Kini, kita menunjuk makna amat singkat serta suatu jenis terjemahan bagian berbahasa Arab yang telah disebutkan, yang menunjuk hujah-hujah menyeluruh Ilmu yang meliputi. Sebagai hujah luas, ia memuat bukti tanpa batas serta memperlihatkan Ilmu yang meliputi melalui lima belas dalil.
Dalil Pertama dari Lima Belas Dalil:
ialah
فَالْاِنْتِظَامَاتُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺯُﻭﻧَﺔُ.
Yakni, kerapian terukur serta keteraturan seimbang yang disaksikan pada seluruh makhluk bersaksi bagi Ilmu yang meliputi.
Ya, dari kainat yang seperti istana teratur serta tata surya, lembaran udara yang zarah-zarahnya memperlihatkan keteraturan menakjubkan dalam menyebarkan kata dan suara, serta permukaan bumi yang menumbuhkan tiga ratus ribu jenis berbeda dalam keteraturan yang paling sempurna pada setiap musim semi, hingga anggota tubuh, perlengkapan, sel, serta zarah dalam tubuh setiap makhluk hidup, terdapat kerapian yang seimbang dan keteraturan penuh sebagai hasil Ilmu yang mendalam, meliputi, serta tidak keliru. Jadi, semua itu menunjukkan serta bersaksi dengan amat jelas dan pasti bagi Ilmu yang meliputi.
Dalil Kedua:
ialah
وَالْاِتِّزَانَاتُ ﺍﻟْﻤَﻨْﻈُﻮﻣَﺔُ.
Yakni, dalam seluruh ciptaan dalam kainat, yang juz’i maupun menyeluruh, dari planet hingga butir-butir merah dan putih dalam darah, terdapat ukuran yang amat rapi serta keseimbangan yang selaras dalam setiap hal. Hal ini jelas menunjukkan serta pasti bersaksi bagi Ilmu yang meliputi.
Ya, misalnya, kita melihat bahwa anggota tubuh serta perlengkapan lalat dan manusia, bahkan sel-sel tubuh serta butir-butir merah dan putih dalam darahnya, ditempatkan melalui keseimbangan yang begitu peka serta ukuran yang amat halus. Mereka demikian serasi dan sesuai satu sama lain; anggota tubuh lainnya juga begitu serasi dan teratur, sehingga siapa pun yang tidak memiliki Ilmu tanpa akhir sama sekali tidak mungkin memberikan keadaan itu kepada mereka.
Demikian pula, keseimbangan penuh serta ukuran rapi yang tidak keliru sebesar zarah menguasai seluruh makhluk hidup dan jenis makhluk, dari zarah hingga planet dalam tata surya. Hal ini pasti menunjukkan serta bersaksi dengan terang bagi Ilmu yang meliputi. Jadi, setiap dalil Ilmu juga merupakan dalil Wujud Zat Yang Alîm. Karena Sifat tanpa Pemilik Sifat mustahil serta tidak mungkin, seluruh hujahnya merupakan hujah agung yang kuat dan amat pasti bagi niscayanya Wujud Sang Alîm Yang Azali.
Dalil Ketiga:
ialah
ﻭَﺍﻟْﺤِﻜَﻢُ ﺍﻟْﻘَﺼْﺪِﻳَّﺔُ ﺍﻟْﻌَﺎﻣَّﺔُ.
Yakni, dalam Penciptaan, kegiatan, perubahan, penghidupan, penugasan, serta pembebastugasan dalam seluruh kainat, setiap ciptaan dan setiap kelompok memiliki hikmah, manfaat, serta tugas yang dipasang dengan Tujuan dan Pengetahuan sedemikian rupa sehingga kebetulan tidak mungkin ada. Kita melihat bahwa siapa pun yang tidak memiliki Ilmu yang meliputi sama sekali tidak dapat mengaku memiliki satu pun dari mereka dari segi penciptaan.
Misalnya, dari makhluk hidup tanpa batas, lidah yang hanya satu perlengkapan dari seratus perlengkapan manusia, meskipun berupa sepotong daging, melalui dua tugas besar menjadi alat bagi ratusan hikmah, hasil, buah, serta manfaat. Tugasnya dalam kesenangan makanan ialah mengetahui seluruh rasa yang berbeda, memberitahukannya kepada tubuh serta perut, dan menjadi pemeriksa yang teliti bagi dapur-dapur Rahmat Ilahi. Tugasnya dalam kata-kata ialah menjadi penerjemah serta sentral yang lengkap bagi hati, ruh, dan otak. Tentu hal ini menunjukkan serta bersaksi dengan amat terang dan pasti bagi Ilmu yang meliputi.
Jika satu lidah melalui hikmah serta buahnya menunjukkan demikian, lidah tanpa batas, makhluk hidup tanpa batas, serta ciptaan tanpa akhir menunjukkan dan bersaksi bagi Ilmu tanpa akhir, sejelas matahari dan sepasti siang. Mereka mengumumkan bahwa tidak terdapat satu hal pun di luar lingkup Ilmu, Hikmah, serta Masyîah Sang ‘Allâmul-Ghuyûb.
Dalil Keempat:
ialah
ﻭَﺍﻟْﻌِﻨَﺎﻳَﺎﺕُ ﺍﻟْﻤَﺨْﺼُﻮﺻَﺔُ ﺍﻟﺸَّﺎﻣِﻠَﺔُ.
Yakni, dalam seluruh alam makhluk hidup serta berkesadaran, Inayah, Belas Kasih, serta Perlindungan yang khusus dan sesuai bagi setiap jenis serta individu, sekaligus mencakup seluruhnya, menunjukkan dengan jelas Ilmu yang meliputi serta memberikan kesaksian tanpa batas bagi niscayanya Wujud Sang Alîm Yang Memberi Inayah, yang mengetahui mereka yang menerima Inayah tersebut serta kebutuhan mereka.
Peringatan:
Penjelasan kata-kata dalam bagian berbahasa Arab, yang merupakan inti dari intisari intisari Risale-i Nur, menunjuk hakikat-hakikat yang diperoleh Risale-i Nur, yang memancar dari Al-Qur’an, melalui kilau-kilau ayat Al-Qur’an, terutama dalil serta hujah mengenai Ilmu, Kehendak, dan Kudrat. Dalil-dalil ilmu yang ditunjukkan kata-kata Arab ini ditafsirkan dengan perhatian besar. Jadi, masing-masing menjelaskan satu isyarat serta butir hikmah banyak ayat. Penjelasan itu tidak merupakan tafsir, uraian, maupun terjemahan kata-kata Arab tersebut. Kita kembali ke inti pembahasan.
