia menerima malam itu bagi kalian sebagai umur delapan puluh tahun yang diterima, âmin!
Kedua:
Aku yakin bahwa tetap berada di sini hingga hari raya memiliki banyak manfaat serta kebaikan bagi kita. Seandainya kini kita dibebaskan, sebagaimana kita akan kehilangan kebaikan-kebaikan dalam madrasah Yusufiyah ini, kesibukan dunia akan merusak ketenangan batin kita pada Ramadan yang mulia dan semata-mata berkaitan dengan akhirat. Melalui rahasia
ﺍَﻟْﺨَﻴْﺮُ ﻓ۪ﻰ ﻣَﺎ ﺍﺧْﺘَﺎﺭَﻩُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ,
inşâallah dalam hal ini juga akan terdapat kegembiraan besar yang baik.
Di pengadilan, kalian juga memahami bahwa karena bahkan dengan hukum-hukum mereka sendiri pun mereka tidak dapat menghukum kita dalam segi apa pun, mereka membicarakan hal-hal kecil seperti rincian-rincian kecil dalam surat-surat kecil yang tidak penting dan sedikit pun tidak berkaitan dengan hukum, bahkan sekecil sayap lalat, serta tidak menemukan jalan mengganggu persoalan-persoalan Nur yang besar dan menyeluruh.
Sebagai ganti Risale-i Nur serta lingkup murid-muridnya yang sangat menyeluruh dan luas, hanya menjatuhkan pribadiku serta menghilangkan arti pentingku merupakan manfaat besar bagi kita. Takdir Ilahi tidak membiarkan mereka mengganggu Risale-i Nur serta murid-muridnya; Takdir Ilahi hanya menyibukkan mereka dengan diriku. Aku juga menjelaskan kepada kalian serta seluruh sahabatku bahwa:
Dengan seluruh ruh serta nyawaku, bahkan bersama nafsu ammarahku, aku menerima seluruh kesulitan yang datang kepada diriku dengan sukacita serta rasa senang maknawi demi keselamatan Risale-i Nur dan kalian. Sebagaimana surga tidak murah, neraka juga tidak sia-sia. Sebagaimana dunia serta kesulitannya sementara dan segera berlalu, atas kezaliman dari musuh-musuh tersembunyi terhadap kita, pembalasan kita akan diperoleh seratus kali lebih besar dalam Pengadilan Terbesar serta sebagian di dunia. Karena itu, sebagai ganti marah, kita merasa kasihan kepada mereka.
Karena inilah hakikatnya, merupakan kebahagiaan besar untuk menyibukkan diri dengan wirid-wirid yang kebaikannya naik dari satu menjadi seribu pada Ramadan yang mulia ini, dengan pelajaran-pelajaran ilmiah kita, serta berusaha tidak mementingkan kesulitan kecil dan sementara ini. Kita melakukannya dengan kesabaran serta syukur sempurna, tanpa gelisah dan dalam kehati-hatian; dengan berserah serta bertawakal kepada Qada dan Takdir Ilahi yang berlangsung terhadap kita serta Pertolongan Ilahi yang melindungi kita; juga melalui kedekatan, cinta, serta percakapan sejati yang tulus, menghibur, akrab, dan saling menguatkan bersama saudara-saudara di sini. Pelajaran-pelajaran berpengaruh dalam ujian Nur yang sangat penting ini serta membuat para penentang membacanya merupakan kemenangan penting Nur.
Catatan kaki:
Memang buruk bahwa beberapa saudara kita menyangkal menjadi murid tanpa perlu, terutama (…) menyembunyikan khidmah Nur mereka sendiri yang penting dahulu tanpa perlu. Namun, demi khidmah-khidmah mereka sebelumnya, kita harus memaafkan serta tidak tersinggung.
Bedîüzzaman Said Nursî
ﺑِﺎﺳْﻤِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَ ﺍِﻧْﻤِﻦْ ﺷَﻰْﺀٍ اِلَّا ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩ۪
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
Pertama:
Melalui sabda beliau ﷺ dalam riwayat-riwayat sahih, ‘Carilah Lailatulqadar pada paruh terakhir, terutama sepuluh malam terakhir,’ kemungkinan bahwa Lailatulqadar, yang memberikan umur ibadah lebih dari delapan puluh tahun, terdapat pada malam-malam mendatang ini sangat kuat. Berusaha mengambil manfaat merupakan kebahagiaan di tempat-tempat penuh pahala seperti ini.
