Risalah Nur — Bahasa Indonesia

ISYARAT PERTAMA:

Sinar-Sinar · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

ISYARAT PERTAMA:

Muhammad ﷺ, yang membalas Tampaknya Rububiyah, Keilahian abadi, serta anugerah-anugerah tanpa akhir Pemilik kainat ini melalui ubudiyah menyeluruh serta memperkenalkan⁠-⁠Nya, amat diperlukan dalam kainat ini, seperti perlunya matahari. Beliau merupakan guru yang paling agung ﷺ serta nabi besar ﷺ bagi jenis manusia, Kebanggaan Alam ﷺ, dan menerima sapaan

لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ ﻟَﻤَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ الْاَفْلَاكَ.

Sebagaimana hakikat Muhammad ﷺ merupakan sebab penciptaan alam, hasilnya, serta buahnya yang paling sempurna, hakikat-hakikat berikut juga terwujud melalui hakikat Muhammad ﷺ serta kerasulan Ahmad ﷺ: Kesempurnaan sejati kainat; kedudukannya sebagai cermin-cermin kekal Sang Jamîl Dzul-Jalâl yang abadi, Manifestasi Sifat-Sifat⁠-⁠Nya, hasil-hasil yang menjalankan tugas dari Perbuatan⁠-⁠Nya yang penuh Hikmah, serta surat-surat⁠-⁠Nya yang amat bermakna; bahwa kainat membawa alam kekal serta menghasilkan negeri kebahagiaan dan akhirat yang dirindukan seluruh makhluk berkesadaran. Karena itu, sebagaimana kainat bersaksi dengan amat kuat serta pasti bagi kerasulan beliau, terutama dunia Islam, seluruh manusia, dan seluruh makhluk berkesadaran juga bersaksi bagi kerasulan Ahmad ﷺ serta hakikat Muhammad ﷺ, yang memberikan kabar gembira kuat dan pasti mengenai kehidupan kekal. Mereka menginginkan kehidupan itu pada setiap waktu melalui cinta serta kerinduan yang terus-menerus, seluruh kekuatan hakikat mereka yang menyeluruh, seluruh bahasa bakat, dan bahasa seluruh doa, ibadah, serta permohonan, demi selamat dari keadaan tidak ada, lenyap sama sekali, pemusnahan abadi, serta keadaan fana mutlak yang lebih pahit dan menakutkan daripada neraka. Mereka membubuhkan tanda tangan bahwa beliau menjadi kebanggaan jenis manusia ﷺ serta makhluk paling mulia ﷺ. Demikian pula, menurut rahasia

ﺍَﻟﺴَّﺒَﺐُ ﻛَﺎﻟْﻔَﺎﻋِﻞِ,

kebaikan yang sama nilainya dengan seluruh kebaikan serta perbuatan baik yang dikerjakan tiga ratus lima puluh juta ahli iman pada setiap hari, dalam setiap masa, masuk ke catatan kebaikan Muhammad ﷺ. Pribadi Muhammad ﷺ yang tunggal itu memperoleh kedudukan yang menerima ubudiyah menyeluruh serta limpahannya, sebesar ratusan juta, bahkan miliaran ahli ibadah yang berbuat baik. Hal ini bersaksi dengan amat kuat bagi kerasulan sosok itu serta membubuhkan tanda tangan.

ISYARAT KEDUA:

ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺻَﺎﺩِﻕُ ﺍﻟْﻮَﻋْﺪِ الْاَم۪ينِ ﺑِﺸَﻬَﺎﺩَﺓِ ﻇُﻬُﻮﺭِﻩ۪ ﺩَﻓْﻌَﺔً ﻣَﻊَ ﺍُﻣِّﻴَّﺘِﻪ۪ ﺑِﺎَﻛْﻤَﻞِ ﺩ۪ﻳﻦٍ ﻭَ اِسْلَامِيَّةٍ ﻭَ ﺷَﺮ۪ﻳﻌَﺔٍ ﻭَ ﺑِﺎَﻗْﻮٰﻯ ﺍ۪ﻳﻤَﺎﻥٍ ﻭَ ﺍِﻋْﺘِﻘَﺎﺩٍ ﻭَ ﻋِﺒَﺎﺩَﺓٍ ﻭَ ﺑِﺎَﻋْﻠٰﻰ ﺩَﻋْﻮَﺓٍ ﻭَ ﻣُﻨَﺎﺟَﺎﺓٍ ﻭَ ﺩَﻋَﻮَﺍﺕٍ ﻭَ ﺑِﺎَﻋَﻢِّ ﺗَﺒْﻠ۪ﻴﻎٍ ﻭَ ﺍَﺗَﻢِّ ﻣَﺘَﺎﻧَﺔٍ ﺧَﺎﺭِﻗَﺎﺕٍ ﻣُﺜْﻤِﺮَﺍﺕٍ لَا ﻣِﺜْﻞَ ﻟَﻬَﺎ,

yang menunjuk lebih dari dua puluh kesaksian, yang selalu kupandang dengan tafakur dalam wiridku.

Sejenis terjemahan serta makna singkat: Yakni, yang bersaksi bagi kerasulan Muhammad ﷺ.

PERTAMA:

Hujah kerasulan yang muncul dari sebelas keadaannya.

Ya, meskipun tidak belajar membaca serta menulis dan bersifat ummi, beliau muncul sekaligus, tanpa pengalaman dan tiba-tiba, dengan agama yang membuat orang-orang berakal serta filsuf empat belas abad terheran-heran, dan mencapai peringkat pertama di antara agama-agama samawi. Hal ini merupakan keadaan yang tidak menerima tandingan, sebagaimana...

Islam yang muncul dari ucapan, perbuatan, serta keadaan beliau memberikan pelajaran yang mendidik ruh, nafsu, serta akal tiga ratus lima puluh juta manusia pada setiap masa, dan mengarahkan mereka kepada kemajuan maknawi. Hal ini merupakan keadaan yang tidak memiliki tandingan.