Ya, melalui mata kita melihat bahwa terdapat Sang Alîm Yang Rahîm, yang mengenal diri kita serta seluruh makhluk berjiwa, dan dengan Pengetahuan melindungi mereka melalui Belas Kasih; Dia mengetahui kebutuhan serta setiap penderitaan mereka, dan dengan Pengetahuan datang menolong melalui Inayah-Nya. Salah satu dari contoh tanpa batas ialah Inayah khusus serta umum yang datang kepada manusia dari segi rezeki, obat, dan mineral yang diperlukan. Hal-hal itu memperlihatkan dengan amat jelas Ilmu yang meliputi, serta bersaksi bagi Ar-Rahmân Yang Rahîm sebanyak rezeki, obat, dan mineral.
Ya, perbuatan penuh Hikmah, seperti pemberian makanan manusia, terutama yang tak berdaya serta anak-anak, dan khususnya membawa rezeki yang sesuai dari dapur perut kepada setiap anggota tubuh yang menginginkan rezeki, bahkan sel-selnya, serta gunung-gunung sebagai apotek dan lumbung seluruh mineral yang diperlukan manusia, dapat terjadi melalui Ilmu yang amat meliputi. Kebetulan yang tidak terarah, kekuatan buta, alam tuli, sebab-sebab tak bernyawa serta tidak sadar, dan unsur-unsur sederhana yang menyerbu sama sekali tidak dapat mencampuri pemberian makanan, pengaturan, perlindungan, serta pengelolaan yang penuh Ilmu, Pandangan, Hikmah, Belas Kasih, dan Inayah ini. Hanya sebab-sebab lahiriah itu digunakan serta dipekerjakan melalui Perintah dan Izin Sang Alîm Yang Mutlak, dalam lingkup Ilmu serta Hikmah-Nya, sebagai tirai bagi Kemuliaan Kudrat Ilahi.
Dalil Kelima serta Keenam:
ialah
وَالْاَقْضِيَّةُ ﺍﻟْﻤُﻨْﺘَﻈَﻤَﺔُ وَالْاَقْدَارُ ﺍﻟْﻤُﺜْﻤِﺮَﺓُ.
Yakni, rupa serta ukuran setiap hal, terutama tumbuhan, pohon, hewan, dan manusia, dipotong dengan berseni melalui prinsip Qada serta Takdir yang merupakan dua jenis Ilmu azali, lalu dijahit sepenuhnya sesuai ukuran tubuh masing-masing, dikenakan dengan sempurna, dan diberikan rupa yang penuh Hikmah serta amat teratur. Masing-masing serta bersama, mereka menunjukkan Ilmu tanpa akhir serta bersaksi bagi Sang Pembuat Yang Alîm sebanyak jumlah mereka.
Ya, sebagai contoh dari contoh tanpa batas, kita memandang hanya satu pohon serta seorang manusia, dan melihat bahwa batas-batas lahir dan batin, luar serta dalam pohon berbuah dan manusia dengan banyak perlengkapan itu digambar melalui jangka gaib serta Pena Ilmu halus, dan setiap anggota diberi rupa yang sesuai dengan keteraturan penuh, hingga tidak seorang pelukis pun dapat menirunya sepenuhnya. Hal ini agar mereka mencapai buah, hasil, serta tugas alami. Karena semua itu dapat terjadi melalui Ilmu tanpa akhir, mereka bersaksi sebanyak tumbuhan dan hewan bagi Ilmu tanpa batas serta niscayanya Wujud Sang Pembuat Yang Musawwir, Sang Alîm Yang Muqaddir. Dia mengetahui dan memperhatikan hubungan setiap hal dengan setiap hal, lalu dengan Pengetahuan membuat ukuran serta rupa luar dan dalam seluruh sesama dan jenis pohon serta manusia ini dengan Hikmah, melalui Jangka dan Pena Qada serta Takdir Ilmu azali-Nya.
Dalil Ketujuh serta Kedelapan:
ialah
وَالْاٰجَالُ ﺍﻟْﻤُﻌَﻴَّﻨَﺔُ وَالْاَرْزَاقُ ﺍﻟْﻤُﻘَﻨَّﻨَﺔُ.
Yakni, ajal dan rezeki, yang demi Hikmah penting dalam pandangan lahiriah disangka kabur serta tidak tertentu, berada di bawah tirai kekaburan: Dalam daftar Qada serta Takdir azali, pada halaman ketentuan hidup, ajal setiap makhluk hidup ditakdirkan serta ditentukan; ia tidak maju atau mundur. Terdapat dalil tanpa batas bahwa rezeki setiap makhluk berjiwa juga ditentukan serta dikhususkan, dan ditulis pada lembaran Qada serta Takdir.
Misalnya, matinya pohon besar serta ditinggalkannya biji, yang merupakan suatu jenis ruhnya, demi menjalankan tugas di tempatnya, terjadi melalui hukum penuh Hikmah Sang Alîm Yang Hafîzh. Susu yang merupakan rezeki anak datang dari payudara, keluar dari antara darah serta kotoran, dan mengalir ke mulutnya dengan murni serta bersih tanpa terkotori. Hal ini pasti menolak kemungkinan kebetulan dan memperlihatkan dengan amat pasti bahwa ia terjadi melalui Prinsip Ar-Razzâq Yang Alîm serta Rahîm yang penuh Belas Kasih. Hendaklah seluruh makhluk hidup serta berjiwa dibandingkan dengan kedua contoh khusus ini.
Jadi, secara hakikat, ajal ditentukan serta ditakdirkan, dan rezeki juga dicatat dalam daftar ketentuan dengan suatu penentuan bagi setiap orang. Namun, demi Hikmah yang amat penting, ajal serta rezeki berada di balik tirai gaib, tampak kabur dan tidak tertentu, dan secara lahiriah seakan-akan bergantung pada kebetulan.