Kedua:
Melalui rahasia
ﻣَﻦْ ﺍٰﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِ ﺍَﻣِﻦَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻜَﺪَﺭِ,
‘Orang yang beriman kepada Takdir aman dari kesedihan serta duka,’ dan melalui rahasia kaidah
ﺧُﺬُﻭﺍ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺍَﺣْﺴَﻨَﻪُ,
‘Pandanglah segi indah setiap hal,’
ﺍَﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﻳَﺴْﺘَﻤِﻌُﻮﻥَ ﺍﻟْﻘَﻮْﻝَ ﻓَﻴَﺘَّﺒِﻌُﻮﻥَ ﺍَﺣْﺴَﻨَﻪُ ﺍُﻭﻟٰٓﺌِﻚَ ﺍﻟَّﺬ۪ﻳﻦَ ﻫَﺪٰﻳﻬُﻢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻭَ ﺍُﻭﻟٰٓﺌِﻚَ ﻫُﻢْ ﺍُﻭﻟُﻮﺍ الْاَلْبَابِ,
suatu makna terjemahan yang sangat singkat ialah: ‘Orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang paling baik darinya serta tidak memandang yang buruk, merekalah orang-orang berakal yang menerima Hidayah Ilahi.’
Bagi kita, sekarang perlu memandang sisi baik, segi indah, serta segi yang memberikan rasa lega dari setiap hal, agar keadaan-keadaan yang tidak berarti, tidak perlu, merugikan, menyusahkan, buruk, serta sementara tidak menarik perhatian dan menyibukkan hati kita.
Dalam Kalimat Kedelapan, dua orang berada pada sebuah taman: satu keluar, satu masuk. Orang yang bahagia memandang bunga-bunga serta hal-hal indah dalam taman dan beristirahat dengan gembira. Orang malang lainnya memusatkan pandangan kepada hal-hal buruk serta kotor meskipun tidak mampu membersihkannya, membuat perutnya mual, dan sebagai ganti istirahat, menanggung kesulitan, lalu keluar serta pergi.
Kini keadaan-keadaan kehidupan masyarakat manusia, terutama madrasah Yusufiyah, bernilai seperti sebuah taman. Hal-hal buruk serta indah, menyedihkan serta melegakan, terdapat bersama. Orang berakal ialah orang yang sibuk dengan hal-hal melegakan serta indah, tidak mementingkan hal-hal buruk dan menyusahkan, serta bersyukur dan bergembira sebagai ganti mengeluh serta khawatir.
Bedîüzzaman Said Nursî
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
Pertama:
Karena kemungkinan bahwa malam esok merupakan Lailatulqadar sangat kuat, sebagian mujtahid mengkhususkan Lailatulqadar pada malam itu. Sekalipun bukan malam yang sebenarnya, karena umat memandangnya demikian, inşâallah malam itu diterima dengan nilai seperti yang sebenarnya.
Kedua:
Aku mengkhawatirkan ketenteraman saudara-saudara kita dalam ruangan keenam yang mengalami guncangan. Suatu jari dari luar ikut campur dalam penjara, terutama ruangan keenam. Saudara-saudara kita di sana hendaknya tetap waspada serta berhati-hati dan tidak mencampuri sesuatu pun.
Ketiga:
Apakah kalian telah mengirim bagian tulisan kepada pengacara agar ia membacakannya kepada ketua? Melalui kesatuan persoalan, Halil Hilmi juga bukan hanya pengacara Sabri, melainkan pengacara kita semua. Aku memandangnya demikian. Kini hendaklah ia membantu pengacara pertama kita sepenuhnya atas nama kita semua.
Keempat:
Aku telah memberikan pengantar Sadık Bey dari Taşköprü kepada Sabri untuk disalin. Jika telah ditulis, bagian yang telah melalui koreksi akan dikirim kepadanya. Satu salinan tulisan baru hendaknya dikirim kepadaku. Di sisiku juga terdapat satu salinan puisi kecil Sadık; jika tidak ada pada kalian, aku akan mengirimnya.
Bedîüzzaman Said Nursî
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
Pertama:
Kami mengucapkan selamat hari raya kepada kalian serta sahabat-sahabat kalian di penjara. Aku menerima orang yang bertukar ucapan selamat hari raya dengan kalian seolah-olah ia bertukar ucapan dengan diriku. Ketahuilah dan beritahukan bahwa seakan-akan aku sendiri telah melakukan kunjungan hari raya kepada mereka semua.