Beliau juga muncul dengan syariat demikian sehingga melalui hukum-hukumnya yang adil, syariat itu mengatur seperlima jenis manusia dalam kemajuan jasmani serta maknawi selama empat belas abad. Hal ini merupakan keadaan yang tidak memiliki tandingan, sebagaimana...

Sosok itu ﷺ muncul dengan iman serta keyakinan demikian sehingga seluruh ahli hakikat pada setiap masa, sambil menerima limpahan dari derajat iman beliau, secara sepakat membenarkan bahwa ia berada pada derajat yang paling tinggi serta paling kuat. Penentangan para lawan tanpa batas pada masa itu tidak memberikan kecemasan, bisikan, atau keraguan sebesar zarah kepada beliau. Hal ini memperlihatkan bahwa dalam kekuatan iman pun beliau tidak memiliki tandingan, dan imannya yang menyeluruh serta luhur tidak ada bandingnya.

Beliau juga memperlihatkan ubudiyah serta ibadah demikian: Menyatukan awal dengan akhir, tanpa meniru siapa pun, melihat serta memperhatikan rahasia-rahasia ibadah yang paling halus, dan bahkan pada masa yang paling gaduh menjalankan ubudiyah sepenuhnya. Hal ini merupakan keadaan yang tidak memiliki tandingan, sebagaimana...

Beliau memanjatkan doa, munajat, serta permohonan kepada Sang Khâliq-nya dengan cara demikian sehingga hingga masa ini, meskipun pemikiran-pemikiran telah terhimpun, derajat itu belum dicapai. Misalnya, dalam munajat Cevşenü'l-Kebir, dengan menjadikan seribu satu Asma Ilahi sebagai pemberi syafaat, beliau menyifati serta memperkenalkan Sang Khâliq-nya melalui cara yang tidak memiliki tandingan.

Tidak seorang pun dapat mencapai beliau dalam makrifatullah; hal ini merupakan keadaan yang tidak memiliki tandingan.

Beliau mengajak manusia kepada agama dengan keteguhan demikian dan menyampaikan kerasulannya dengan keberanian demikian sehingga meskipun kaumnya, pamannya, negara-negara besar dunia, serta pengikut agama-agama lama menentang dan memusuhinya, beliau tidak takut maupun mundur sebesar zarah, menantang mereka semua, serta berhasil. Hal ini merupakan keadaan yang tidak memiliki tandingan.

Keseluruhan delapan keadaan luar biasa serta tanpa tandingan ini merupakan kesaksian yang amat kuat bagi kebenaran serta kenabian beliau.

Keadaan-keadaan ini juga memperlihatkan bahwa sosok itu ﷺ memiliki kesungguhan serta ketenteraman pada derajat tertinggi, dan keyakinan pasti akan kebenarannya yang sempurna serta keteguhannya dalam kebenaran.

Dunia Islam pada setiap hari, setiap tasyahud, melalui jutaan lidah berkata

اَلسَّلَامُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ ﻭَ ﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ.

Dunia Islam menyatakan ketundukan kepada tugas beliau serta membenarkan kabar gembira kebahagiaan abadi yang beliau bawa. Sebagai balasan bahwa beliau membuka jalan yang kukuh menuju kehidupan kekal yang dicari kemanusiaan melalui cinta mendalam serta kerinduan alami dan berbasis bakat yang amat kuat, dunia Islam dengan rasa berutang budi serta syukur melakukan kunjungan dan pertemuan maknawi melalui

اَلسَّلَامُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ,

lalu memberikan selamat kepada beliau atas nama tiga ratus lima puluh juta, bahkan miliaran orang.

KESAKSIAN KEDUA

dari dua puluh kesaksian menyeluruh, yang memuat banyak kesaksian:

ﻭَ ﺑِﺸَﻬَﺎﺩَﺓِ ﺟَﻤ۪ﻴﻊِ ﺣَﻘَﺎﺋِﻖِ الْا۪يمَانِ ﻋَﻠٰﻰ ﺗَﺼْﺪ۪ﻳﻘِﻪ۪

Yakni, hakikat, terwujudnya, serta kebenaran keenam rukun iman pasti bersaksi bagi kerasulan serta kebenaran Muhammad ﷺ.

Sebab, pribadi maknawi kehidupan kerasulannya, dasar seluruh pernyataannya, serta hakikat kenabiannya ialah keenam rukun itu. Karena itu, seluruh dalil yang menunjukkan terwujudnya rukun-rukun tersebut juga menunjukkan bahwa kerasulan Muhammad ﷺ benar serta beliau benar.

Sebagaimana Risalah Buah serta tambahan-tambahan Kalimat Kesepuluh menjelaskan bahwa rukun-rukun lainnya menunjukkan terwujudnya akhirat, demikian pula setiap rukun bersama hujah-hujahnya merupakan hujah bagi kerasulan beliau.

KESAKSIAN MENYELURUH KETIGA, yang memuat ribuan kesaksian:

ﻭَ ﺑِﺸَﻬَﺎﺩَﺓِ ﺫَﺍﺗِﻪ۪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ الصَّلَاةُ ﻭَ السَّلَامُ بِاٰلَافِ ﻣُﻌْﺠِﺰَﺍﺗِﻪ۪ ﻭَ كَمَالَاتِه۪ ﻭَ ﻋُﻠُﻮِّ اَخْلَاقِه۪

Yakni, sosok itu ﷺ, seperti matahari, menjadi dalil bagi dirinya sendiri. Melalui ribuan mukjizat serta kesempurnaan dan akhlaknya yang luhur serta indah, beliau bersaksi dengan amat kuat bagi kerasulan serta kebenarannya.