Seandainya ajal diketahui dengan jelas seperti terbenamnya matahari, separuh umur akan terbuang dalam kelalaian mutlak serta tanpa berusaha demi akhirat. Setelah separuh umur, setiap hari orang akan diliputi ketakutan mengerikan seperti melangkah satu kaki ke arah tiang gantungan kematian; musibah ajal akan meningkat seratus tingkat. Karena rahasia ini, melalui Belas Kasih, musibah-musibah yang menimpa, bahkan kiamat yang merupakan ajal dunia, dibiarkan di balik tirai gaib.
Adapun rezeki, setelah kehidupan, merupakan khazanah nikmat yang paling besar, sumber syukur serta pujian yang paling kaya, dan tambang ubudiyah, doa, serta permohonan yang paling menyeluruh. Karena itu, dalam bentuk lahiriah ia diperlihatkan seakan-akan kabur serta bergantung pada kebetulan, agar pintu berlindung ke Hadirat Ar-Razzâq Yang Mahamulia pada setiap waktu, memohon, merayu, serta meminta rezeki melalui syafaat pujian dan syukur tidak tertutup. Seandainya ia diketahui dengan jelas, hakikatnya akan berubah sepenuhnya. Pintu-pintu permohonan serta doa yang penuh syukur dan rasa berutang budi, bahkan ubudiyah yang penuh kerendahan diri, akan tertutup.
Dalil Kesembilan serta Kesepuluh:
وَالْاِتْقَانَاتُ ﺍﻟْﻤُﻔَﻨَّﻨَﺔُ وَالْاِهْتِمَامَاتُ ﺍﻟْﻤُﺰَﻳَّﻨَﺔُ.
Yakni, dalam setiap ciptaan, terutama seluruh makhluk indah pada permukaan bumi dalam musim semi yang memperlihatkan Manifestasi Keelokan serta Keindahan abadi—di antaranya bunga, buah, burung kecil, serta lalat, dan khususnya burung kecil yang berkilau keemasan serta bercorak bintang—terdapat Kemahiran serta Ketelitian yang bermukjizat, Seni luar biasa, Kekukuhan, serta Kesempurnaan dalam penciptaan, rupa, dan perlengkapan mereka. Bentuk-bentuk serta mesin-mesin kecil dalam cara berbeda dan beraneka ragam memperlihatkan keterampilan Seniman mereka yang bermukjizat. Hal-hal ini pasti menunjukkan Ilmu yang amat meliputi serta—semoga ungkapan ini tidak keliru—Kemampuan Ilmu yang amat mahir dan penuh bidang pengetahuan, serta bersaksi bahwa kebetulan yang tidak terarah dan sebab-sebab yang tidak sadar serta kacau mustahil ikut campur, sebagaimana...
Melalui ungkapan
وَالْاِهْتِمَامَاتُ ﺍﻟْﻤُﺰَﻳَّﻨَﺔُ,
dalam ciptaan-ciptaan indah itu terdapat penghiasan yang begitu manis, perhiasan yang menyenangkan, serta keindahan seni yang memikat, sehingga Dia bertindak melalui Ilmu tanpa akhir, mengetahui cara paling indah bagi setiap hal, serta menginginkan makhluk berkesadaran melihat Keindahan Kesempurnaan dan Kesempurnaan Keindahan Seni-Nya. Karena itu, Dia membentuk rupa serta menciptakan bunga yang paling kecil dan bersifat juz'i serta lalat mungil dengan Perhatian, Kemahiran, Cinta Seni, dan Arti Penting. Jadi, Penghiasan serta Pengindahan dengan Perhatian ini jelas menunjukkan Ilmu tanpa batas yang meliputi setiap hal, serta bersaksi sebanyak makhluk-makhluk indah itu bagi niscayanya Wujud Sang Pembuat Yang Alîm Dzul-Jamâl.
Dalil Kesebelas,
yang memuat lima dalil serta hujah menyeluruh:
ﻭَﻏَﺎﻳَﺔُ ﻛَﻤَﺎﻝِ الْاِنْتِظَامِ الْاِتِّزَانِ الْاِمْتِيَازِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺎﺕِ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴُّﻬُﻮﻟَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺔِ ﻭَﺧَﻠْﻖُ الْاَشْيَاءِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻜَﺜْﺮَﺓِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺔِ ﻣَﻊَ الْاِتْقَانِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻖِ ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟﺴُّﺮْﻋَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺔِ ﻣَﻊَ الْاِتِّزَانِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻖِ ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟْﻮُﺳْﻌَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺔِ ﻣَﻊَ ﻛَﻤَﺎﻝِ ﺣُﺴْﻦِ ﺍﻟﺼَّﻨْﻌَﺔِ ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟْﺒُﻌْﺪَﺓِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺔِ ﻣَﻊَ الْاِتِّفَاقِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻖِ ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟْﺨِﻠْﻄَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺔِ ﻣَﻊَ الْاِمْتِيَازِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻖِ
Dalil ini merupakan cara lain yang lebih indah dari dalil yang ditulis pada akhir bagian berbahasa Arab tersebut. Karena penyakit yang berat, melalui isyarat amat singkat, kita menjelaskan lima-enam dalil luas di dalamnya.
Pertama:
Di seluruh bumi kita melihat bahwa mesin-mesin makhluk hidup yang menakjubkan dibuat sekaligus, dan sebagian dalam satu menit, dengan rapi, terukur, serta berbeda dari sesamanya, melalui kelancaran dan kemudahan yang amat besar, yang datang dari Pengetahuan penuh serta Kemahiran. Hal ini menunjukkan Ilmu tanpa akhir dan bersaksi bagi Kesempurnaan Ilmu itu hingga derajat kelancaran serta kemudahan yang datang dari Kemahiran Ilmu dalam Seni.
Kedua:
Dalam kemajemukan serta jumlah yang amat banyak, penciptaan-penciptaan yang amat berseni dan sempurna tanpa kekeliruan menunjukkan Ilmu tanpa batas dalam Kudrat tanpa akhir, serta memberikan kesaksian tanpa batas bagi Sang Alîm dan Sang Qadîr Mutlak.
Ketiga:
Meskipun dilakukan dalam kecepatan mutlak serta amat cepat, penciptaan yang amat seimbang dan terukur menunjukkan Ilmu tanpa batas, serta bersaksi sebanyak jumlahnya bagi Sang Alîm Yang Mutlak dan Sang Qadîr Mutlak.