Kedua:
Pecahnya kompor besiku yang tebal tanpa sebab memberi kabar. Berdasarkan isyarat itu, kita juga bersikap sangat hati-hati dan waspada; badai kecil yang lalu turun dari seratus menjadi satu, dan bubuk mesiu tidak terbakar. Kini, pecahnya botolku menjadi kepingan-kepingan sangat kecil dengan cara ganjil tanpa sebab kembali memberitahukan perlunya berpegang pada kewaspadaan, ketabahan, serta kehati-hatian utuh. Melalui peringatan maknawi yang kuterima, para munafik tersembunyi ingin menggunakan orang-orang bejat yang tidak salat serta para komunis murtad melawan orang-orang yang taat beragama; bahkan mereka juga memasukkan jari-jari mereka ke sini.
Sebuah Catatan Kaki Kecil:
Kemarin terdapat rasa lega serta sukacita dalam hatiku. Tiba-tiba kulihat bahwa saudara di Nurs telah mengirim kepadaku madu Nurs dalam sebuah botol ke Emirdağ delapan bulan lalu. Kemarin madu itu juga datang ke sini dari Emirdağ. Aku berkata, ‘Tolong, segera bawakan kepadaku.’ Aku menunggu; tidak datang. Sukacita itu berubah menjadi kemarahan. Botol berisi madu yang di sisiku berharga sebanyak seratus botol itu diserahkan ke tangan orang asing lalu dikirim ke pasar; hal itu menjadi sebab, dan botol itu pun tiba-tiba pecah. Dari makanan manis itu yang merupakan tanda berkah desa kelahiranku, Nurs, yang tidak kulihat selama empat puluh delapan tahun, kukirim sedikit agar masing-masing saudaraku merasakan sepotong kecilnya sebagai makanan manis hari raya.
Bedîüzzaman Said Nursî
Saudara-saudaraku yang mulia, setia, serta teguh!
Dengan seluruh ruh serta nyawaku, kuucapkan selamat bahwa kalian segera mengobati luka kita. Malam ini aku juga sepenuhnya merasa lega melalui kesembuhan. Medresetü’z-Zehra memang meluas, menanamkan serta menyebarkan ikhlas sejati, meninggalkan ananiyah dengan pengorbanan penuh, serta kerendahan hati utuh dalam lingkup Nur. Tentu kepekaan, sikap mudah tersinggung, serta keengganan bersikap akrab satu sama lain yang sangat kecil dan sementara tidak dapat merusak pelajaran kuat serta ikatan persaudaraan itu; İhlas Lem’ası merupakan penasihat sempurna pada pokok ini. Kini, rencana terburuk untuk paling menghantam serta mengguncang kita dan Nur ialah membuat murid-murid Nur bersikap dingin satu sama lain, menjadi bosan, serta terpisah dari segi corak jalan dan pemikiran. Memang, terdapat sedikit keengganan bersikap akrab satu sama lain. Namun, jika sehelai rambut jatuh ke mata, ia menyakitkan sebanyak batu yang jatuh ke kepala; botolku memberitahukannya sebagai suatu peristiwa besar. Keluhan almarhum Hafiz Ali (rh), sedikit sebelum wafatnya, terhadap keadaan kecil semacam ini, sejak saat itu mungkin seratus kali terlintas dalam pikiranku dan membuatku sedih.
Bedîüzzaman Said Nursî
Saudara-saudaraku yang mulia serta setia!
Aku memberikan pernyataan-pernyataan keberatan para murid kepada direktur. Aku berkata: Kami ingin mengirimnya, bersama bagian akhir pernyataan keberatanku, kepada Diyanet Riyaseti serta bagian Pidana Berat Ankara yang memberikan pembebasan kepada kami beserta risalah-risalah kami. Juga Tabel Kesalahan dan Koreksi kepada kedua pihak berwenang itu, jika sesuai, tetapi bersifat rahasia dan hanya sebagai informasi. Ia berkata, ‘Sesuai.’ Kini katakan kepada pengacara agar membuat beberapa salinan pernyataan-pernyataan keberatan para murid serta dua salinan tabel itu.
Tulislah juga kepada Diyanet Riyaseti: Karena melalui laporan yang kali ini kalian kirim ke Afyon, kalian menunaikan dengan sempurna tugas yang harus dijalankan untuk melindungi ahli ilmu agama mengenai Said serta sahabat-sahabatnya, baik Said yang dizalimi maupun sahabat-sahabatnya yang tidak bersalah sangat berterima kasih serta merasa sangat berutang budi kepada lembaga kalian. Karena persoalan kami memang berkaitan dengan agama dan ilmu, sebelum setiap lembaga, peradilan, serta kepolisian, lembaga Diyanet berkaitan dengannya. Karena itu, baik di Denizli maupun Afyon, kami mula-mula mengajukan permohonan kepada lembaga-lembaga itu serta menulis keluhan kepada para alim di sana. Tulislah sebuah pengantar dengan makna ini.