Ya, seperti yang dibuktikan risalah luar biasa Mu'cizat-ı Ahmediye ﷺ melalui lebih dari tiga ratus nukilan sahih, sosok itu ﷺ melalui kejelasan ayat

ﻭَ ﺍﻧْﺸَﻖَّ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ

serta

ﻭَﻣَﺎ ﺭَﻣَﻴْﺖَ ﺍِﺫْ ﺭَﻣَﻴْﺖَ ﻭَﻟٰﻜِﻦَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﺭَﻣٰﻰ,

membelah bulan menjadi dua bagian dengan satu jari tangannya. Melalui nukilan sahih serta berita mutawatir, lima pancuran air mengalir dari kelima jari tangan yang sama, dan seluruh pasukannya yang kehausan minum dari air itu serta menyaksikannya. Keajaiban ganjil ini juga terjadi dua kali di tempat lain. Melalui telapak yang sama, beliau melemparkan sedikit tanah kepada pasukan musuh yang menyerang; segenggam tanah masuk ke mata masing-masing, dan mereka melarikan diri ketika sedang menyerang. Dalam telapak yang sama, kerikil-kerikil bertasbih seperti manusia serta mengucapkan Sübhanallah. Demikian, melalui nukilan sahih serta sebagian melalui berita mutawatir, ratusan mukjizat yang pasti terjadi dalam sejarah, dan menurut orang-orang yang meneliti kebenaran hingga seribu, muncul dalam tangan beliau. Melalui kesepakatan sahabat serta musuh, beliau berada pada derajat tertinggi dalam sifat-sifat indah serta akhlak mulia. {(Catatan): Bahkan pahlawan keberanian, Ali radıyallahu anh yang mulia, berkata, ‘Ketika takut dalam perang, kami bersembunyi serta berlindung di belakang Nabi ﷺ.’ Sejarah menukil bahwa pada masa itu, bahkan musuh-musuh beliau membenarkan keunggulannya dalam setiap sifat, seperti keberanian.} Seluruh orang yang meneliti kebenaran yang menempuh jalan dengan mengikuti beliau, mencapai kesempurnaan, serta mencapai hakikat melalui ainulyaqin, secara sepakat membenarkan melalui haqqulyaqin bahwa kesempurnaan Muhammad ﷺ berada pada derajat tertinggi. Limpahan dunia Islam yang datang dari agamanya serta hakikat-hakikat Islam yang besar menunjukkan kesempurnaan beliau yang luar biasa. Jadi, tentu sosok itu ﷺ sendiri bersaksi bagi kerasulannya dengan amat terang, menyeluruh, serta luas.

KESAKSIAN KEEMPAT, yang memuat banyak kesaksian amat kuat:

ﻭَ ﺑِﺸَﻬَﺎﺩَﺓِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٰﻥِ ﺑِﻤَﺎ لَا ﻳُﺤَﺪُّ ﻣِﻦْ ﺣَﻘَﺎﺋِﻘِﻪ۪ ﻭَ ﺑَﺮَﺍﻫ۪ﻴﻨِﻪ۪

Yakni, Al-Qur’an yang bermukjizat dalam penjelasannya bersaksi bagi kerasulan serta kebenaran beliau melalui hakikat dan hujah tanpa batas.

Ya, dalam kumpulan Zülfikar telah dibuktikan bahwa ia merupakan mukjizat dalam empat puluh segi. Ia menerangi empat belas abad serta mengatur seperlima jenis manusia melalui hukum-hukumnya yang tidak berubah. Dari masa itu hingga sekarang, ia menantang seluruh lawan, dan tidak seorang pun berani membawa yang serupa bahkan dengan satu surahnya. Seperti yang dibuktikan dalam Âyetü'l-Kübra, keenam seginya bercahaya, keraguan tidak dapat masuk, enam kedudukan agung membubuhkan tanda tangan pada kebenarannya, dan ia bertumpu pada enam hakikat yang tidak dapat digoyahkan. Pada setiap masa, ia dibaca dengan kerinduan serta hormat oleh ratusan juta lidah, dan pada setiap menit ditulis dengan kesucian dalam hati jutaan hafiz. Seluruh kesaksian serta iman dunia Islam memancar dari kesaksiannya, dan seluruh ilmu iman serta Islam mengalir dari sumbernya. Sebagaimana ia membenarkan kitab-kitab samawi dahulu, ia menerima pembenaran maknawi seluruh kitab serta suhuf samawi. Jadi, Al-Qur’an Yang Amat Agung, melalui seluruh hakikatnya serta seluruh hujah yang membuktikan kebenarannya, bersaksi bagi kebenaran dan kerasulan Muhammad ﷺ.

KESAKSIAN-KESAKSIAN MENYELURUH KELIMA, KEENAM, KETUJUH, SERTA KEDELAPAN:

ﻭَ ﺑِﺸَﻬَﺎﺩَﺓِ ﺍﻟْﺠَﻮْﺷَﻦِ ﺑِﻘُﺪْﺳِﻴَّﺔِ ﺍِﺷَﺎﺭَﺍﺗِﻪ۪ ﻭَ ﺭَﺳَﺎﺋِﻞِ ﺍﻟﻨُّﻮﺭِ ﺑِﻘُﻮَّﺓِ دَلَائِلِه۪ ﻭَ ﺍﻟْﻤَﺎﺿ۪ﻰ ﺑِﺘَﻮَﺍﺗُﺮِ ﺍِﺭْﻫَﺎﺻَﺎﺗِﻪ۪ ﻭَ الْاِسْتِقْبَالِ ﺑِﺘَﺼْﺪ۪ﻳﻖِ اٰلَافِ ﺣَﺎﺩِﺛَﺎﺗِﻪ۪

Yakni, munajat ‘Cevşenü'l-Kebir’ menunjuk seribu satu Asma Ilahi, secara jelas serta melalui isyarat, dan merupakan munajat luar biasa yang dari satu segi muncul dari Al-Qur’an. Ia berada di atas munajat seluruh arif yang maju dalam makrifatullah. Dalam suatu peperangan, Jibril membawa wahyu, ‘Lepaskan baju zirah; sebagai gantinya, bacalah Cevşen ini!’ Sebagaimana hakikat-hakikat serta penyifatan yang sepenuhnya tepat terhadap Rabb-nya dalam munajat tersebut bersaksi bagi kerasulan dan kebenaran Muhammad ﷺ, demikian pula Resaili'n-Nuriye, yang memancar dari Al-Qur’an dan dari satu segi menerima limpahan serta lahir dari Cevşen, melalui seratus tiga puluh bagiannya bersaksi secara menyeluruh bagi kebenaran dan kerasulan Muhammad ﷺ. Sebagai satu hujah tunggal bagi kerasulan Muhammad ﷺ, ia membuktikan seluruh hakikat kerasulannya melalui akal serta logika; bahkan persoalan-persoalan yang dalam pandangan filsafat amat jauh dari akal diajarkan dengan cara yang amat mudah serta masuk akal, seakan-akan berada di depan mata.