Keempat:
Meskipun penciptaannya berlangsung di seluruh permukaan bumi yang amat luas dengan keluasan mutlak, makhluk hidup yang tak terhitung dibuat dengan amat berseni, berhias, serta keindahan seni yang sempurna. Hal ini menunjukkan Ilmu yang meliputi, yang tidak pernah keliru, melihat setiap hal bersama, serta satu hal tidak menghalangi yang lain. Masing-masing serta bersama bersaksi bahwa mereka merupakan ciptaan Sang Alîm Yang Mengetahui Setiap Hal dan Sang Qadîr Mutlak.
Kelima:
Meskipun sepenuhnya terpisah serta berjarak amat jauh satu sama lain, individu-individu suatu jenis—satu di timur, satu di barat, satu di utara, satu di selatan—terwujud pada waktu serta cara yang sama, serupa satu sama lain namun berbeda dalam ciri tersendiri masing-masing. Karena hal ini hanya dapat terjadi melalui Kudrat tanpa batas Sang Alîm Yang Mutlak dan Sang Qadîr Mutlak yang mengatur kainat, serta Ilmu-Nya tanpa akhir yang meliputi seluruh yang ada beserta keadaannya, hal tersebut menunjukkan Ilmu yang meliputi serta memberikan kesaksian tanpa batas bagi Sang ‘Allâmul-Ghuyûb.
Keenam:
Meskipun sepenuhnya bercampur, mesin-mesin makhluk hidup yang amat padat itu masing-masing diciptakan dengan sifat bermukjizat tanpa satu perlengkapan pun dibiarkan kurang, tanpa kekeliruan maupun pencampuran, dan dengan perbedaan penuh serta tanda pembeda dalam sesama yang bercampur serta tempat gelap, misalnya keadaan yang membingungkan seperti benih di bawah tanah. Hal ini menunjukkan Ilmu azali seperti matahari, serta bersaksi seperti siang bagi Penciptaan dan Rububiyah Sang Qadîr Mutlak serta Sang Alîm Yang Mutlak. Dengan menyerahkan perinciannya kepada Risale-i Nur, kita mempersingkat kisah yang amat panjang ini.
Kini, dalam intisari intisari, kita memulai persoalan Kehendak:
ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮُ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗُﺪْﺭَﺓً ﻭَﻋِﻠْﻤًﺎ ﺍِﺫْ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻤُﺮ۪ﻳﺪُ ﻟِﻜُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻣَﺎﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﺸَﺎْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﺍِﺫْ ﺗَﻨْﻈ۪ﻴﻢُ ﺍ۪ﻳﺠَﺎﺩِ ﺍﻟْﻤَﺼْﻨُﻮﻋَﺎﺕِ ﺫَﺍﺗًﺎ ﻭَﺻِﻔَﺔً ﻭَﻣَﺎﻫِﻴَّﺔً ﻭَﻫُﻮِﻳَّﺔً ﻣِﻦْ ﺑَﻴْﻦِ الْاِمْكَانَاتِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺮِ ﺍﻟْﻤَﺤْﺪُﻭﺩَﺓِ ﻭَﺍﻟﻄُّﺮُﻕِ ﺍﻟْﻌَﻘ۪ﻴﻤَﺔِ وَالْاِحْتِمَالَاتِ ﺍﻟْﻤُﺸَﻮَّﺷَﺔِ ﻭَﺳُﻴُﻮﻝِ ﺍﻟْﻌَﻨَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﻤُﺘَﺸَﺎﻛِﺴَﺔِ وَالْاَمْثَالِ ﺍﻟْﻤُﺘَﺸَﺎﺑِﻬَﺔِ ﺑِﻬٰﺬَﺍ ﺍﻟﻨِّﻈَﺎﻡِ الْاَدَقِّ الْاَرَقِّ ﻭَﺗَﻮْﺯ۪ﻳﻨُﻬَﺎ ﺑِﻬٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻤ۪ﻴﺰَﺍﻥِ ﺍﻟْﺤَﺴَّﺎﺱِ ﺍﻟْﺠَﺴَّﺎﺱِ ﻭَﺗَﻤْﻴ۪ﻴﺰُﻫَﺎ ﺑِﻬٰﺬِﻩِ ﺍﻟﺘَّﻌَﻴُّﻨَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤُﺰَﻳَّﻨَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻨْﺘَﻈَﻤَﺔِ ﻭَﺧَﻠْﻖُ ﺍﻟْﻤُﺨْﺘَﻠِﻔَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤُﻨْﺘَﻈَﻤَﺎﺕِ ﺍﻟْﺤَﻴَﻮِﻳَّﺔِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺒَﺴ۪ﻴﻂِ ﺍﻟْﺠَﺎﻣِﺪِ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ كَالْاِنْسَانِ ﺑِﺠِﻬَﺎﺯَﺍﺗِﻪ۪ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨُّﻄْﻔَﺔِ ﻭَﺍﻟﻄَّﻴْﺮِ ﺑِﺠَﻮَﺍﺭِﺣِﻪ۪ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺒَﻴْﻀَﺔِ ﻭَﺍﻟﺸَّﺠَﺮَﺓِ ﺑِﺎَﻋْﻀَﺎﺋِﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨُّﻮَﺍﺓِ ﻭَﺍﻟْﺤَﺒَّﺔِ ﺗَﺪُﻝُّ ﻋَﻠٰﻰ ﺍَﻥَّ ﻛُﻞَّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺑِﺎِﺭَﺍﺩَﺗِﻪ۪ ﺗَﻌَﺎﻟٰﻰ ﻭَﺍِﺧْﺘِﻴَﺎﺭِﻩ۪ ﻭَﻗَﺼْﺪِﻩ۪ ﻭَﻣَﺸ۪ﻴﺌَﺘِﻪ۪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻛَﻤَﺎ ﺍَﻥَّ ﺗَﻮَﺍﻓُﻖَ الْاَشْيَاءِ ﻓ۪ﻰ ﺍَﺳَﺎﺳَﺎﺕِ الْاَعْضَاءِ ﺍﻟﻨَّﻮْﻋِﻴَّﺔِ ﻭَﺍﻟْﺠِﻨْﺴِﻴَّﺔِ ﻳَﺪُﻝُّ ﻋَﻠٰﻰ ﺍَﻥَّ ﺻَﺎﻧِﻊَ ﺗِﻠْﻚَ الْاَفْرَادِ ﻭَﺍﺣِﺪٌ ﺍَﺣَﺪٌ ﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﺍَﻥَّ ﺗَﻤَﺎﻳُﺰَﻫَﺎ ﺑِﺎﻟﺘَّﺸَﺨُّﺼَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤُﺘَﻤَﺎﻳِﺰَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟﺘَّﻌَﻴُّﻨَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤُﻨْﺘَﻈَﻤَﺔِ ﻳَﺪُﻝُّ ﻋَﻠٰﻰ ﺍَﻥَّ ﺫٰﻟِﻚَ ﺍﻟﺼَّﺎﻧِﻊَ ﺍﻟْﻮَﺍﺣِﺪَ الْاَحَدَ ﻓَﺎﻋِﻞٌ ﻣُﺨْﺘَﺎﺭٌ ﻳَﻔْﻌَﻞُ ﻣَﺎ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَﻳَﺤْﻜُﻢُ ﻣَﺎ ﻳُﺮ۪ﻳﺪُ
Bagian ini merupakan satu dalil menyeluruh yang panjang, yang memuat banyak hujah menyeluruh dari dalil-dalil Kehendak Ilahi. Dalam terjemahan singkat maknanya, kita menjelaskan satu dalil yang membuktikan Kehendak, Pilihan, serta Masyîah Ilahi dengan amat pasti. Seluruh dalil Ilmu Ilahi yang disebutkan juga persis merupakan dalil Kehendak, sebab dalam setiap ciptaan terlihat Manifestasi serta hasil Ilmu dan Kehendak bersama.