Masa lalu juga merupakan saksi menyeluruh bagi kerasulan beliau. Keajaiban yang disebut irhasat, yang muncul sebelum kenabian dan dianggap sebagai mukjizat nabi yang akan datang ﷺ, serta banyak peristiwa yang dinukil dalam sejarah dan kitab-kitab sirah melalui berita mutawatir yang pasti, bersaksi dengan amat kukuh bagi kerasulannya. Hal ini memiliki banyak jenis. Sebagian akan dijelaskan dalam kesaksian-kesaksian berikut; sebagian lainnya telah dinukil secara sahih dalam Zülfikar serta kitab-kitab sejarah.

Misalnya, pada waktu dekat dengan kelahiran Nabi ﷺ, batu-batu menghujani kepala pasukan Abrahah yang datang merusak Ka’bah melalui tangan burung-burung ababil, dan pada malam kelahiran beliau, berhala-berhala dalam Ka’bah jatuh dengan kepala ke bawah, istana Kisra Persia rusak, dan api kaum Majusi pemuja api yang terus menyala selama seribu tahun padam pada malam itu. Menurut berita pasti rahib Buhaira serta Halimah As-Sa'diyah, awan juga menaungi kepala beliau yang diberkahi. Banyak peristiwa demikian memberitahukan kenabiannya sebelum masa kenabian.

Peristiwa-peristiwa masa depan yang diberitahukan beliau, yakni yang terjadi setelah wafatnya, juga amat banyak serta memiliki banyak jenis. Salah satunya ialah kabar-kabar gaib mengenai Ahlulbait-nya, para sahabat, serta penaklukan-penaklukan Islam. Dalam bagian Mu'cizat-ı Ahmediye ﷺ dalam Zülfikar, melalui nukilan sahih, delapan puluh peristiwa terjadi persis seperti berita beliau; misalnya, Utsman (ra) yang mulia menjadi syahid ketika membaca mushaf, Husain (ra) yang mulia menjadi syahid di Taff, yakni Karbala, penaklukan Syam, Iran, serta Istanbul, munculnya Negara Abbasiyah, dan kekalahan serta kehancurannya oleh Jenghis dan Hulagu. Sebagaimana delapan puluh mukjizat kabar gaib itu ditulis secara terperinci melalui nukilan sahih serta bertumpu pada kitab-kitab sejarah dan sirah, melalui jenis-jenis kabar gaib lainnya dan banyak peristiwa masa depan yang menunjukkan kebenaran Muhammad ﷺ, masa depan juga bersaksi dengan kuat serta menyeluruh bagi kerasulan dan kebenaran Muhammad ﷺ. Yang menunjuk

KESAKSIAN KESEMBILAN, KESEPULUH, KESEBELAS, SERTA KEDUA BELAS:

ﻭَ ﺑِﺸَﻬَﺎﺩَﺓِ الْاٰلِ ﺑِﻘُﻮَّﺓِ ﻳَﻘ۪ﻴﻨِﻴَّﺎﺗِﻬِﻢْ ﻓ۪ﻰ ﺗَﺼْﺪ۪ﻳﻘِﻪ۪ ﺑِﺪَﺭَﺟَﺔِ ﺣَﻖِّ ﺍﻟْﻴَﻘ۪ﻴﻦِ ﻭَ الْاَصْحَابِ ﺑِﻜَﻤَﺎﻝِ ﺍ۪ﻳﻤَﺎﻧِﻬِﻢْ ﻓ۪ﻰ ﺗَﺼْﺪ۪ﻳﻘِﻪ۪ ﺑِﺪَﺭَﺟَﺔِ ﻋَﻴْﻦِ ﺍﻟْﻴَﻘ۪ﻴﻦِ ﻭَ الْاَصْفِيَاءِ ﺑِﻘُﻮَّﺓِ ﺗَﺤْﻘ۪ﻴﻘَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻓ۪ﻰ ﺗَﺼْﺪ۪ﻳﻘِﻪ۪ ﺑِﺪَﺭَﺟَﺔِ ﻋِﻠْﻢِ ﺍﻟْﻴَﻘ۪ﻴﻦِ ﻭَ الْاَقْطَابِ ﺑِﺘَﻄَﺎﺑُﻘِﻬِﻢْ ﻋَﻠٰﻰ ﺭِﺳَﺎﻟَﺘِﻪ۪ ﺑِﺎﻟْﻜَﺸْﻒِ ﻭَ ﺍﻟْﻤُﺸَﺎﻫَﺪَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟْﻴَﻘ۪ﻴﻦِ

Yakni, di antara kesaksian-kesaksian menyeluruh bagi kejujuran serta kebenaran Muhammad ﷺ,

KESEMBILAN:

Para wali agung dalam keluarga Muhammad ﷺ—keluarga yang menerima rahasia

ﻋُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺍُﻣَّﺘ۪ﻰ ﻛَﺎَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ ﺑَﻨ۪ﻰ ﺍِﺳْﺮَﺍﺋ۪ﻴﻞَ

serta dalam salawat dipadankan dengan keluarga Ibrahim aleyhisselâm—dan Ali (ra), Hasan (ra), Husain (ra), dua belas imam Ahlulbait, Ghauts Yang Agung, Ahmad Ar-Rifa'i, Ahmad Al-Badawi, Ibrahim Ad-Dasuqi, serta Abu Al-Hasan Asy-Syadzili, para kutub dan imam demikian secara sepakat membubuhkan tanda tangan melalui iman serta kesaksian mereka mengenai kerasulan, kebenaran, serta kejujuran Muhammad ﷺ. Mereka melakukannya dengan keyakinan haqqulyaqin, hal-hal yang tersingkap serta disaksikan, dan melalui bimbingan luar biasa serta karamah yang diperlihatkan dalam umat.

KESEPULUH:

Para sahabat merupakan kelompok paling terhormat serta tinggi setelah para nabi. Meskipun ummi serta nomad, dalam waktu singkat, melalui cahaya Muhammad ﷺ mereka mengatur dari timur hingga barat dengan adil, mengalahkan negara-negara penakluk dunia, dan menjadi guru, pengajar, diplomat, serta penguasa adil bagi bangsa-bangsa yang maju, bersains, beradab, dan berpolitik; mereka menjadikan abad itu sebagai Zaman Kebahagiaan. Setelah meneliti serta menyelidiki setiap keadaan Muhammad ﷺ, melalui kekuatan banyak mukjizat yang dilihat dengan mata sendiri, mereka sepenuhnya meninggalkan permusuhan lama serta jalan leluhur mereka; banyak dari mereka, seperti Khalid bin Walid dan Ikrimah bin Abu Jahal, juga meninggalkan keberpihakan kepada ayah, kaum, serta kabilah mereka. Dengan seluruh ruh serta nyawa, mereka memasuki Islam dengan pengorbanan amat besar. Iman mereka kepada kebenaran serta kerasulan Muhammad ﷺ pada derajat ainulyaqin merupakan kesaksian menyeluruh yang tidak dapat digoyahkan.

KESEBELAS:

Para mujtahid, imam, serta alim besar yang disebut asfiya dan siddiqin, serta ribuan orang yang meneliti kebenaran seperti filsuf jenius Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd, masing-masing dalam jalan berbeda, secara rasional serta logis, bertumpu tanpa ragu pada ribuan hujah dan bukti pasti, beriman kepada kerasulan serta kebenaran Muhammad ﷺ pada derajat ilmulyaqin. Hal ini merupakan kesaksian yang demikian menyeluruh sehingga orang yang tidak memiliki kecerdasan sebesar mereka seluruhnya tidak dapat tampil melawan mereka.

Salah satu saksi tanpa batas itu pada masa ini ialah Risale-i Nur. Karena para pengingkar tidak menemukan jalan apa pun untuk melawannya, mereka menipu kepolisian serta pengadilan dan berusaha membungkamnya melalui perantaraan pengadilan.

KEDUA BELAS:

Dalam dunia Islam, masing-masing peneliti kebenaran serta ahli hakikat yang paling mendalam, yang disebut para kutub, mengambil bagian penting umat ke lingkup pelajarannya, lalu membuat mereka maju secara maknawi melalui bimbingan dan karamah luar biasa. Sebagai ganti hujah, mereka bertumpu pada hal-hal yang disaksikan serta tersingkap. Dalam kemajuan ruhani, mereka melihat melalui hal-hal yang tersingkap serta disaksikan kerasulan dan kejujuran Muhammad ﷺ, serta bahwa beliau berada pada derajat kebenaran yang paling tinggi. Kesaksian mereka yang sepakat dan selaras bagi kenabian beliau merupakan tanda tangan demikian sehingga orang yang tidak mencapai kedudukan kesempurnaan setinggi mereka seluruhnya tidak dapat merusaknya.

KESAKSIAN KETIGA BELAS:

Terdiri atas empat hujah menyeluruh, amat luas, serta pasti:

ﻭَ ﺑِﺸَﻬَﺎﺩَﺓِ الْاَزْمِنَةِ ﺍﻟْﻤَﺎﺿِﻴَّﺔِ ﺑِﺘَﻮَﺍﺗُﺮِ ﺑَﺸَﺎﺭَﺍﺕِ ﺍﻟْﻜَﻮَﺍﻫِﻦِ ﻭَ ﺍﻟْﻬَﻮَﺍﺗِﻒِ ﻭَ ﺍﻟْﻌُﺮَﻓَﺎﺀِ ﻓِﻰ الْاَدْوَارِ ﺍﻟﺴَّﺎﻟِﻔ۪ﻴﻦَ ﻭَ ﺑِﻤُﺸَﺎﻫَﺪَﺓِ ﺑَﺸَﺎﺭَﺍﺕِ ﺍﻟﺮُّﺳُﻞِ ﻭَ الْاَنْبِيَاءِ ﻭَ ﺑِﺸَﻬَﺎﺩَﺗِﻬِﻢْ ﻭَ ﺑَﺸَﺎﺭَﺗِﻬِﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ السَّلَامُ ﺑِﺮِﺳَﺎﻟَﺔِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ الصَّلَاةُ ﻭَ السَّلَامُ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻜُﺘُﺐِ ﺍﻟْﻤُﻘَﺪَّﺳَﺔِ

Makna singkat bagian ini akan dijelaskan di sini; penjelasan serta dasar nukilannya terdapat dengan lengkap pada akhir bagian Mu'cizat-ı Ahmediye ﷺ dalam Zülfikar.

Yakni, tokoh-tokoh manusia yang termasyhur serta dikenal pada masa lalu—terutama para nabi, kemudian para arif, peramal, serta hatif—secara sepakat telah memberitahukan dengan amat jelas dan berulang kerasulan serta kedatangan Muhammad ﷺ, sebagai jenis irhasat. Hal ini dicatat serta diterima dalam kitab-kitab sejarah, sirah, dan hadis melalui nukilan sahih serta sebagian melalui berita mutawatir. Karena bagian paling kuat serta pasti dari ribuan berita itu telah dijelaskan secara terperinci dalam Risalah Mu'cizat-ı Ahmediye ﷺ, kita menyerahkannya kepada karya tersebut dan melalui isyarat amat singkat berkata:

Para nabi dalam kitab-kitab samawi suci: Dari bagian ratusan ayat Taurat, Injil, serta Zabur mengenai kenabian Muhammad ﷺ yang mendekati kejelasan, dua puluh ayat telah ditulis dalam Surat Kesembilan Belas. Meskipun banyak perubahan yang merusak dilakukan oleh kaum Kristen serta Yahudi, Husain Al-Jisri tetap menulis dalam kitabnya seratus ayat yang memberitahukan kenabian Ahmad ﷺ.