Makna singkat bagian berbahasa Arab ini:
Yakni, setiap hal terjadi melalui Kehendak serta Masyîah-Nya. Apa yang Dia kehendaki terjadi; apa yang tidak Dia kehendaki tidak terjadi. Dia melakukan setiap hal yang Dia kehendaki. Jika tidak Dia kehendaki, tidak sesuatu pun terjadi. Satu hujah ialah:
Kita melihat bahwa setiap ciptaan ini memiliki diri tertentu, sifat khusus, hakikat tersendiri, serta rupa yang berbeda melalui tanda pembeda. Di tengah kemungkinan tanpa batas, kemungkinan-kemungkinan membingungkan bahwa mereka dapat ada dalam bentuk lain, banyak jalan yang tidak menghasilkan apa pun, campur tangan unsur-unsur yang mengalir seperti banjir, mencampur, serta bertentangan satu sama lain, dan sesama yang serupa serta menjadi sebab kelalaian dan kekaburan, di tengah segala keadaan kacau ini, setiap ciptaan ditempatkan di bawah keteraturan yang halus, lengkap, serta rapi. Setiap anggota dan perlengkapannya ditimbang lalu dipasang melalui ukuran dan keseimbangan yang peka, teliti, serta sempurna; wajahnya diberi rupa berhias yang rapi serta identitas tersendiri; anggota-anggota yang bertentangan diciptakan dengan amat berseni sebagai makhluk hidup dari materi sederhana, tak bernyawa, dan mati. Misalnya, manusia dengan seratus perlengkapan berbeda diciptakan dari setetes air; burung dengan banyak alat serta perlengkapan beraneka ragam dibangun dari telur sederhana dan dikenakan rupa yang bermukjizat; pohon dengan cabang, ranting, anggota, dan bagian beraneka ragam dikeluarkan dari biji kecil yang tersusun dari ‘karbon, nitrogen, hidrogen, serta oksigen’ yang sederhana dan tak bernyawa, lalu dikenakan bentuk teratur serta berbuah. Tentu, tentu, hal ini membuktikan dengan jelas serta kepastian tanpa ragu, hingga derajat niscaya, harus, dan perlu, bahwa melalui Kehendak, Masyîah, Pilihan, serta Tujuan Sang Qadîr Mutlak, setiap ciptaan beserta seluruh zarah, bagian, rupa, serta hakikatnya diberikan keadaan khusus yang sempurna itu. Ia berada di bawah Kekuasaan Kehendak yang mencakup setiap hal. Petunjuk satu ciptaan bagi Kehendak Ilahi dengan cara tanpa ragu ini memperlihatkan bahwa seluruh ciptaan merupakan kesaksian sebanyak jumlahnya, tanpa batas serta tanpa akhir, bagi Kehendak Ilahi yang mencakup setiap hal, dengan kepastian sejelas matahari dan siang, serta merupakan hujah tanpa batas bagi niscayanya Wujud Sang Qadîr Yang Mempunyai Kehendak.
Seluruh dalil Ilmu Ilahi yang telah disebutkan juga persis merupakan dalil Kehendak, sebab keduanya bertindak bersama Kudrat. Yang satu tidak ada tanpa yang lain. Sebagaimana tawafuk individu-individu setiap jenis serta golongan dalam anggota tubuh jenis dan golongannya menunjukkan bahwa Sang Pembuat mereka Satu, Wâhid, serta Ahad, demikian pula perbedaan rupa wajah mereka satu sama lain dengan cara penuh Hikmah pasti menunjukkan bahwa Sang Pembuat Yang Wâhid serta Ahad itu merupakan Pelaku dengan Pilihan bebas. Dia menciptakan setiap hal melalui Kehendak, Pilihan, Masyîah, serta Tujuan.
Terjemahan singkat makna bagian berbahasa Arab tersebut, yang menjelaskan satu dalil menyeluruh mengenai Kehendak, telah selesai. Aku berniat menulis banyak butir hikmah penting mengenai Kehendak seperti persoalan Ilmu. Namun, karena penyakit beracun membuat otakku sepenuhnya lelah, hal itu ditunda ke waktu lain.