Adapun para peramal, terutama Syiqq serta Satih yang terkenal, yang memberitahukan perkara gaib melalui ruh serta jin dan kini disebut medium: Melalui nukilan sahih yang mutawatir, mereka dengan jelas memberitahukan kedatangan Nabi ﷺ serta bahwa beliau akan menghapus Negara Persia. Dengan cara yang tidak menyisakan keraguan, mereka juga berulang kali mengatakan bahwa seorang nabi ﷺ akan segera muncul di Hijaz, sebagaimana...

Di antara para arif yang mengenal Allah سُبْحَانَهُ, Ka'ab bin Lu'ay dari leluhur Nabi ﷺ, serta raja-raja Yaman dan Habasyah, seperti Saif bin Dzi Yazan dan Tubba', dan banyak arif serta wali pada masa itu, dengan amat jelas memberitahukan kerasulan Muhammad ﷺ dan mengumumkannya melalui syair-syair. Bagian yang penting serta pasti telah ditulis dalam Surat Kesembilan Belas. Bahkan salah seorang raja itu berkata, ‘Aku lebih memilih menjadi orang yang berkhidmah kepada Muhammad ﷺ daripada memerintah kerajaan ini.’ Seorang lainnya berkata, ‘Âh seandainya aku mencapai beliau, aku akan menjadi sepupunya.’ Yakni, aku akan menjadi orang yang berkhidmah dengan rela berkorban serta wazirnya seperti Ali yang mulia. Bagaimanapun, karena kitab-kitab sejarah serta sirah menyebarkan berita-berita ini dengan lengkap, para arif tersebut melalui kesaksian kuat dan menyeluruh bagi kerasulan Ahmad ﷺ membubuhkan tanda tangan pada kebenaran beliau.

Seperti para arif serta peramal tersebut, ruh-ruh yang disebut hatif, yang suaranya terdengar sedangkan sosoknya tidak terlihat, juga memberitahukan kerasulan Muhammad ﷺ secara gaib, dan dengan amat jelas memberitahukan kenabiannya. Banyak pembawa berita, bahkan hewan kurban yang dipotong bagi berhala, berhala-berhala, serta batu-batu kubur, juga memberitahukan kenabian beliau. Melalui hal ini, mereka membubuhkan tanda tangan pada kerasulan serta kebenarannya, dan bersaksi melalui bahasa sejarah.

KESAKSIAN KEEMPAT

BELAS: Bagian berbahasa Arab berikut menunjuk kesaksian kuat kainat:

ﻭَ ﺑِﺸَﻬَﺎﺩَﺓِ ﺍﻟْﻜَﺎﺋِﻨَﺎﺕِ ﺑِﻐَﺎﻳَﺎﺗِﻬَﺎ ﻭَ ﺑِﺎﻟْﻤَﻘَﺎﺻِﺪِ الْاِلٰهِيَّةِ ﻓ۪ﻴﻬَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺮِّﺳَﺎﻟَﺔِ ﺍﻟْﻤُﺤَﻤَّﺪِﻳَّﺔِ ﺍﻟْﺠَﺎﻣِﻌَﺔِ ﺑِﺴَﺒَﺐِ ﺗَﻮَﻗُّﻒِ ﺣُﺼُﻮﻝِ ﻏَﺎﻳَﺎﺕِ ﺍﻟْﻜَﺎﺋِﻨَﺎﺕِ ﻭَ ﺍﻟْﻤَﻘَﺎﺻِﺪِ الْاِلٰهِيَّةِ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَ ﺗَﻘَﺮُّﺭِ ﻗِﻴْﻤَﺘِﻬَﺎ ﻭَ ﻭَﻇَﺎﺋِﻔِﻬَﺎ ﻭَ ﺗَﺒَﺎﺭُﺯِ ﺣُﺴْﻨِﻬَﺎ ﻭَ ﻛَﻤَﺎﻟِﻬَﺎ ﻭَ ﺗَﺤَﻘُّﻖِ ﺣِﻜَﻢِ ﺣَﻘَﺎﺋِﻘِﻬَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺮِّﺳَﺎﻟَﺔِ الْاِنْسَانِيَّةِ لَاسِيَّمَا ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺮِّﺳَﺎﻟَﺔِ ﺍﻟْﻤُﺤَﻤَّﺪِﻳَّﺔِ ﺍِﺫْ ﻫِﻰَ ﺍﻟْﻤُﻈْﻬِﺮَﺓُ ﻭَ ﺍﻟْﻤَﺪَﺍﺭُ الْاَتَمُّ ﻟَﻬَﺎ ﻭَ لَوْلَاهَا ﻟَﺼَﺎﺭَﺕْ ﻫٰﺬِﻩِ ﺍﻟْﻜَﺎﺋِﻨَﺎﺕُ ﺍﻟْﻤُﻜَﻤَّﻠَﺔُ ﻭَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟْﻜَﺒ۪ﻴﺮُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻤَﻌَﺎﻧِﻰ ﺍﻟﺴَّﺮْﻣَﺪِﻳَّﺔِ ﻫَﺒَﺎﺀً ﻣَﻨْﺜُﻮﺭًﺍ ﻣُﺘَﻄَﺎﻳِﺮَﺓَ ﺍﻟْﻤَﻌَﺎﻧ۪ﻰ ﻣُﺘَﺴَﺎﻗِﻄَﺔَ الْكَمَالَاتِ ﻭَ ﻫُﻮَ ﻣُﺤَﺎﻝٌ ﻣِﻦْ ﻭُﺟُﻮﻩٍ ﻭَ ﺟِﻬَﺎﺕٍ

Mengenai makna bagian berbahasa Arab ini, Âyetü'l-Kübra berkata: Sebagaimana kainat menunjukkan Pembuat, Penulis, serta Pengukirnya, yang menciptakan, mengatur, menyusun, serta mengelolanya melalui Pemberian Rupa, Penentuan Ukuran, dan Pengelolaan sebagai istana, kitab, pameran, serta tempat tontonan, demikian pula kainat menginginkan serta memerlukan pewarta luhur, penyingkap yang benar, ustad peneliti hakikat, serta pengajar yang benar. Sosok itu akan mengetahui serta memberitahukan Tujuan-Tujuan Ilahi dalam penciptaan kainat; mengajarkan Hikmah Rabb dalam perubahan-perubahannya; memberikan pelajaran mengenai hasil-hasil gerakannya yang menjalankan tugas; mengumumkan nilai dalam hakikatnya serta kesempurnaan segala yang ada di dalamnya; menjawab pertanyaan mengerikan, ‘Dari mana mereka datang? Ke mana mereka akan pergi? Untuk apa mereka datang ke sini? Mengapa mereka tidak tinggal lama dan pergi?’; serta menafsirkan makna-makna kitab besar itu dan hikmah tanda-tanda penciptaannya. Kainat menunjukkan bahwa sosok itu pasti ada. Karena itu, tentu kainat bersaksi dengan kuat serta menyeluruh bagi kebenaran Muhammad ﷺ, yang menjalankan tugas-tugas ini melebihi setiap orang, serta bahwa beliau merupakan petugas paling luhur dan benar dari Sang Khâliq kainat ini, lalu berkata

ﺍَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠّٰﻪِٔ.

Ya, melalui cahaya yang dibawa Muhammad ﷺ, hakikat, nilai, serta kesempurnaan kainat, dan tugas, hasil, kewajiban, serta nilai segala yang ada di dalamnya diketahui dan terwujud. Kainat seluruhnya menjadi surat-surat Ilahi yang amat bermakna, Al-Qur’an Rabb yang terwujud dalam tubuh, serta pameran megah hasil-hasil Sang Mahasuci. Jika tidak, ia jatuh menjadi puing liar yang kacau serta rumah perkabungan mengerikan, yang menggelinding dalam keadaan gelap karena tidak ada, lenyap sama sekali, sirna, dan fana. Berdasarkan hakikat ini, kesempurnaan kainat, perubahan-perubahannya yang penuh Hikmah, serta makna-maknanya yang abadi berkata dengan kuat

ﻧَﺸْﻬَﺪُ ﺍَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠّٰﻪِٔ.

KESAKSIAN KELIMA BELAS:

Bagian berbahasa Arab berikut menunjuk kesaksian suci Pemilik kainat bagi kerasulan Muhammad ﷺ dari segi Pelaksanaan Rububiyah serta Perbuatan Rahmaniyah⁠-⁠Nya. Kesaksian itu memuat banyak kesaksian suci. Pemiliknya ialah Zat Wâjibul Wujûd, yang mengelola kainat ini, dan seluruh Pengelolaan—seperti perubahan, gerakan, diam, kehidupan, serta kematian, dari zarah hingga planet—terjadi melalui Perintah, Kehendak, serta Kekuatan⁠-⁠Nya:

ﻭَ ﺑِﺸَﻬَﺎﺩَﺓِ ﺻَﺎﺣِﺐِ ﺍﻟْﻜَﺎﺋِﻨَﺎﺕِ ﻭَ خَلَّاقِهَا ﻭَ ﻣُﺘَﺼَﺮِّﻓِﻬَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺮِّﺳَﺎﻟَﺔِ ﺍﻟْﻤُﺤَﻤَّﺪِﻳَّﺔِ ﺑِﺎَﻓْﻌَﺎﻝِ ﺭَﺣْﻤَﺎﻧِﻴَّﺘِﻪ۪ ﻭَ ﺑِﺎِﺟْﺮَﺍﺍٰﺕِ ﺭُﺑُﻮﺑِﻴَّﺘِﻪ۪ ﻛَﻔِﻌْﻞِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺎﻧِﻴَّﺔِ ﺑِﺎِﻧْﺰَﺍﻝِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٰﻥِ ﺍﻟْﻤُﻌْﺠِﺰِ ﺍﻟْﺒَﻴَﺎﻥِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺑِﺎِﻇْﻬَﺎﺭِ ﺍَﻧْﻮَﺍﻉِ ﺍﻟْﻤُﻌْﺠِﺰَﺍﺕِ ﻋَﻠٰﻰ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻭَ ﺑِﺘَﻮْﻓ۪ﻴﻘِﻪ۪ ﻭَ ﺣِﻤَﺎﻳَﺘِﻪ۪ ﻓ۪ﻰ ﻛُﻞِّ حَالَاتِه۪ ﻭَ ﺑِﺎِﺩَﺍﻣَﺔِ ﺩ۪ﻳﻨِﻪ۪ ﺑِﻜُﻞِّ ﺣَﻘَﺎﺋِﻘِﻪ۪ ﻭَ بِاِعْلَاءِ ﻣَﻘَﺎﻡِ ﺣُﺮْﻣَﺘِﻪ۪ ﻭَ ﺷَﺮَﻓِﻪ۪ ﻭَ ﺍِﻛْﺮَﺍﻣِﻪ۪ ﻋَﻠٰﻰ ﺟَﻤ۪ﻴﻊِ ﺍﻟْﻤَﺨْﻠُﻮﻗَﺎﺕِ ﺑِﺎﻟْﻤُﺸَﺎﻫَﺪَﺓِ ﻭَ ﺍﻟْﻌَﻴَﺎﻥِ ﻭَ ﻛَﻔِﻌْﻞِ ﺭُﺑُﻮﺑِﻴَّﺘِﻪ۪ ﺑِﺠَﻌْﻞِ ﺭِﺳَﺎﻟَﺘِﻪ۪ ﺷَﻤْﺴًﺎ ﻣَﻌْﻨَﻮِﻳَّﺔً ﻟِﻜَﺎﺋِﻨَﺎﺗِﻪ۪ ﻭَ ﺑِﺠَﻌْﻞِ ﺩ۪ﻳﻨِﻪ۪ ﻓِﻬْﺮِﺳْﺘَﺔَ كَمَالَاتِ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩ۪ ﻭَ ﺑِﺠَﻌْﻞِ ﺣَﻘ۪ﻴﻘَﺘِﻪ۪ ﻣِﺮْﺍٰﺓً ﺟَﺎﻣِﻌَﺔً ﻟِﺘَﺠَﻠِّﻴَﺎﺕِ ﺍُﻟُﻮﻫِﻴَّﺘِﻪ۪ ﻭَ ﺑِﺘَﻮْﻇ۪ﻴﻔِﻪ۪ ﺑِﻮَﻇَﺎﺋِﻒَ ﺿَﺮُﻭﺭِﻳَّﺔٍ لَازِمَةٍ ﻟِﻮُﺟُﻮﺩِ ﺍﻟْﻤَﺨْﻠُﻮﻗَﺎﺕِ ﻓ۪ﻰ ﻫٰﺬِﻩِ ﺍﻟْﻜَﺎﺋِﻨَﺎﺕِ ﻛَﻠُﺰُﻭﻡِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ ﻭَ ﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَ ﺍﻟْﻌَﺪَﺍﻟَﺔِ ﻭَ ﻛَﻀَﺮُﻭﺭَﺓِ ﻟُﺰُﻭﻡِ ﺍﻟْﻐِﺬَﺍﺀِ ﻭَ ﺍﻟْﻤَﺎﺀِ ﻭَ ﺍﻟْﻬَﻮَﺍﺀِ ﻭَ ﺍﻟﻀِّﻴَﺎﺀِ