Bagian berbahasa Arab mengenai Kudrat:
ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮُ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗُﺪْﺭَﺓً ﻭَ ﻋِﻠْﻤًﺎ ﺍِﺫْ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻘَﺪ۪ﻳﺮُ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺑِﻘُﺪْﺭَﺓٍ ﻣُﻄْﻠَﻘَﺔٍ ﻣُﺤ۪ﻴﻄَﺔٍ ﺿَﺮُﻭﺭِﻳَّﺔٍ ﻧَﺎﺷِﺌَﺔٍ لَازِمَةٍ ﺫَﺍﺗِﻴَّﺔٍ ﻟِﻠﺬَّﺍﺕِ الْاَقْدَسِيَّةِ ﻓَﻤُﺤَﺎﻝٌ ﺗَﺪَﺍﺧُﻞُ ﺿِﺪِّﻫَﺎ فَلَا ﻣَﺮَﺍﺗِﺐَ ﻓ۪ﻴﻬَﺎ ﻓَﺘَﺘَﺴَﺎﻭٰﻯ ﺑِﺎﻟﻨِّﺴْﺒَﺔِ ﺍِﻟَﻴْﻬَﺎ ﺍﻟﺬَّﺭَّﺍﺕُ ﻭَ ﺍﻟﻨُّﺠُﻮﻡُ ﻭَ ﺍﻟْﺠُﺰْﺀُ ﻭَ ﺍﻟْﻜُﻞُّ ﻭَ ﺍﻟْﺠُﺰْﺋِﻰُّ ﻭَ ﺍﻟْﻜُﻠِّﻰُّ ﻭَ ﺍﻟﻨُّﻮَﺍﺓُ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮُ ﻭَ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻢُ ﻭَ الْاِنْسَانُ ﺑِﺴِﺮِّ ﻣُﺸَﺎﻫَﺪَﺓِ ﻏَﺎﻳَﺔِ ﻛَﻤَﺎﻝِ الْاِنْتِظَامِ الْاِتِّزَانِ الْاِمْتِيَازِ الْاِتْقَانِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺎﺕِ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺴُّﻬُﻮﻟَﺔِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻜَﺜْﺮَﺓِ ﻭَ ﺍﻟﺴُّﺮْﻋَﺔِ ﻭَ ﺍﻟْﺨِﻠْﻄَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺔِ ﻭَ ﺑِﺴِﺮِّ ﺍﻟﻨُّﻮﺭَﺍﻧِﻴَّﺔِ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﻔَّﺎﻓِﻴَّﺔِ ﻭَ ﺍﻟْﻤُﻘَﺎﺑَﻠَﺔِ ﻭَ ﺍﻟْﻤُﻮَﺍﺯَﻧَﺔِ ﻭَ الْاِنْتِظَامِ ﻭَ الْاِمْتِثَالِ ﻭَ ﺑِﺴِﺮِّ ﺍِﻣْﺪَﺍﺩِ ﺍﻟْﻮَﺍﺣِﺪِﻳَّﺔِ ﻭَ ﻳُﺴْﺮِ ﺍﻟْﻮَﺣْﺪَﺓِ ﻭَ ﺗَﺠَﻠِّﻰ الْاَحَدِيَّةِ ﻭَ ﺑِﺴِﺮِّ ﺍﻟْﻮُﺟُﻮﺏِ ﻭَ ﺍﻟﺘَّﺠَﺮُّﺩِ ﻭَ ﻣُﺒَﺎﻳَﻨَﺔِ ﺍﻟْﻤَﺎﻫِﻴَّﺔِ ﻭَ ﺑِﺴِﺮِّ ﻋَﺪَﻡِ ﺍﻟﺘَّﻘَﻴُّﺪِ ﻭَ ﻋَﺪَﻡِ ﺍﻟﺘَّﺤَﻴُّﺰِ ﻭَ ﻋَﺪَﻡِ ﺍﻟﺘَّﺠَﺰّ۪ﻯ ﻭَ ﺑِﺴِﺮِّ اِنْقِلَابِ ﺍﻟْﻌَﻮَﺍﺋِﻖِ ﻭَ ﺍﻟْﻤَﻮَﺍﻧِﻊِ ﺍِﻟٰﻰ ﺣُﻜْﻢِ ﺍﻟْﻮَﺳَﺎﺋِﻞِ الْمُسَهِّلَاتِ ﻭَ ﺑِﺴِﺮِّ ﺍَﻥَّ ﺍﻟﺬَّﺭَّﺓَ ﻭَ ﺍﻟْﺠُﺰْﺀَ ﻭَ ﺍﻟْﺠُﺰْﺋِﻰَّ ﻭَ ﺍﻟﻨُّﻮَﺍﺓَ ﻭَ الْاِنْسَانَ ﻟَﻴْﺴَﺖْ ﺑِﺎَﻗَﻞَّ ﺻَﻨْﻌَﺔً ﻭَ ﺟَﺰَﺍﻟَﺔً ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺠْﻢِ ﻭَ ﺍﻟْﻜُﻞِّ ﻭَ ﺍﻟْﻜُﻠِّﻰِّ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮِ ﻭَ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻢِ ﻓَﺨَﺎﻟِﻘُﻬَﺎ ﻫُﻮَ ﺧَﺎﻟِﻖُ ﻫٰﺬِﻩ۪ ﺑِﺎﻟْﺤَﺪْﺱِ ﺍﻟﺸُّﻬُﻮﺩِﻯِّ ﻭَ ﺑِﺴِﺮِّ ﺍَﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺤَﺎﻁَ ﻭَ ﺍﻟْﺠُﺰْﺋِﻴَّﺎﺕِ كَالْاَمْثِلَةِ ﺍﻟْﻤَﻜْﺘُﻮﺑَﺔِ ﺍﻟْﻤُﺼَﻐَّﺮَﺓِ ﺍَﻭْ ﻛَﺎﻟﻨُّﻘَﻂِ ﺍﻟْﻤَﺤْﻠُﻮﺑَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻌَﺼَّﺮَﺓِ فَلَا ﺑُﺪَّ ﺍَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺍﻟْﻤُﺤ۪ﻴﻂُ ﻭَ ﺍﻟْﻜُﻠِّﻴَّﺎﺕُ ﻓ۪ﻰ ﻗَﺒْﻀَﺔِ ﺧَﺎﻟِﻖِ ﺍﻟْﻤُﺤَﺎﻁِ ﻭَ ﺍﻟْﺠُﺰْﺋِﻴَّﺎﺕِ ﻟِﻴُﺪْﺭِﺝَ ﻣِﺜَﺎﻟَﻬَﺎ ﻓ۪ﻴﻬَﺎ ﺑِﻤَﻮَﺍﺯ۪ﻳﻦِ ﻋِﻠْﻤِﻪ۪ ﺍَﻭْ ﻳُﻌَﺼِّﺮَﻫَﺎ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺑِﺪَﺳَﺎﺗ۪ﻴﺮِ ﺣِﻜْﻤَﺘِﻪ۪ ﻭَ ﺑِﺴِﺮِّ ﻛَﻤَﺎ ﺍَﻥَّ ﻗُﺮْﺍٰﻥَ ﺍﻟْﻌِﺰَّﺓَ ﺍﻟْﻤَﻜْﺘُﻮﺏَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺬَّﺭَّﺓِ ﺍﻟْﻤُﺴَﻤَّﺎﺓِ ﺑِﺎﻟْﺠَﻮْﻫَﺮِ ﺍﻟْﻔَﺮْﺩِ ﺑِﺬَﺭَّﺍﺕِ الْاَث۪يرِ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺎَﻗَﻞَّ ﺟَﺰَﺍﻟَﺔً ﻭَ ﺧَﺎﺭِﻗِﻴَّﺔَ ﺻَﻨْﻌَﺔٍ ﻣِﻦْ ﻗُﺮْﺍٰﻥِ ﺍﻟْﻌَﻈَﻤَﺔِ ﺍﻟْﻤَﻜْﺘُﻮﺏِ ﻋَﻠٰﻰ ﺻَﺤ۪ﻴﻔَﺔِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﺑِﻤِﺪَﺍﺩِ ﺍﻟﻨُّﺠُﻮﻡِ ﻭَ ﺍﻟﺸُّﻤُﻮﺱِ ﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﺍَﻥَّ ﻭَﺭْﺩَ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮَﺓِ ﻟَﻴْﺴَﺖْ ﺑِﺎَﻗَﻞَّ ﺟَﺰَﺍﻟَﺔً ﻭَ ﺻَﻨْﻌَﺔً ﻣِﻦْ ﺩُﺭِّﻯِّ ﻧَﺠْﻢِ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮَﺓِ ﻭَ لَا ﺍﻟﻨَّﻤْﻠَﺔُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻔ۪ﻴﻠَﺔِ ﻭَ لَا ﺍﻟْﻤِﻜْﺮُﻭﺏُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻜَﺮْﻛَﺪَﺍﻥِ ﻭَ لَا ﺍﻟﻨَّﺤْﻠَﺔُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺨْﻠَﺔِ ﺑِﺎﻟﻨِّﺴْﺒَﺔِ ﺍِﻟٰﻰ ﻗُﺪْﺭَﺓِ ﺧَﺎﻟِﻖِ ﺍﻟْﻜَﺎﺋِﻨَﺎﺕِ ﻓَﻜَﻤَﺎ ﺍَﻥَّ ﻏَﺎﻳَﺔَ ﻛَﻤَﺎﻝِ ﺍﻟﺴُّﺮْﻋَﺔِ ﻭَ ﺍﻟﺴُّﻬُﻮﻟَﺔِ ﻓ۪ﻰ ﺍ۪ﻳﺠَﺎﺩِ الْاَشْيَاءِ ﺍَﻭْﻗَﻌَﺖْ ﺍَﻫْﻞَ الضَّلَالَةِ ﻓ۪ﻰ ﺍِﻟْﺘِﺒَﺎﺱِ ﺍﻟﺘَّﺸْﻜ۪ﻴﻞِ ﺑِﺎﻟﺘَّﺸَﻜُّﻞِ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻠْﺰِﻡِ لِمُحَالَاتٍ ﻏَﻴْﺮِ ﻣَﺤْﺪُﻭﺩَﺓٍ ﺗَﻤُﺠُّﻬَﺎ الْاَوْهَامُ ﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﺍَﺛْﺒَﺘَﺖْ لِاَهْلِ ﺍﻟْﻬِﺪَﺍﻳَﺔِ ﺗَﺴَﺎﻭِﻯَ ﺍﻟﻨُّﺠُﻮﻡِ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺬَّﺭَّﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨِّﺴْﺒَﺔِ ﺍِﻟٰﻰ ﻗُﺪْﺭَﺓِ ﺧَﺎﻟِﻖِ ﺍﻟْﻜَﺎﺋِﻨَﺎﺕِ ﺟَﻞَّ جَلَالُهُ ﻭَ لَا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮُ
Sebelum suatu jenis terjemahan makna singkat bagian berbahasa Arab mengenai persoalan Kudrat yang amat agung ini, kita menjelaskan hakikat yang diingatkan kepada hati. Demikianlah:
Wujud Kudrat lebih pasti daripada keberadaan kainat. Bahkan seluruh makhluk, masing-masing serta bersama, merupakan kata-kata Kudrat itu yang berwujud jasmani. Mereka memperlihatkan Wujud Kudrat itu dengan ainulyaqin, dan bersaksi sebanyak jumlahnya bagi Sang Qadîr Mutlak, Pemilik Sifat tersebut. Tidak lagi diperlukan bukti-bukti bagi Wujud Kudrat itu. Sebaliknya, yang harus dibuktikan ialah hakikat menggetarkan mengenai Kudrat, yang merupakan dasar paling penting dalam iman, batu dasar terkuat bagi kebangkitan serta hidupnya kembali makhluk, dan landasan yang paling diperlukan bagi banyak persoalan iman serta hakikat Al-Qur’an, yang dinyatakan ayat
ﻣَﺎ ﺧَﻠْﻘُﻜُﻢْ وَلَا ﺑَﻌْﺜُﻜُﻢْ اِلَّا ﻛَﻨَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ.
Karena seluruh akal tidak menemukan jalan kepadanya, mereka tetap dalam keheranan serta keadaan tak berdaya, dan sebagian dalam pengingkaran.
Dasar, batu landasan, pokok sandaran, pernyataan, serta hakikat itu ialah makna ayat tersebut. Yakni, ‘Wahai jin serta manusia! Penciptaan, pengadaan, serta penghidupan dan pembangkitan kalian seluruhnya pada hari kebangkitan mudah bagi Kudrat-Ku seperti penciptaan satu jiwa.’ Dia menciptakan satu musim semi dengan kemudahan seperti satu bunga. Juz'i, yang bersifat khusus, serta yang menyeluruh, kecil serta besar, sedikit serta banyak, tidak berbeda bagi Kudrat itu. Dia memutar planet-planet dengan mudah seperti zarah.