Kita menyerahkan perincian kesaksian yang amat pasti, luas, serta suci ini kepada Risale-i Nur, lalu melalui isyarat amat singkat memandang makna garis besarnya:

Ya, dalam Pengelolaan teratur⁠-⁠Nya di depan mata dalam kainat ini, melindungi orang baik dan menampar orang buruk serta para pendusta pada setiap masa melalui Keadilan, Hikmah, Rahmat, Inayah, serta Perlindungan merupakan Kebiasaan Rububiyah⁠-⁠Nya. Karena itu, sesuai tuntutan Perbuatan Rahmaniyah, Dia memberikan Al-Qur’an yang bermukjizat dalam penjelasannya ke tangan Muhammad ﷺ serta memberikan kepadanya amat banyak jenis dari hampir seribu mukjizat. Dia melindunginya dengan penuh Belas Kasih dalam seluruh keadaan serta keadaan yang paling berbahaya, bahkan menjaganya melalui merpati serta laba-laba, membuatnya sepenuhnya berhasil dalam tugas-tugas besar, mempertahankan agamanya beserta seluruh hakikatnya, serta menjadikan Islam-nya sebagai pemimpin bumi dan jenis manusia. Dia memberikan kepadanya kedudukan mulia di atas seluruh makhluk, derajat yang senantiasa diterima, melebihi tokoh-tokoh termasyhur manusia, serta pribadi yang membawa sifat-sifat paling luhur melalui kesepakatan sahabat dan musuh, lalu menjadikan seperlima manusia sebagai umatnya. Sebagaimana semua itu bersaksi dengan amat pasti bagi kebenaran serta kerasulannya, dari segi Perbuatan Rububiyah pun kita melihat bahwa Sang Pengatur serta Pengelola alam ini menjadikan kerasulan Muhammad ﷺ sebagai matahari maknawi bagi kainat. Melaluinya, Dia menghilangkan seluruh keadaan gelap serta memperlihatkan hakikat-hakikat bercahaya, seperti yang dibuktikan Risalah-Risalah Nur, dan menggembirakan seluruh makhluk berkesadaran, bahkan kainat, melalui kabar gembira kehidupan kekal. Dia juga menjadikan agama beliau sebagai daftar kesempurnaan seluruh ahli ibadah yang diterima serta program kukuh dalam gerakan ubudiyah. Melalui petunjuk Al-Qur’an serta Cevşen, Dia menjadikan hakikat beliau, yang merupakan pribadi maknawi Muhammad ﷺ, sebagai cermin yang mencakup Tajalli Keilahian⁠-⁠Nya. Melalui petunjuk hakikat-hakikat yang telah kita isyaratkan, bahwa selama empat belas abad pada setiap hari beliau memperoleh kebaikan yang sama nilainya dengan seluruh kebaikan umatnya, serta pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat, maknawi, dan kemanusiaan, Dia menjadikan beliau pemimpin paling luhur ﷺ, teladan paling luhur ﷺ, serta ustad paling luhur ﷺ bagi jenis manusia. Dia mengirim beliau menolong manusia melalui tugas-tugas agung serta suci, lalu membuat manusia memerlukan agama, syariat, serta hakikat-hakikat dalam Islam-nya hingga derajat mereka memerlukan rahmat, hikmah, keadilan, makanan, udara, air, dan cahaya. {(Catatan): Dalam usia tua serta keadaan yang kacau ini, aku merasakan sepersejuta perbekalan maknawi yang dibawa Sosok Muhammad ﷺ. Seandainya aku mampu, aku akan berterima kasih kepadanya melalui jutaan lidah serta salawat. Demikianlah:

Aku amat terluka oleh perpisahan serta sirna. Padahal, dunia serta hal-hal dunia yang kucintai meninggalkanku dan pergi melalui perpisahan. Aku mengetahui bahwa aku juga akan pergi. Terhadap keputusasaan yang amat pedih serta melukai nyawa ini, tiba-tiba, melalui mendengar kabar gembira kebahagiaan abadi dan kehidupan kekal dari Sosok Ahmad ﷺ, aku selamat serta menemukan penghiburan penuh. Bahkan ketika berkata

اَلسَّلَامُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ ﻭَ ﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻭَ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ

dalam tasyahud, hal itu merupakan baiat kepadanya, ketundukan serta ketaatan kepada tugasnya, pemberian selamat atas tugasnya, suatu jenis terima kasih, dan balasan atas kabar gembira kebahagiaan abadi. Kaum Muslim memberikan salam ini lima kali pada setiap hari.} Melalui hal-hal itu, Dia memberikan kesaksian suci bagi kerasulan Muhammad ﷺ dengan dua belas hujah menyeluruh serta pasti. Pemilik kainat ini bahkan tidak mengabaikan pengaturan sayap lalat serta satu bunga. Mungkinkah kerasulan Muhammad ﷺ, yang menerima kesaksian-kesaksian Pemilik itu hingga derajat yang demikian menyeluruh dan luas, tidak menjadi matahari maknawi kainat?