Bagian berbahasa Arab tersebut menjelaskan hujah yang amat pasti serta kuat mengenai persoalan menggetarkan ini melalui sembilan tahap. Makna amat singkatnya demikian. Bagian yang menunjuk dasar tahap tersebut:
ﺍِﺫْ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻘَﺪ۪ﻳﺮُ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺑِﻘُﺪْﺭَﺓٍ ﻣُﻄْﻠَﻘَﺔٍ ﻣُﺤ۪ﻴﻄَﺔٍ ﺿَﺮُﻭﺭِﻳَّﺔٍ ﻧَﺎﺷِﺌَﺔٍ لَازِمَةٍ ﺫَﺍﺗِﻴَّﺔٍ ﻟِﻠﺬَّﺍﺕِ الْاَقْدَسِيَّةِ ﻓَﻤُﺤَﺎﻝٌ ﺗَﺪَﺍﺧُﻞُ ﺿِﺪِّﻫَﺎ فَلَا ﻣَﺮَﺍﺗِﺐَ ﻓ۪ﻴﻬَﺎ ﻓَﺘَﺘَﺴَﺎﻭٰﻯ ﺑِﺎﻟﻨِّﺴْﺒَﺔِ ﺍِﻟَﻴْﻬَﺎ ﺍﻟﺬَّﺭَّﺍﺕُ ﻭَ ﺍﻟﻨُّﺠُﻮﻡُ ﻭَ ﺍﻟْﺠُﺰْﺀُ ﻭَ ﺍﻟْﻜُﻞُّ ﻭَ ﺍﻟْﺠُﺰْﺋِﻰُّ ﻭَ ﺍﻟْﻜُﻠِّﻰُّ ﻭَ ﺍﻟﻨُّﻮَﺍﺓُ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮُ ﻭَ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻢُ ﻭَ الْاِنْسَانُ
Yakni, Dia memiliki Kudrat yang mampu atas setiap hal, meliputi seluruh hal, serta harus melekat pada Zat Wâjibul Wujûd melalui keharusan yang bersifat Zati, dan menurut istilah ilmu logika, keniscayaan yang timbul. Kudrat itu niscaya serta harus Ada, mustahil terpisah, dan sama sekali tidak mungkin dipisahkan.
Karena Kudrat demikian berada dalam Zat Yang Mahasuci melalui keharusan demikian, tentu lawannya, keadaan tak berdaya, sama sekali tidak dapat masuk ke dalamnya atau menimpa Zat Yang Qadîr.
Karena tingkatan-tingkatan dalam suatu hal terdapat melalui masuknya lawan ke dalamnya—misalnya derajat serta tingkatan panas melalui masuknya dingin, serta keindahan melalui campur tangan keburukan—dan keadaan tak berdaya yang bertentangan dengan Kudrat Zati ini sama sekali tidak mungkin mendekati Kudrat itu, tentu tidak terdapat tingkatan-tingkatan dalam Kudrat mutlak itu.
Karena tidak terdapat tingkatan dalam Kudrat itu, tentu bintang serta zarah setara bagi Kudrat itu; bagian serta keseluruhan, satu individu serta seluruh jenis tidak berbeda di hadapan Kudrat itu. Biji serta pohon besarnya, kainat serta manusia, penghidupan satu jiwa serta seluruh makhluk berjiwa pada hari kebangkitan setara dan mudah bagi Kudrat itu. Besar serta kecil, sedikit serta banyak, tidak berbeda.
Saksi pasti bagi hakikat ini ialah kesempurnaan seni, keteraturan, keseimbangan, serta perbedaan yang kita lihat dalam penciptaan segala sesuatu; kelancaran mutlak serta kemudahan penuh dalam jumlah besar dan kecepatan mutlak.
Makna TAHAP PERTAMA,
ﺑِﺴِﺮِّ ﻣُﺸَﺎﻫَﺪَﺓِ ﻏَﺎﻳَﺔِ ﻛَﻤَﺎﻝِ الْاِنْتِظَامِ الْاِتِّزَانِ الْاِمْتِيَازِ الْاِتْقَانِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺎﺕِ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺴُّﻬُﻮﻟَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻄْﻠَﻘَﺔِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻜَﺜْﺮَﺓِ ﻭَ ﺍﻟﺴُّﺮْﻋَﺔِ ﻭَ ﺍﻟْﺨِﻠْﻄَﺔِ,
ialah hakikat tersebut.
TAHAP KEDUA:
ialah
ﻭَ ﺑِﺴِﺮِّ ﺍﻟﻨُّﻮﺭَﺍﻧِﻴَّﺔِ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﻔَّﺎﻓِﻴَّﺔِ ﻭَ ﺍﻟْﻤُﻘَﺎﺑَﻠَﺔِ ﻭَ ﺍﻟْﻤُﻮَﺍﺯَﻧَﺔِ ﻭَ الْاِنْتِظَامِ ﻭَ الْاِمْتِثَالِ.
Dengan menyerahkan penjelasan serta perinciannya kepada akhir Kalimat Kesepuluh, Kalimat Kedua Puluh Sembilan, dan Surat Kedua Puluh, kita memberikan isyarat singkat.
Ya, karena sifat bercahaya, masuknya sinar serta pantulan matahari ke permukaan laut dan seluruh gelembungnya melalui Kudrat Rabb semudah masuknya ke satu potong kaca; keduanya setara. Demikian pula, bagi Kudrat bercahaya Zat Sang Nûr Segala Nur, menciptakan serta memutar langit dan bintang semudah menciptakan serta memutar lalat dan zarah; hal itu tidak berat bagi-Nya.
Melalui sifat bening, rupa gambaran matahari terdapat dalam cermin mungil serta pupil mata melalui Kudrat Ilahi. Dengan kemudahan yang sama, pantulan serta cahayanya diberikan kepada seluruh hal cemerlang, tetes air, zarah bening, serta permukaan laut melalui Perintah Ilahi.
Demikian pula, karena sisi malakut serta hakikat ciptaan bening dan cemerlang, Manifestasi serta Pengaruh Kudrat mutlak menciptakan seluruh hewan semudah menciptakan satu jiwa. Sedikit serta banyak, besar serta kecil, tidak berbeda.